Kondisi fisik masih jadi kendala Persis LPIS
Selasa, 05 Maret 2013 - 17:23 WIB
Kondisi fisik masih jadi kendala Persis LPIS
A
A
A
Sindonews.com - Tim Persis Solo versi LPIS masih memiliki kendala sebelum mengarungi kompetisi Divisi Utama LPIS akhir Maret mendatang. Kelemahan mendasar tim berjuluk Laskar Sambernyawa adalah staminan pemain yang belum memuaskan. Kekalahan dari Persibangga Purbalingga dalam uji coba salah satunya karena stamina pemain yang belum bisa energik selama 90 menit.
Pelatih Persis LPIS Widyantoro mengakui meski kalah 1-2 dalam friendly match kontra tim promosi Divisi Utama LPIS Persibangga, namun Persis LPIS tetap menjanjikan. Secara teknis dan kolektivitas tim kebanggaan publik Kota Bengawan mengalami peningkatan yang cukup siginifikan. "Kita kalah, namun tim ini tetap prospektif," katanya, Selasa (5/3/2013).
Menurut dia, strategi yang diterapkan sudah berjalan, jauh lebih baik dibanding tiga pertandingan uji coba sebelumnya. Instruksi yang diberikan dari pinggir lapangan juga sudah dipahami Ferry Anto dkk. Dari segi penguasaan ball possession juga lebih bagus. "Kami yakin, tim ini bisa bersaing di ajang resmi nantinya," tegasnya.
Namun, kelemahan mendasar tim besutannya adalah kondisi fisik pemain yang tidak maksimal selama 90 menit. "Jika kondisi fisik pemain mantap, kita bisa menyamakan kedudukan. Itu menjadi salah satu faktor kita kalah 1-2 dari Persibangga. Kondisi lapangan yang basah usai diguyur hujan juga membuat pola permainan kurang berkembang,"
jelasnya.
Eks Pelatih PPSM Magelang dan PSS Sleman ini mengakui masih ada waktu untuk meningkatkan fisik pemain. Setidaknya dalam tempo dua pekan ke depan, stamina fisik pemain sudah lebih bagus dibanding sekarang ini. "Ya, kelemahan kita adalah pada kondisi stamina pemain. Namun, masih ada waktu untuk memperbaikinya," ujarnya.
Wiwid -sapaaan akrab Widyantoro- menambahkan, kekalahan dari Persibangga juga memberi pelajaran berharga bagi tim yang berdiri sejak 1923 ini. Setidaknya dari materi pemain, berdasarkan evaluasi yang sudah dilakukan kelemahan terletak di sektor center back. Di posisi tersebut memang kerap menjadi titik lemah Persis LPIS selama ini.
Tak heran, Wiwid terus meminta kepada managemen untuk mendatangkan pemain yang beroperasi di sektor vital tersebut. "Di sektor tersebut kerap mudah ditembus lawan. Jika tidak menemukan pemain di posisi tersebut, kami akan memaksimalkan pemain yang ada, misalnya dengan menggeser posisi Hendri di posisi center back meski sebenarnya dia (Hendri) tidak beroperasi di area tersebut," paparnya.
Sementara itu, kekalahan dari Persibangga ini memutus tiga kemenangan Persis LPIS yang sudah dijalani selama ini. Dua gol Persibangga dicetak legiun asing asal Belanda Djamal Leeflang, sedangkan gol semata wayang Persis LPIS dicetak Ferry Anto. Sebelumnya, Persis LPIS mengalahkan AT Farmasi, Persebi Boyolali dan PPSM Magelang.
Pelatih Persis LPIS Widyantoro mengakui meski kalah 1-2 dalam friendly match kontra tim promosi Divisi Utama LPIS Persibangga, namun Persis LPIS tetap menjanjikan. Secara teknis dan kolektivitas tim kebanggaan publik Kota Bengawan mengalami peningkatan yang cukup siginifikan. "Kita kalah, namun tim ini tetap prospektif," katanya, Selasa (5/3/2013).
Menurut dia, strategi yang diterapkan sudah berjalan, jauh lebih baik dibanding tiga pertandingan uji coba sebelumnya. Instruksi yang diberikan dari pinggir lapangan juga sudah dipahami Ferry Anto dkk. Dari segi penguasaan ball possession juga lebih bagus. "Kami yakin, tim ini bisa bersaing di ajang resmi nantinya," tegasnya.
Namun, kelemahan mendasar tim besutannya adalah kondisi fisik pemain yang tidak maksimal selama 90 menit. "Jika kondisi fisik pemain mantap, kita bisa menyamakan kedudukan. Itu menjadi salah satu faktor kita kalah 1-2 dari Persibangga. Kondisi lapangan yang basah usai diguyur hujan juga membuat pola permainan kurang berkembang,"
jelasnya.
Eks Pelatih PPSM Magelang dan PSS Sleman ini mengakui masih ada waktu untuk meningkatkan fisik pemain. Setidaknya dalam tempo dua pekan ke depan, stamina fisik pemain sudah lebih bagus dibanding sekarang ini. "Ya, kelemahan kita adalah pada kondisi stamina pemain. Namun, masih ada waktu untuk memperbaikinya," ujarnya.
Wiwid -sapaaan akrab Widyantoro- menambahkan, kekalahan dari Persibangga juga memberi pelajaran berharga bagi tim yang berdiri sejak 1923 ini. Setidaknya dari materi pemain, berdasarkan evaluasi yang sudah dilakukan kelemahan terletak di sektor center back. Di posisi tersebut memang kerap menjadi titik lemah Persis LPIS selama ini.
Tak heran, Wiwid terus meminta kepada managemen untuk mendatangkan pemain yang beroperasi di sektor vital tersebut. "Di sektor tersebut kerap mudah ditembus lawan. Jika tidak menemukan pemain di posisi tersebut, kami akan memaksimalkan pemain yang ada, misalnya dengan menggeser posisi Hendri di posisi center back meski sebenarnya dia (Hendri) tidak beroperasi di area tersebut," paparnya.
Sementara itu, kekalahan dari Persibangga ini memutus tiga kemenangan Persis LPIS yang sudah dijalani selama ini. Dua gol Persibangga dicetak legiun asing asal Belanda Djamal Leeflang, sedangkan gol semata wayang Persis LPIS dicetak Ferry Anto. Sebelumnya, Persis LPIS mengalahkan AT Farmasi, Persebi Boyolali dan PPSM Magelang.
(wbs)