Gli Azzurri berharap pemain muda tampil ganas
Jum'at, 08 Februari 2013 - 10:03 WIB
Gli Azzurri berharap pemain muda tampil ganas
A
A
A
Sindonews.com - Marco Verratti menjadi penyelamat Italia.Sumbangan golnya ke gawang Belanda membawa Gli Azzurri memetik hasil imbang 1-1 pada laga uji coba, dini hari kemarin.
Hasil imbang yang dicapai finalis Piala Eropa 2012 ini sebenarnya mengecewakan. Sebab,harapan tinggi awalnya dibebankan kepada sejumlah pemain muda setelah dinilai berkembang cukup baik di liga. Allenatore Cesare Prandelli memasukkan sejumlah bintang muda sebagai bagian proses regenerasi yang dilakukan.Akan tetapi,capaiannya memang belum maksimal.
Menyikapi hal ini,pemain senior Italia Gianluigi Buffon mengatakan bahwa Italia memang dalam proses regenerasi. Menurut dia,dalam proses tersebut memang diperlukan waktu agar sejumlah pemain muda berkembang.Dan, Verratti menjadi salah satu aset yang bisa menjadi harapan masa depan Italia ”Setelah ini ada Piala Konfederasi (2013) dan Piala Dunia 2014.Artinya, akan banyak ujian bagi pemain muda. Saya berharap mereka bisa menciptakan momentum sebelum tampil di Brasil,” ungkap Buffon,dikutip Football Italia.
Portero Juventus itu menambahkan, strategi yang diterapkan Prandelli pun tak sepenuhnya menjadi penyebab hasil imbang.Apakah itu 4-3-3, 4-3-1-2,atau skema lain pasti membuahkan hasil jika diterapkan dengan tepat.”Formasi 4-3-3 masih bisa dimaksimalkan.Pasalnya, kami baru memakainya selama satu setengah hari,” tutur Buffon. Jika Buffon sedikit bijak dengan hasil yang dicapai,tidak demikian dengan Riccardo Montolivo.Gelandang AC Milan itu menilai,permainan Italia terlalu pasif. Itu diperparah kurang tepatnya alur permainan yang menyebabkan minimnya peluang tercipta serta buruknya penyelesaian akhir.
”Ini bukan soal taktik. Permasalahannya adalah kami bermain terlalu pasif.Cara pendekatan kami pada pertandingan kurang tepat.Kami baru bisa tampil baik menjelang akhir pertandingan dan mendapatkan hasil. Tentunya kami tidak bisa bermain dengan cara serupa pada laga kualifikasi atau laga resmi,”papar Montolivo.
Pernyataan Montolivo didasari strategi yang diterapkan Prandelli.Pada awalnya,Italia mengusung 4-3-3,tapi tim tamu tidak pernah mampu melesakkan tembakan ke gawang selama memakai skema itu.Itu baru berubah setelah pakemnya diganti menjadi 4-3-1-2. Namun,Montolivo menegaskan bahwa melempemnya performa Italia pada babak pertama bukan sepenuhnya karena formasi,melainkan pendekatan dan cara bermain sebagai biang keladinya.
”Ada dua opsi yang bisa digunakan.Kami tidak bisa agresif ketika Belanda menguasai bola.Itu membuat kami kesulitan,”ujar Montolivo. Pada laga ini,Belanda unggul lebih dahulu melalui gol Jeremain Lens pada menit ke-33.Unggul cepat,tim oranye tampak percaya diri dengan permainannya. Namun,Verratti menyamakan keadaan pada menit ke-90. Pelatih Belanda Louis van Gaal mengaku kecewa dengan hasil imbang anak asuhnya.
Ini lantaran timnya gagal memanfaatkan sejumlah peluang yang semestinya bisa dikonversi menjadi gol. ”Kami mencipta banyak peluang.Kami semestinya memenangi laga ini,” ujarnya.
Hasil imbang yang dicapai finalis Piala Eropa 2012 ini sebenarnya mengecewakan. Sebab,harapan tinggi awalnya dibebankan kepada sejumlah pemain muda setelah dinilai berkembang cukup baik di liga. Allenatore Cesare Prandelli memasukkan sejumlah bintang muda sebagai bagian proses regenerasi yang dilakukan.Akan tetapi,capaiannya memang belum maksimal.
Menyikapi hal ini,pemain senior Italia Gianluigi Buffon mengatakan bahwa Italia memang dalam proses regenerasi. Menurut dia,dalam proses tersebut memang diperlukan waktu agar sejumlah pemain muda berkembang.Dan, Verratti menjadi salah satu aset yang bisa menjadi harapan masa depan Italia ”Setelah ini ada Piala Konfederasi (2013) dan Piala Dunia 2014.Artinya, akan banyak ujian bagi pemain muda. Saya berharap mereka bisa menciptakan momentum sebelum tampil di Brasil,” ungkap Buffon,dikutip Football Italia.
Portero Juventus itu menambahkan, strategi yang diterapkan Prandelli pun tak sepenuhnya menjadi penyebab hasil imbang.Apakah itu 4-3-3, 4-3-1-2,atau skema lain pasti membuahkan hasil jika diterapkan dengan tepat.”Formasi 4-3-3 masih bisa dimaksimalkan.Pasalnya, kami baru memakainya selama satu setengah hari,” tutur Buffon. Jika Buffon sedikit bijak dengan hasil yang dicapai,tidak demikian dengan Riccardo Montolivo.Gelandang AC Milan itu menilai,permainan Italia terlalu pasif. Itu diperparah kurang tepatnya alur permainan yang menyebabkan minimnya peluang tercipta serta buruknya penyelesaian akhir.
”Ini bukan soal taktik. Permasalahannya adalah kami bermain terlalu pasif.Cara pendekatan kami pada pertandingan kurang tepat.Kami baru bisa tampil baik menjelang akhir pertandingan dan mendapatkan hasil. Tentunya kami tidak bisa bermain dengan cara serupa pada laga kualifikasi atau laga resmi,”papar Montolivo.
Pernyataan Montolivo didasari strategi yang diterapkan Prandelli.Pada awalnya,Italia mengusung 4-3-3,tapi tim tamu tidak pernah mampu melesakkan tembakan ke gawang selama memakai skema itu.Itu baru berubah setelah pakemnya diganti menjadi 4-3-1-2. Namun,Montolivo menegaskan bahwa melempemnya performa Italia pada babak pertama bukan sepenuhnya karena formasi,melainkan pendekatan dan cara bermain sebagai biang keladinya.
”Ada dua opsi yang bisa digunakan.Kami tidak bisa agresif ketika Belanda menguasai bola.Itu membuat kami kesulitan,”ujar Montolivo. Pada laga ini,Belanda unggul lebih dahulu melalui gol Jeremain Lens pada menit ke-33.Unggul cepat,tim oranye tampak percaya diri dengan permainannya. Namun,Verratti menyamakan keadaan pada menit ke-90. Pelatih Belanda Louis van Gaal mengaku kecewa dengan hasil imbang anak asuhnya.
Ini lantaran timnya gagal memanfaatkan sejumlah peluang yang semestinya bisa dikonversi menjadi gol. ”Kami mencipta banyak peluang.Kami semestinya memenangi laga ini,” ujarnya.
(wbs)