Aneh, pelatih dan 11 pemain PSMS di-PHK tanpa dibayar
Selasa, 09 April 2013 - 15:34 WIB
Aneh, pelatih dan 11 pemain PSMS di-PHK tanpa dibayar
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Umum PSMS versi PT Liga Indonesia (LI), Indra Sakti Harahap membuat keputusan yang nyeleneh. Bukan menyelesaikan hak pemain dan pelatih yang tertunggak, Indra malah mengeluarkan surat keputusan pemberhentian (PHK) kepada pelatih kepala Suimin Diharja dan 11 pemain.
Ke-11 pemain itu adalah Andre Sitepu, Irfan Midin, Tri Yudha Handoko, Alberto Sousa, Aun Carbiny, Herman Batak, Dede Ariandi, Nico Susanto, Irwansyah, Kiki Lissusanto, dan Rudi Hartono. Pemecatan itu dilakukan pada rapat pengurus dan manajemen serta beberapa pemain di mes PSMS, Senin (8/4) sore tanpa dihadiri Indra Sakti.
Manajer PSMS, Sarwono mengaku bingung karena pemberhentian pelatih tanpa koordinasi dengannya. Dia hanya menerima putusan yang sudah berbentuk SK pada rapat pengurus, Minggu (7/4) malam di Hotel Dharma Deli.
"Saya bingung karena tahu-tahu pelatih sudah dipecat. Waktu memutuskan, saya tidak dilibatkan. Kami rapat dari pukul 21.00-24.00 WIB. Saya sama sekali enggak tahu soal SK pelatih. Yang saya tahu hanya soal pemain karena itu hasil evaluasi. Saat rapat itu, saya langsung disodori SK soal pemberhentian pelatih dan sebelas pemain. Saya sejak awal kan maunya hak dulu dilunasi baru bicara pemecatan pemain," ungkapnya.
Sarwono mengaku usaha protes terhadap keputusan SK pemberhentian pelatih berakhir sia-sia. Dia juga menceritakan, pembacaan SK di hadapan pelatih dan pemain, Senin (8/4) juga dilakukan Chief Executive Officer (CEO) PSMS LI yang menggantikan Alex Gho yang mengundurkan diri bernama Faisal yang juga belum mengantongi SK penunjukan.
"CEO baru yang bacakan. Penunjukan CEO baru itu juga hasil rapat Minggu malam. Saya enggak kenal, orangnya Indra Sakti. Setahu saya CEO belum menerima SK," tukasnya.
Ke-11 pemain itu adalah Andre Sitepu, Irfan Midin, Tri Yudha Handoko, Alberto Sousa, Aun Carbiny, Herman Batak, Dede Ariandi, Nico Susanto, Irwansyah, Kiki Lissusanto, dan Rudi Hartono. Pemecatan itu dilakukan pada rapat pengurus dan manajemen serta beberapa pemain di mes PSMS, Senin (8/4) sore tanpa dihadiri Indra Sakti.
Manajer PSMS, Sarwono mengaku bingung karena pemberhentian pelatih tanpa koordinasi dengannya. Dia hanya menerima putusan yang sudah berbentuk SK pada rapat pengurus, Minggu (7/4) malam di Hotel Dharma Deli.
"Saya bingung karena tahu-tahu pelatih sudah dipecat. Waktu memutuskan, saya tidak dilibatkan. Kami rapat dari pukul 21.00-24.00 WIB. Saya sama sekali enggak tahu soal SK pelatih. Yang saya tahu hanya soal pemain karena itu hasil evaluasi. Saat rapat itu, saya langsung disodori SK soal pemberhentian pelatih dan sebelas pemain. Saya sejak awal kan maunya hak dulu dilunasi baru bicara pemecatan pemain," ungkapnya.
Sarwono mengaku usaha protes terhadap keputusan SK pemberhentian pelatih berakhir sia-sia. Dia juga menceritakan, pembacaan SK di hadapan pelatih dan pemain, Senin (8/4) juga dilakukan Chief Executive Officer (CEO) PSMS LI yang menggantikan Alex Gho yang mengundurkan diri bernama Faisal yang juga belum mengantongi SK penunjukan.
"CEO baru yang bacakan. Penunjukan CEO baru itu juga hasil rapat Minggu malam. Saya enggak kenal, orangnya Indra Sakti. Setahu saya CEO belum menerima SK," tukasnya.
(aww)