Minus dua pilar, Persis LPIS tak revisi target
Rabu, 03 April 2013 - 12:32 WIB
Minus dua pilar, Persis LPIS tak revisi target
A
A
A
Sindonews.com - Kerangka tim Persis LPIS guna menyongsong Divisi Utama PT LPIS sudah terbentuk. Namun, tiba-tiba dua pemainnya, Tinton Suharto dan Hendri Aprilianto mengundurkan diri karena harus menjalani pendidikan TNI di Bandung. Tim Laskar Sambernyawa pun kelabakan mencari pengganti dua pemain yang sebenarnya menjadi skuad inti.
Pelatih Persis LPIS Widyantoro mengakui, kerangka tim yang sudah terbentuk terpaksa diubah lagi menyusul mundurnya dua pilar eks PPSM KN Magelang ini. Parahnya lagi, sampai saat ini belum menemukan pemain pengganti yang sepadan. "Jujur ini memusingkan saya karena belum dapat pemain baru. Padahal kompetisi tinggal dua minggu lagi," katanya, Rabu (3/4/2013).
Diprediksi kerangka atau starting eleven Persis LPIS musim ini mengusung format 4-4-2. Kiper utama dipercayakan kepada Johan Setyawan. Empat pemain belakang diisi Hendri Aprilianto, Dwi Joko Prihatin, Nnana Onana dan Yogi Alfian. Lini Tengah dihuni Javier Roca, Tinton Suharto, Andrid Wibowo dan Bayu Andra. Sedangkan duet striker diberikan kepada Ferry Anto dan Tri Handoko.
Setelah Tinton dan Hendry mundur, maka skuad tim yang berdiri sejak 1923 ini beramunisi 21 pemain. Rinciannya 17 pemain berstatus pemain profesional dan 4 pemain magang. Empat pemain magang merupakan pilar tim Kota Solo untuk ajang Porprov Jateng tahun ini.
Menurut Wiwid, sapaan akrab Widyantoro, dalam kondisi saat ini memang sulit mencari pemain baru. Pasalnya, mayoritas pemain profesional sudah mendapatkan klub mengingat kompetisi baik IPL dan ISL termasuk Divisi Utama PT Liga Indonesia sudah dimulai. "Saat ini sudah sangat sulit mendapatkan pemain baru. Saya sudah memantau banyak pemain, namun tetap tidak ada. Mereka sudah mendapatkan klub," jelasnya.
Dengan kondisi terjepit seperti ini, Wiwid hanya akan memaksimalkan pemain yang ada. Untuk pengganti Hendri yang berposisi sebagai pemain belakang kemungkinan masih ada beberapa pemain yang bisa menempati area tersebut. Hanya untuk posisi yang ditinggalkan Tinto Suharto yang berposisi sebagai pemain tengah, agak sulit mendapatkannya. Stok pemain di area tersebut tergolong minim, beda dengan posisi belakang. "Ya, tidak ada pilihan lain selain memaksimalkan jumlah pemain yang ada," imbuhnya.
Meski berkurang dua pilar, pelatih berlisensi A nasional asal Magelang ini tetap tidak merevisi target tim kebanggaan Pasoepati (julukan suporter Persis) berkiprah di kompetisi yang diikuti. Musim ini sebenarnya momentum bagi Persis LPIS untuk promosi ke kasta tertinggi. Namun berhubungan musim ini tidak ada promosi, maka target menjadi yang terbaik tetap dicanangkan. "Targetnya tetap ingin menjadi yang terbaik. Masih banyak pemain di tim ini yang bisa diandalkan untuk meraih hasil terbaik," tegasnya.
Pelatih Persis LPIS Widyantoro mengakui, kerangka tim yang sudah terbentuk terpaksa diubah lagi menyusul mundurnya dua pilar eks PPSM KN Magelang ini. Parahnya lagi, sampai saat ini belum menemukan pemain pengganti yang sepadan. "Jujur ini memusingkan saya karena belum dapat pemain baru. Padahal kompetisi tinggal dua minggu lagi," katanya, Rabu (3/4/2013).
Diprediksi kerangka atau starting eleven Persis LPIS musim ini mengusung format 4-4-2. Kiper utama dipercayakan kepada Johan Setyawan. Empat pemain belakang diisi Hendri Aprilianto, Dwi Joko Prihatin, Nnana Onana dan Yogi Alfian. Lini Tengah dihuni Javier Roca, Tinton Suharto, Andrid Wibowo dan Bayu Andra. Sedangkan duet striker diberikan kepada Ferry Anto dan Tri Handoko.
Setelah Tinton dan Hendry mundur, maka skuad tim yang berdiri sejak 1923 ini beramunisi 21 pemain. Rinciannya 17 pemain berstatus pemain profesional dan 4 pemain magang. Empat pemain magang merupakan pilar tim Kota Solo untuk ajang Porprov Jateng tahun ini.
Menurut Wiwid, sapaan akrab Widyantoro, dalam kondisi saat ini memang sulit mencari pemain baru. Pasalnya, mayoritas pemain profesional sudah mendapatkan klub mengingat kompetisi baik IPL dan ISL termasuk Divisi Utama PT Liga Indonesia sudah dimulai. "Saat ini sudah sangat sulit mendapatkan pemain baru. Saya sudah memantau banyak pemain, namun tetap tidak ada. Mereka sudah mendapatkan klub," jelasnya.
Dengan kondisi terjepit seperti ini, Wiwid hanya akan memaksimalkan pemain yang ada. Untuk pengganti Hendri yang berposisi sebagai pemain belakang kemungkinan masih ada beberapa pemain yang bisa menempati area tersebut. Hanya untuk posisi yang ditinggalkan Tinto Suharto yang berposisi sebagai pemain tengah, agak sulit mendapatkannya. Stok pemain di area tersebut tergolong minim, beda dengan posisi belakang. "Ya, tidak ada pilihan lain selain memaksimalkan jumlah pemain yang ada," imbuhnya.
Meski berkurang dua pilar, pelatih berlisensi A nasional asal Magelang ini tetap tidak merevisi target tim kebanggaan Pasoepati (julukan suporter Persis) berkiprah di kompetisi yang diikuti. Musim ini sebenarnya momentum bagi Persis LPIS untuk promosi ke kasta tertinggi. Namun berhubungan musim ini tidak ada promosi, maka target menjadi yang terbaik tetap dicanangkan. "Targetnya tetap ingin menjadi yang terbaik. Masih banyak pemain di tim ini yang bisa diandalkan untuk meraih hasil terbaik," tegasnya.
(akr)