Kondisi minimal, Suimin bela pemain tampil maksimal
Senin, 11 Maret 2013 - 18:54 WIB
Kondisi minimal, Suimin bela pemain tampil maksimal
A
A
A
Sindonews.com - PSMS Medan versi PT LI belum pernah sekalipun aman dari gol lawan alias menorehkan catatan clean sheets dari empat laga di Divisi Utama musim ini. Delapan gol bersarang di gawang tim berjuluk Ayam Kinantan menjadi alarm peringatan yang harus disikapi.
Menghadapi Persisko Tanjung Jabung Barat, Jambi, Kamis (14/3) mendatang di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, publik masih menantikan rekor buruk atau catatan baik yang akan tercipta.
Lini belakang pantas menjadi sorotan, lantaran, jika lebih kukuh, akumulasi tujuh gol yang disarangkan PSMS ke gawang lawan menempatkan PSMS sebagai tim paling subur di klasemen sementara grup.
Pelatih kepala Suimin Diharja menyayangkan anak asuhnya tidak bisa memanfaatkan tiga laga kandang dengan poin penuh. Namun, pria yang menjuluki dirinya pelatih Kampung ini juga menepis anggapan, M Afan Lubis cs tidak bermain maksimal.
"Saya tidak mau bilang tim bermain buruk, fakta di tengah situasi. Seperti ini, mereka masih mau dan bisa berjuang habis-habisan. Mereka tampil sangat maksimal meski dengan hasil minim. Tapi perlu diingat, ada banyak faktor yang membuat kondisinya seperti itu,"katanya, Senin (11/3).
Suimin enggan menyebutkan kondisi yang dimaksud, namun, permasalahan finansial yang terus mendera tim sejak awal kompetisi menjadi biang kerok hasil yang dicapai.
Mulai dari tuntutan pengucuran gaji yang tak kunjung terealisasi, kondisi diperparah dengan asupan makanan pemain setelah dapur PSMS hanya sesekali mengepul, sampai tidak tersedianya vitamin atau suplemen sebagaimana seharusnya tim profesional. Terpaksa, program tim harus disesuaikan dengan kondisi yang ada.
Suimin juga mengomandoi ppara asistennya untuk tidak memaksakan latihan dengan intensitas tinggi kepada punggawa asuhannya. "Kita enggak bisa paksa anak-anak latihan keras, takutnya sakit
kuning," ucapnya.
Entah apa yang ada di ppikiran Ketua Umumnya, Indra Sakti Harahap, yang masih terus memaksakan pemain berlatih dan bermain namun tanpa memenuhi kebutuhan mendasar yang selayaknya diberikan. Indra Sakti Harahap dkk, terkesan tidak peduli pada situasi tersebut.
Suimin juga terkesan tidak memberikan respons apa-apa atas kondisi yang dialami timnya. Belum ada ucapan sebagai bentuk ketidaksanggupan dari dirinya dengan kondisi yang dialami. "Kami tak pernah berpikir untuk menyerah, apalagi berharap hasil buruk.''
Tidak satupun tim sepak bola di dunia ini punya pikiran seperti itu. Karena itu, sisa waktu persiapan
yang ada, kami akan evaluasi kesalahan yang ada. Sekaligus meningkatkan lagi mutu permainan yang sudah dicapai di laga sebelumnya," pungkasnya.
Menghadapi Persisko Tanjung Jabung Barat, Jambi, Kamis (14/3) mendatang di Stadion Baharoeddin Siregar, Lubukpakam, publik masih menantikan rekor buruk atau catatan baik yang akan tercipta.
Lini belakang pantas menjadi sorotan, lantaran, jika lebih kukuh, akumulasi tujuh gol yang disarangkan PSMS ke gawang lawan menempatkan PSMS sebagai tim paling subur di klasemen sementara grup.
Pelatih kepala Suimin Diharja menyayangkan anak asuhnya tidak bisa memanfaatkan tiga laga kandang dengan poin penuh. Namun, pria yang menjuluki dirinya pelatih Kampung ini juga menepis anggapan, M Afan Lubis cs tidak bermain maksimal.
"Saya tidak mau bilang tim bermain buruk, fakta di tengah situasi. Seperti ini, mereka masih mau dan bisa berjuang habis-habisan. Mereka tampil sangat maksimal meski dengan hasil minim. Tapi perlu diingat, ada banyak faktor yang membuat kondisinya seperti itu,"katanya, Senin (11/3).
Suimin enggan menyebutkan kondisi yang dimaksud, namun, permasalahan finansial yang terus mendera tim sejak awal kompetisi menjadi biang kerok hasil yang dicapai.
Mulai dari tuntutan pengucuran gaji yang tak kunjung terealisasi, kondisi diperparah dengan asupan makanan pemain setelah dapur PSMS hanya sesekali mengepul, sampai tidak tersedianya vitamin atau suplemen sebagaimana seharusnya tim profesional. Terpaksa, program tim harus disesuaikan dengan kondisi yang ada.
Suimin juga mengomandoi ppara asistennya untuk tidak memaksakan latihan dengan intensitas tinggi kepada punggawa asuhannya. "Kita enggak bisa paksa anak-anak latihan keras, takutnya sakit
kuning," ucapnya.
Entah apa yang ada di ppikiran Ketua Umumnya, Indra Sakti Harahap, yang masih terus memaksakan pemain berlatih dan bermain namun tanpa memenuhi kebutuhan mendasar yang selayaknya diberikan. Indra Sakti Harahap dkk, terkesan tidak peduli pada situasi tersebut.
Suimin juga terkesan tidak memberikan respons apa-apa atas kondisi yang dialami timnya. Belum ada ucapan sebagai bentuk ketidaksanggupan dari dirinya dengan kondisi yang dialami. "Kami tak pernah berpikir untuk menyerah, apalagi berharap hasil buruk.''
Tidak satupun tim sepak bola di dunia ini punya pikiran seperti itu. Karena itu, sisa waktu persiapan
yang ada, kami akan evaluasi kesalahan yang ada. Sekaligus meningkatkan lagi mutu permainan yang sudah dicapai di laga sebelumnya," pungkasnya.
(aww)