Lawan Persipura dengan kedisiplinan
Minggu, 06 Januari 2013 - 12:47 WIB
Lawan Persipura dengan kedisiplinan
A
A
A
Sindonews.com - Melawan tim sekelas Persipura Jayapura di partai perdana Indonesia Super League (ISL) musim ini, sudah cukup membuat kusut pikiran pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjaman.
Namun, Djanur meyakini ada beberapa hal dan faktor yang bisa membuat Persib mengakhiri catatan buruk setiap menghadapi Persipura. Diantaranya kedisiplinan dan ketenangan dalam bermain. Dengan kata lain buat Djanur tidak cukup modal teknis dan fisik memadai untuk mengalahkan tim sekelas Mutiara Hitam.
Diatas kertas materi pemain yang dimiliki Persib memang tidak kalah dari Persipura. Namun, kenyataannya Maung Bandung harus menyadari jika lawan yang dihadapi merupakan tim yang dibangun dengan fondasi dan visi prestasi jangka panjang.
Selain didukung kualitas individual yang menunjang. Persipura dihuni mayoritas pemain yang sudah sejak lama bermain bersama-sama. Tidak mengherankan jika di lapangan Persipura bisa dengan mudah menunjukkan diri sebagai klub yang cukup baik dalam memainkan sepak bola kolektif.
Sementara Persib yang seringkali gonta-ganti pelatih maupun materi pemain, seringkali dihadapkan pada masalah tim. Maung Bandung seringkali kesulitan menjadi sebuah unit. Selalu gagal menyatukan kualitas individual menjadi kekuatan yang utuh.
"Disiplin dan ketenangan bermain bisa menjadi kunci permainan. Memang masih harus terus diperbaiki. Tapi saya cukup senang karena para pemain selama pra musim ini, menunjukkan perkembangan menggembirakan. Mereka tahu kalau kedisiplinan maupun ketenangan di lapangan itu sangat lah penting," tegas Djanur.
Selama ini, Persib seringkali kesulitan setiap menghadapi Persipura. Terhitung sejak ISL musim 2008/2009, dari total 8 kali pertemuan, tak pernah sekalipun Persib bisa menundukkan Persipura. Bahkan musim lalu, Maung Bandung harus bertekuk lutut kepada Mutiara Hitam baik saat bermain di Bandung maupun Jayapura
Namun, Djanur meyakini ada beberapa hal dan faktor yang bisa membuat Persib mengakhiri catatan buruk setiap menghadapi Persipura. Diantaranya kedisiplinan dan ketenangan dalam bermain. Dengan kata lain buat Djanur tidak cukup modal teknis dan fisik memadai untuk mengalahkan tim sekelas Mutiara Hitam.
Diatas kertas materi pemain yang dimiliki Persib memang tidak kalah dari Persipura. Namun, kenyataannya Maung Bandung harus menyadari jika lawan yang dihadapi merupakan tim yang dibangun dengan fondasi dan visi prestasi jangka panjang.
Selain didukung kualitas individual yang menunjang. Persipura dihuni mayoritas pemain yang sudah sejak lama bermain bersama-sama. Tidak mengherankan jika di lapangan Persipura bisa dengan mudah menunjukkan diri sebagai klub yang cukup baik dalam memainkan sepak bola kolektif.
Sementara Persib yang seringkali gonta-ganti pelatih maupun materi pemain, seringkali dihadapkan pada masalah tim. Maung Bandung seringkali kesulitan menjadi sebuah unit. Selalu gagal menyatukan kualitas individual menjadi kekuatan yang utuh.
"Disiplin dan ketenangan bermain bisa menjadi kunci permainan. Memang masih harus terus diperbaiki. Tapi saya cukup senang karena para pemain selama pra musim ini, menunjukkan perkembangan menggembirakan. Mereka tahu kalau kedisiplinan maupun ketenangan di lapangan itu sangat lah penting," tegas Djanur.
Selama ini, Persib seringkali kesulitan setiap menghadapi Persipura. Terhitung sejak ISL musim 2008/2009, dari total 8 kali pertemuan, tak pernah sekalipun Persib bisa menundukkan Persipura. Bahkan musim lalu, Maung Bandung harus bertekuk lutut kepada Mutiara Hitam baik saat bermain di Bandung maupun Jayapura
(wbs)