Sumsel terlalu bergantung dua atlet gaek
Senin, 21 Januari 2013 - 17:53 WIB
Sumsel terlalu bergantung dua atlet gaek
A
A
A
Sindonews.com - Dua atlet atletik senior andalan Sumatera Selatan, Ni Putu Desi dan Jauhari Johan diprediksi masih bisa menorehkan prestasi dalam dua kali ajang multi even seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).
Apalagi dalam cabang olahraga atletik tidak ada batasan usia yang bisa menghalangi bagi keduanya untuk terus berkecimpung dalam dunia olahraga yang telah melambungkan namanya tersebut.
Sekretaris Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Sumsel, Zulfaini M Ropi mengungkapkan, dengan pengalaman dan kemampuan yang dimiliki keduanya, hingga kini mereka masih tetap diperhitungkan dalam perebutan medali di setiap even yang digelar terutama PON.
Terutama bagi atlet dengan spesialisasi dinomor lompat galah, Ni Putu Desi yang masih berhasil konsisten disetiap penampilannya baik itu diajang kejuaraan nasional hingga PON yang merupakan even tertinggi dikancah domestik.
"Ya, untuk nomor lompat galah, Ni Putu Desi hingga saat ini memang belum ada yang mampu menyaingi kualitas yang dimilikinya. Tetapi untuk Jauhari, dia masih memiliki peluang jika turun dinomor marathon. Sedangkan dinomor lari jarak jauh, dia nampaknya sulit untuk menyaingi Agung Suprayogo,"ujarnya.
Hal itu sangat kontras terlihat ketika dirinya masih mampu penyumbangkan medali emas pada PON XVIII di Riau tahun 2012 lalu, dengan ketinggian lompatan 3.40 meter.
Meskipun pada saat itu dirinya harus bersaing dengan para atlet yang usianya lebih muda seperti Sundari dari Kalimantan Barat diposisi kedua dengan capaian 3.40 meter walaupun telah mencoba berkali-kali. Begitupula atlet dari DKI Jakarta, Alia Basalamah di peringkat ketiga dengan tinggi lompatan 3.30 meter.
Lompatan itu sebenarnya masih jauh dari rekor terbaiknya. Atlet asal Bali peraih medali emas SEA Games tahun 2003 lalu ini merupakan pemegang rekor PON dengan lompatan setinggi 3.65 meter serta rekor nasional dengan lompatan 4.10 meter.
Padahal sebelumnya dia hanya menargetkan mencapai lompatan 3.10 meter pada PON tahun 2012 sehingga dia hanya membawa galah yang lompatan maksimalnya setinggi 3.60 meter. Sehingga, apabila dipaksakan melakukan lompatan lebih dari itu diyakini tidak mungkin bisa karena galah akan melentur.
Sebelumnya pada dua kali penyelenggaraan PON yakni PON XVII tahun 2008 di Kalimantan Timur, dia berhasil melakukan lompatan setinggi 3.80 meter. Sedangkan pada PON XVI Palembang Desi membukukan lompatan setinggi 3.50 meter.
''Tentunya senang dengan pencapaian ini dan sebetulnya semua atlet kita sudah berjuang maksimal mencapai hasil terbaik. Namun, keberuntungan yang belum bersama mereka dan lompatan hari ini sudah raihan maksimal bagi saya,”katanya ketika itu.
Ke depan, dirinya akan terus melakukan program latihan mempersiapkan diri jika mendapat panggilan dari PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) untuk memperkuat Indonesia di SEA Games 2013 mendatang.
Apalagi dalam cabang olahraga atletik tidak ada batasan usia yang bisa menghalangi bagi keduanya untuk terus berkecimpung dalam dunia olahraga yang telah melambungkan namanya tersebut.
Sekretaris Umum Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Sumsel, Zulfaini M Ropi mengungkapkan, dengan pengalaman dan kemampuan yang dimiliki keduanya, hingga kini mereka masih tetap diperhitungkan dalam perebutan medali di setiap even yang digelar terutama PON.
Terutama bagi atlet dengan spesialisasi dinomor lompat galah, Ni Putu Desi yang masih berhasil konsisten disetiap penampilannya baik itu diajang kejuaraan nasional hingga PON yang merupakan even tertinggi dikancah domestik.
"Ya, untuk nomor lompat galah, Ni Putu Desi hingga saat ini memang belum ada yang mampu menyaingi kualitas yang dimilikinya. Tetapi untuk Jauhari, dia masih memiliki peluang jika turun dinomor marathon. Sedangkan dinomor lari jarak jauh, dia nampaknya sulit untuk menyaingi Agung Suprayogo,"ujarnya.
Hal itu sangat kontras terlihat ketika dirinya masih mampu penyumbangkan medali emas pada PON XVIII di Riau tahun 2012 lalu, dengan ketinggian lompatan 3.40 meter.
Meskipun pada saat itu dirinya harus bersaing dengan para atlet yang usianya lebih muda seperti Sundari dari Kalimantan Barat diposisi kedua dengan capaian 3.40 meter walaupun telah mencoba berkali-kali. Begitupula atlet dari DKI Jakarta, Alia Basalamah di peringkat ketiga dengan tinggi lompatan 3.30 meter.
Lompatan itu sebenarnya masih jauh dari rekor terbaiknya. Atlet asal Bali peraih medali emas SEA Games tahun 2003 lalu ini merupakan pemegang rekor PON dengan lompatan setinggi 3.65 meter serta rekor nasional dengan lompatan 4.10 meter.
Padahal sebelumnya dia hanya menargetkan mencapai lompatan 3.10 meter pada PON tahun 2012 sehingga dia hanya membawa galah yang lompatan maksimalnya setinggi 3.60 meter. Sehingga, apabila dipaksakan melakukan lompatan lebih dari itu diyakini tidak mungkin bisa karena galah akan melentur.
Sebelumnya pada dua kali penyelenggaraan PON yakni PON XVII tahun 2008 di Kalimantan Timur, dia berhasil melakukan lompatan setinggi 3.80 meter. Sedangkan pada PON XVI Palembang Desi membukukan lompatan setinggi 3.50 meter.
''Tentunya senang dengan pencapaian ini dan sebetulnya semua atlet kita sudah berjuang maksimal mencapai hasil terbaik. Namun, keberuntungan yang belum bersama mereka dan lompatan hari ini sudah raihan maksimal bagi saya,”katanya ketika itu.
Ke depan, dirinya akan terus melakukan program latihan mempersiapkan diri jika mendapat panggilan dari PB Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) untuk memperkuat Indonesia di SEA Games 2013 mendatang.
(aww)