Agung enggan diduetkan dengan Widyantoro
Sabtu, 02 Februari 2013 - 14:09 WIB
Agung enggan diduetkan dengan Widyantoro
A
A
A
Sindonews.com - Persis Solo versi LPIS sudah menunjuk Widyantoro sebagai pelatih satu musim ke depan. Untuk meringankan beban, managemen Persis LPIS berencana menduetkan Widyantoro dengan caretacker tim rival, Persis versi Liga Indonesia (Liga), Agung Setyabudi. Agung akan diplot sebagai asisten pelatih Persis LPIS.
Managemen Persis LPIS beranggapan duet Wiwid (sapaan akrab Widyantoro) dengan Agung sangat cocok. Terlebih Wiwid dan Agung sudah salingmengenal. Saat keduanya berkarir sebagai pemain, pernah membela Arseto Solo saat masih bernama kompetisi Galatama. Bak di dalam dan luar lapangan, keduanya tampak akrab.
Namun, Agung masih enggan berduet dengan kawannya itu. Sejauh ini, Agung masih setia membela panji Persis Liga sebagai pelatih. Agung terus intensif melakukan pemantauan terhadap calon pemain yang diprediksi bakal menjadi bagian skuad Persis di Divisi Utama PT Liga. "Jika Persis (Liga) masih berlanjut (ikut kompetisi), saya memutuskan
untuk tetap berada di sana," katanya, Sabtu (2/2/2013)
Pria kelahiran Solo 2 November 1972 ini mengakui, apa yang sudah dijalani bersama Persis Liga merupakan amanah yang harus dilakukan. Dia harus mengikuti instruksi dari atasannya. Dia tidak menampik idealnya dualisme Persis diakhiri atau kembali bersatu. "Idealnya Persis bersatu, namun saya memilih satu komando. Saya akan menjalankan
tugas yang sudah saya jalani (pelatih Persis versi Liga)," ungkapnya.
Eks pemain Arseto Solo, PSIS Semarang, Persebaya dan Persis Solo ini juga ingin mengormati managemen Persis Liga yang sudah memberikan kepercayaan untuk menjadi pelatih tim yang berlaga di bawah operator PT Liga. Dia juga menghormati keinginan managemen Persis LPIS yang berhasrat menjadikannya sebagai asisten pelatih. "Namun, selama Pengcab PSSI Surakarta belum mengambil keputusan, saya memilih
bertahan di sini (Persis Liga)," imbuhnya.
Seperti diketahui, Persis versi Liga sampai saat ini mash limbung. Persis yang dibesut Agung belum membentuk tim, apalagi mengontrak pemain. Pasalnya, belum ada sponsor yang bersedia mendanai semusim penuh. Ironisnya, Divisi Utama PT Liga yang dikutinya sudah bergulir sepekan lalu.
Persis Liga yang berada dalam ketidakpastian ini membuat managemen Persis LPIS 'memanfaatkan' kondisi saudara kembarnya itu. Persis LPIS ingin membajak pelatih Persis Liga untuk dijadikan asisten pelatih mendampingi pelatih kepala Widyantoro.
Managemen Persis LPIS beranggapan duet Wiwid (sapaan akrab Widyantoro) dengan Agung sangat cocok. Terlebih Wiwid dan Agung sudah salingmengenal. Saat keduanya berkarir sebagai pemain, pernah membela Arseto Solo saat masih bernama kompetisi Galatama. Bak di dalam dan luar lapangan, keduanya tampak akrab.
Namun, Agung masih enggan berduet dengan kawannya itu. Sejauh ini, Agung masih setia membela panji Persis Liga sebagai pelatih. Agung terus intensif melakukan pemantauan terhadap calon pemain yang diprediksi bakal menjadi bagian skuad Persis di Divisi Utama PT Liga. "Jika Persis (Liga) masih berlanjut (ikut kompetisi), saya memutuskan
untuk tetap berada di sana," katanya, Sabtu (2/2/2013)
Pria kelahiran Solo 2 November 1972 ini mengakui, apa yang sudah dijalani bersama Persis Liga merupakan amanah yang harus dilakukan. Dia harus mengikuti instruksi dari atasannya. Dia tidak menampik idealnya dualisme Persis diakhiri atau kembali bersatu. "Idealnya Persis bersatu, namun saya memilih satu komando. Saya akan menjalankan
tugas yang sudah saya jalani (pelatih Persis versi Liga)," ungkapnya.
Eks pemain Arseto Solo, PSIS Semarang, Persebaya dan Persis Solo ini juga ingin mengormati managemen Persis Liga yang sudah memberikan kepercayaan untuk menjadi pelatih tim yang berlaga di bawah operator PT Liga. Dia juga menghormati keinginan managemen Persis LPIS yang berhasrat menjadikannya sebagai asisten pelatih. "Namun, selama Pengcab PSSI Surakarta belum mengambil keputusan, saya memilih
bertahan di sini (Persis Liga)," imbuhnya.
Seperti diketahui, Persis versi Liga sampai saat ini mash limbung. Persis yang dibesut Agung belum membentuk tim, apalagi mengontrak pemain. Pasalnya, belum ada sponsor yang bersedia mendanai semusim penuh. Ironisnya, Divisi Utama PT Liga yang dikutinya sudah bergulir sepekan lalu.
Persis Liga yang berada dalam ketidakpastian ini membuat managemen Persis LPIS 'memanfaatkan' kondisi saudara kembarnya itu. Persis LPIS ingin membajak pelatih Persis Liga untuk dijadikan asisten pelatih mendampingi pelatih kepala Widyantoro.
(wbs)