Program Persebaya berantakan gara-gara jadwal berubah
Kamis, 21 Maret 2013 - 15:58 WIB
Program Persebaya berantakan gara-gara jadwal berubah
A
A
A
Sindonews.com - Fokus Persebaya terpecah-pecah. Setelah dua laga diundur, kini Uston Nawawi dkk harus mengubah konsentrasi menghadapi Persebo Bondowoso dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia pada 28 Maret mendatang.
Pelatih Persebaya DU Tony Ho mengatakan jika konsetrasi tim berubah mendadak pasca mundurnya jadwal melawan Deltras Sidoarjo. "Fokus tim berubah lagi, kini kita konsetrasi untuk melawan Persebo, ini jika melihat jadwal terdekat setelah batal lawan Bangkalan dan Deltras," ucapnya.
Sebelumnya, pertandingan Persebaya lawan Deltras seharusnya digelar di Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (2/3). Tapi gagal digelar karena tidak mendapat izin dari pihak keamanan. Pertandingan sempat diputuskan pindah ke Stadion Kanjuruhan Malang, Jumat (22/3) hari ini.
Namun, laga tersebut tertunda meski sempat dikabarkan bakal digelar di Stadion Lebak Bulus, Jakarta. Munculnya stadion tersebut lantaran saran dari PT Liga Indonesia (PT LI)demi faktor keamanan masing-masing suporter, Deltamania dan Bonekmania, yang memiliki rivalitas tinggi.
Namun pihak Deltras menolak karena biaya perjalanan ke Jakarta membutuhkan dana lebih besar. Setelah penolakan, akhirnya PT LI, memutuskan laga dimainkan Sabtu (6/4) mendatang. "Tentu kita kecewa karena jadwal berubah terus ini membuat konsentrasi dan program yang sudah kita buat berantakan," keluh Tony.
Akibat penundaan ini, pelatih asal Makassar ini harus kembali merevisi jadwal dan program latihan. Salah satunya merencanakan agenda uji coba. ''Lama tidak bertanding akan memengaruhi mental pemain. Kita harus kembali uji coba untuk menjaga motivasi dan semangat pemain,” tegasnya.
Melihat jadwal awal, Persebaya sebenarnya juga diuntungkan karena melakoni laga home dua kali beruntun sebelum menghadapi Deltras. Laga terdekat Persebaya DU menjamu Persebo Bondowoso Jumat (29/3). Kemudian lanjut melakoni laga tunda melawan Perseba Super Bangkalan, Selasa (2/4) mendatang.
Namun masalahnya, belum tentu laga home bisa digelar di Stadion Gelora Bung Tomo jika larangan menggelar pertandingan di Surabaya belum dicabut. "Mudah-mudahan situasi sepak bola yang sudah kondusif bisa membuat aparat keamanan mengubah keputusan dan kami bisa tetap bertanding di Surabaya," ujar Baso, Ketua Panpel Persebaya DU.
Terpisah Manajer Bambang Pramukantoro mengatakan timnya lebih termotivasi pasca keputusan KLB PSSI. Sebab, Persebaya DU punya peluang promosi ke kompetisi kasta paling tinggi musim depan, "Hasil KLB membuat tim lebih bersemangat untuk mengejar tket promosi, " ujarnya.
Pelatih Persebaya DU Tony Ho mengatakan jika konsetrasi tim berubah mendadak pasca mundurnya jadwal melawan Deltras Sidoarjo. "Fokus tim berubah lagi, kini kita konsetrasi untuk melawan Persebo, ini jika melihat jadwal terdekat setelah batal lawan Bangkalan dan Deltras," ucapnya.
Sebelumnya, pertandingan Persebaya lawan Deltras seharusnya digelar di Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu (2/3). Tapi gagal digelar karena tidak mendapat izin dari pihak keamanan. Pertandingan sempat diputuskan pindah ke Stadion Kanjuruhan Malang, Jumat (22/3) hari ini.
Namun, laga tersebut tertunda meski sempat dikabarkan bakal digelar di Stadion Lebak Bulus, Jakarta. Munculnya stadion tersebut lantaran saran dari PT Liga Indonesia (PT LI)demi faktor keamanan masing-masing suporter, Deltamania dan Bonekmania, yang memiliki rivalitas tinggi.
Namun pihak Deltras menolak karena biaya perjalanan ke Jakarta membutuhkan dana lebih besar. Setelah penolakan, akhirnya PT LI, memutuskan laga dimainkan Sabtu (6/4) mendatang. "Tentu kita kecewa karena jadwal berubah terus ini membuat konsentrasi dan program yang sudah kita buat berantakan," keluh Tony.
Akibat penundaan ini, pelatih asal Makassar ini harus kembali merevisi jadwal dan program latihan. Salah satunya merencanakan agenda uji coba. ''Lama tidak bertanding akan memengaruhi mental pemain. Kita harus kembali uji coba untuk menjaga motivasi dan semangat pemain,” tegasnya.
Melihat jadwal awal, Persebaya sebenarnya juga diuntungkan karena melakoni laga home dua kali beruntun sebelum menghadapi Deltras. Laga terdekat Persebaya DU menjamu Persebo Bondowoso Jumat (29/3). Kemudian lanjut melakoni laga tunda melawan Perseba Super Bangkalan, Selasa (2/4) mendatang.
Namun masalahnya, belum tentu laga home bisa digelar di Stadion Gelora Bung Tomo jika larangan menggelar pertandingan di Surabaya belum dicabut. "Mudah-mudahan situasi sepak bola yang sudah kondusif bisa membuat aparat keamanan mengubah keputusan dan kami bisa tetap bertanding di Surabaya," ujar Baso, Ketua Panpel Persebaya DU.
Terpisah Manajer Bambang Pramukantoro mengatakan timnya lebih termotivasi pasca keputusan KLB PSSI. Sebab, Persebaya DU punya peluang promosi ke kompetisi kasta paling tinggi musim depan, "Hasil KLB membuat tim lebih bersemangat untuk mengejar tket promosi, " ujarnya.
(aww)