Wow, lampu kandang PSS seharga Rp7,49 Miliar
Sabtu, 19 Januari 2013 - 15:21 WIB
Wow, lampu kandang PSS seharga Rp7,49 Miliar
A
A
A
Sindonews.com - Menjelang kompetisi Divisi Utama LPIS, Pemkab Sleman berbenah. Salah satunya adalah pengadaan lampu Stadion Maguwoharjo yang menjadi kandang PSS Sleman senilai Rp7,49 miliar. Pengerjaan pengadaan lampu tersebut berdurasi sekitar 50 hari, terhitung sejak 8 November 2012 sampai 28 Desember. Masa pemeliharaan masih berlangsung sampai Juli 2013.
Lampu tersebut akan diujicobakan nanti malam pukul 19.00 WIB pada laga persahabatan antara PSS Sleman kontra Persisko Jambi. Pertandingan frindly macth ini sepertinya menjadi pertaruhan layak tidaknya stadion yang terletak di Kecamatan Depok ini disebut berskala internasional, setidaknya menjadi salah satu stadion nasional alternatif di Indonesia.
Kepala UPT Stadion Maguharjo Sarah Waluyo mengatakan, jumlah lampu yang dipasang di 144 titik, masing-masing 72 titik di tribun barat dan tribun timur. Kebutuhan daya listrik untuk menghidupkan lampu tersebut sebesar 550 ribu watt atau 550 KPA. "Lampu penerangan stadion akan diujicobakan nanti malam," katanya, Sabtu (19/1/2013).
Dia menambahkan, dalam laga tersebut juga akan meminta masukan kepada pemain yang berlaga. Masukan dari pemain sangat penting karena berhubungan dengan nyaman dan tidaknya pemain bermain di stadion tersebut pada malam hari. "Masukan dari pemain sangat penting karena dia (pemain) merasa silau atau nyaman dengan lampu penerangan tersebut," imbuhnya.
Tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Sleman yang memiliki stadion dengan lampu penerangan yang sepadan dengan cahaya matahari dengan colour index mendekati angka 90. Setidaknya butuh enam tahun, stadion memiliki lampu terang benderang tersebut, yakni sejak 2006 sejak stadion digunakan.
Konsekuensinya adalah berkaitan dengan sewa stadion. Sebelum ada lampu penerangan, sewa stadion hanya Rp20 juta, namun setelah dipasangi lampu naik Rp5 juta atau menjadi Rp25 juta. "Kami berharap, adanya lampu ini membuat tim sepak bola bertanding di Maguwoharjo," pintanya.
Lampu tersebut akan diujicobakan nanti malam pukul 19.00 WIB pada laga persahabatan antara PSS Sleman kontra Persisko Jambi. Pertandingan frindly macth ini sepertinya menjadi pertaruhan layak tidaknya stadion yang terletak di Kecamatan Depok ini disebut berskala internasional, setidaknya menjadi salah satu stadion nasional alternatif di Indonesia.
Kepala UPT Stadion Maguharjo Sarah Waluyo mengatakan, jumlah lampu yang dipasang di 144 titik, masing-masing 72 titik di tribun barat dan tribun timur. Kebutuhan daya listrik untuk menghidupkan lampu tersebut sebesar 550 ribu watt atau 550 KPA. "Lampu penerangan stadion akan diujicobakan nanti malam," katanya, Sabtu (19/1/2013).
Dia menambahkan, dalam laga tersebut juga akan meminta masukan kepada pemain yang berlaga. Masukan dari pemain sangat penting karena berhubungan dengan nyaman dan tidaknya pemain bermain di stadion tersebut pada malam hari. "Masukan dari pemain sangat penting karena dia (pemain) merasa silau atau nyaman dengan lampu penerangan tersebut," imbuhnya.
Tentunya menjadi kebanggaan tersendiri bagi warga Sleman yang memiliki stadion dengan lampu penerangan yang sepadan dengan cahaya matahari dengan colour index mendekati angka 90. Setidaknya butuh enam tahun, stadion memiliki lampu terang benderang tersebut, yakni sejak 2006 sejak stadion digunakan.
Konsekuensinya adalah berkaitan dengan sewa stadion. Sebelum ada lampu penerangan, sewa stadion hanya Rp20 juta, namun setelah dipasangi lampu naik Rp5 juta atau menjadi Rp25 juta. "Kami berharap, adanya lampu ini membuat tim sepak bola bertanding di Maguwoharjo," pintanya.
(wbs)