Wali kota Medan diminta akhiri dualisme PSMS

Selasa, 19 Maret 2013 - 15:08 WIB
Wali kota Medan diminta...
Wali kota Medan diminta akhiri dualisme PSMS
A A A
Sindonews.com - Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Hotel Borobudur, Minggu (17/3) lalu tidak menghasilkan keputusan berarti bagi dualisme di tubuh PSMS Medan. Klub berjuluk Ayam Kinantan diminta untuk menyelesaikan konflik dengan cara persuasif.

Ketua Umum PSMS Medan versi PT Liga Prima Indonesia (LPIS), Benny Sihotang mengatakan, pihaknya berharap, Wali Kota Medan Rahudman Harahap segera menyelesaikan konflik dualisme di tubuh PSMS, dan memilih PSMS mana yang layak untuk mengikuti kompetisi.

Menurutnya, kondisi krisis finansial yang melanda PSMS PT LI dan juga kekurangsiapan pihaknya menatap kompetisi Divisi Utama (DU) PT LPIS terjadi karena dualisme yang menyebabkan sonsor enggan masuk untuk memberikan kucuran dana sebagai modal mengarungi kompetisi.

"Baik di PSMS LI, ataupun PSMS ini (LPIS), kondisi ini membuat sponsor enggan masuk. Sponsor bilang sama kami, mereka mau masuk kalau PSMS satu. Kami meminta wali kota Medan untuk menyelesaikan masalah ini dengan memilih salah satu PSMS yang dinilai tepat untuk mengarungi kompetisi," ujar Benny kepada HATTRICK kemarin.

Untuk menjaga netralitas pada keputusan wali kota Medan nantinya, Benny mengatakan, pihaknya meminta campur tangan KONI Kota Medan pimpinan Dzulhifzi Lubis. Mengandalkan wakil ketua umum PSMS PT LPIS, Julius Raja yang juga pejabat struktural di KONI Medan, Benny yakin, keputusan netral akan dicapai.

"Apa pun yang diputuskan pak wali (Rahudman) nantinya, kami akan ikuti. Saya rasa, kubu sebelah juga sejalan dengan saya. Kalau PSMS saya yang dianggap layak, saya maju. Kalau tidak, saya siap mundur dan menyarankan kawan-kawan di kepengurusan juga mundur dari PSMS," ungkapnya.

Menurutnya, pihaknya maupun PSMS versi PT LI kepemimpinan Indra Sakti Harahap, saat KLB PSSI, sudah sepakat untuk mengakhiri dualisme yang terjadi. Menerima saran dari Ketua Umum PSMS, Djohar Arifin dan Chief Executive Officer (CEO) PT Liga Indonesia, kedua kubu siap untuk mengakhiri dualisme.

Namun disinyalir, langkah Benny Sihotang yang terkesan pasrah terjadi lantaran ketidaksiapan kepengurusannya untuk mengikuti kompetisi lantaran ketiadaan dana. Apalagi, hingga kini, belum satupun pemain yang menerima sodoran kontrak yang berimbas kepada belum digelarnya pemusatan latihan.

Benny membantah hal tersebut. Menurutnya, keengganan sponsor masuk lantaran dualisme, menyebabkan pihaknya legowo untuk melebur, dengan harapan, setelah satu, akan ada sponsor yang masuk ke PSMS.

Saat ini, pihaknya masih menunggu perkembangan dari langkah yang ditempuh Julius Raja terkait penyatuan PSMS Medan. Hingga keputusan dikeluarkan, pihaknya mengaku belum bisa melakukan langkah apapun, termasuk mengontrak pemain.

"Yang jelas, divisi utama PT LPIS bergulir April nanti, dan PSMS PT LI sudah bergulir. Jadi mana yang diputuskan untuk terus maju, kami akan ikuti karena keputusan itu datang dari wali kota sebagai orang tua kami di Medan ini," ungkap direktur utama (Dirut) perusahaan daerah (PD) Pasar Kota Medan itu.

Sementara, Indra Sakti Harahap belum dapat dikonfirmasi soal tanggapannya mengenai wacana penyatuan PSMS.

Namun, perlu dijadikan catatan, mereka berpotensi enggan menyetujui lantaran sejak awal pembentukan PSMS LPIS saat rapat anggota luar biasa (RALB) PSMS di Hotel Santika akhir tahun lalu, pihak Indra Sakti dengan jelas menolak kehadirannnya, lantaran kepengurusan PSMS hasil rapat umum luar biasa (RULB) PSMS di Hotel Candi Medan sebelumnya, mereka sudah menentukan kepengurusan PSMS Medan.

Sementara, Ketua KONI Medan, Dzulhifzi Lubis yang dikonfirmasi soal permintaan kepada pihaknya sebagai mediator penyatuan PSMS Medan, mengaku belum memperoleh kabar soal penunjukan itu. Namun, jika dipercaya, pria yang akrab disapa Opun Ladon itu bersedia. "Tentunya bersedia kalau kami diminta untuk terlibat. Kami juga ingin PSMS ini satu. Tapi saya belum mengetahui informasi itu. Saya baru tahu dari rekan media. Tapi intinya, kami siap," katanya.

Dia juga belum berani menyebutkan liga mana yang selayaknya diikuti PSMS Medan jika bersatu nantinya. Menurutnya, penyatuan PSMS menjadi fokus utama dulu. "Kalau liga mana saya belum tahu. Yang penting PSMS ini harus satu dulu," bebernya
(aww)
Berita Terkait
Manajemen PSM Makassar...
Manajemen PSM Makassar Respons Kabar Ferdinand Sinaga Bela PSMS
Penampilan Ferdinand...
Penampilan Ferdinand Sinaga Saat Latihan Bareng Skuad PSMS Medan
Babak 8 Besar Liga 2:...
Babak 8 Besar Liga 2: PSIM Siap Redam Agresivitas PSMS
PSSI Hentikan Liga 2,...
PSSI Hentikan Liga 2, PSMS Medan Kecewa Berat
Manajemen PSMS Geruduk...
Manajemen PSMS Geruduk Kantor PSSI dan Berikan Ultimatum
PSMS Kesulitan Kumpulkan...
PSMS Kesulitan Kumpulkan Pemain Jelang Kick-off Liga 2 2023/2024
Berita Terkini
Jonatan Christie Tak...
Jonatan Christie Tak Mau Terbebani Ekspektasi di Final Indonesia Open 2026
35 menit yang lalu
Iran Tuduh AS Bermain...
Iran Tuduh AS Bermain Politik Jelang Piala Dunia 2026, Sejumlah Pejabat Tim Belum Kantongi Visa
44 menit yang lalu
Lolos Final Indonesia...
Lolos Final Indonesia Open 2026, Raymond/Joaquin Apresiasi Dukungan Badminton Lovers
52 menit yang lalu
Argentina Gusur Spanyol...
Argentina Gusur Spanyol di Puncak Ranking FIFA, Indonesia Meroket 4 Tingkat
5 jam yang lalu
Shin Tae-yong Jadi Pelatih...
Shin Tae-yong Jadi Pelatih Baru Persija?
5 jam yang lalu
Jadwal Final Indonesia...
Jadwal Final Indonesia Open 2026: Jonatan Christie dan Raymond/Joaquin Bidik Gelar Perdana
5 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved