Botha: Saya disogok untuk mengalah dari Williams
Rabu, 13 Februari 2013 - 12:46 WIB
Botha: Saya disogok untuk mengalah dari Williams
A
A
A
Sindonews.com - Pengakuan mengejutkan dilontarkan oleh Francois Botha. Petinju asal Afrika Selatan ini mengaku disogok 150 ribu dolar Australia (sekitar Rp 1,4 miliar) untuk mengalah dalam pertarungannya melawan Sonny Bill Williams, beberapa waktu lalu.
Diceritakan Botha, dirinya diundang untuk bertemu dengan manajer Williams, Khoder Nasser. Pada saat itulah, Nasser memberikan penawaran yang menggiurkan untuk petinju berusia 44 tahun tersebut. Namun, tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh Botha.
"Saya tak diberitahu kemana kami pergi. Ketika kami berhenti disebuah taman, ponsel saya disita dan diberikan kepada seorang pria di dalam mobil,"kata Botha kepada Radio LiveSport.
"Lalu saya berjalan (dengan Nasser), dan selama perjalanan itu, saya ditawari 150 ribu dolar Australia untuk mengalah. Saya berkata, 'tidak, saya tak bisa melakukannya.'" ia menambahkan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Botha akhirnya mengalami kekalahan dalam laga yang menimbulkan beberapa kontroversi itu. Selain aturan dalam pertandingan itu diubah, Botha juga dinyatakan gagal tes doping dan terancam sanksi.
Diceritakan Botha, dirinya diundang untuk bertemu dengan manajer Williams, Khoder Nasser. Pada saat itulah, Nasser memberikan penawaran yang menggiurkan untuk petinju berusia 44 tahun tersebut. Namun, tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh Botha.
"Saya tak diberitahu kemana kami pergi. Ketika kami berhenti disebuah taman, ponsel saya disita dan diberikan kepada seorang pria di dalam mobil,"kata Botha kepada Radio LiveSport.
"Lalu saya berjalan (dengan Nasser), dan selama perjalanan itu, saya ditawari 150 ribu dolar Australia untuk mengalah. Saya berkata, 'tidak, saya tak bisa melakukannya.'" ia menambahkan.
Seperti diberitakan sebelumnya, Botha akhirnya mengalami kekalahan dalam laga yang menimbulkan beberapa kontroversi itu. Selain aturan dalam pertandingan itu diubah, Botha juga dinyatakan gagal tes doping dan terancam sanksi.
(wir)