Dua tim saling sikut demi tiket terakhir
Rabu, 10 April 2013 - 10:57 WIB
Dua tim saling sikut demi tiket terakhir
A
A
A
Sindonews.com - Pada seri pamungkas musim reguler Speedy NBL Indonesia, diyakini tidak ada game sepenting Bimasakti Nikko Steel Malang lawan Satya Wacana LBC Angsapura Salatiga (SWA). Game yang dihelat pada 21 April mendatang itu ibarat final bagi dua tim tersebut. Pemenangnya berpeluang menempati posisi kedelapan atau batas akhir championship series.
Bimasakti dan SWA saat ini memiliki nilai sama 34 dari tujuh kali menang dan 20 kali kalah. Rekor head-to-head keduanya juga sama kuat 1-1. Namun, Bimasakti sementara berhak berada di posisi kedelapan karena unggul agregat poin.
Tetapi, hasil kemenangan itu tidak berarti jika kedua tim kalah oleh tim di bawahnya. Sebab, peringkat kesepuluh Pacific Caesar Surabaya yang mengemas 33 poin (6-21) siap menyalip kapan pun. Apalagi, di Surabaya, SWA dan Bimasakti akan bersua Pacific.
Kubu Satya Wacana sangat yakin bisa mengambil kemenangan atas Bimasakti. Sebab, pada pertemuan terakhir di seri III Malang, SWA mampu menang 80-73. Kepercayaan diri SWA kian tinggi karena sang kapten, Respati Ragil Pamungkas, mampu mencapai seribu poin dalam sejarah NBL Indonesia.
Asisten pelatih SWA Efry Meldi menuturkan, kalau skuadnya lengkap dan bebas cedera, SWA bisa mengalahkan Bimasakti. Apalagi, di Surabaya, SWA akan kembali ditangani head coach Simon Wong yang absen dalam dua seri terakhir karena mendampingi istrinya yang hamil.
"Problem kami memang cedera. Kalau itu terselesaikan, kami yakin bisa mengambil kemenangan," ucap Efry seperti dilansir laman resmi NBL.
Bimasakti dan SWA saat ini memiliki nilai sama 34 dari tujuh kali menang dan 20 kali kalah. Rekor head-to-head keduanya juga sama kuat 1-1. Namun, Bimasakti sementara berhak berada di posisi kedelapan karena unggul agregat poin.
Tetapi, hasil kemenangan itu tidak berarti jika kedua tim kalah oleh tim di bawahnya. Sebab, peringkat kesepuluh Pacific Caesar Surabaya yang mengemas 33 poin (6-21) siap menyalip kapan pun. Apalagi, di Surabaya, SWA dan Bimasakti akan bersua Pacific.
Kubu Satya Wacana sangat yakin bisa mengambil kemenangan atas Bimasakti. Sebab, pada pertemuan terakhir di seri III Malang, SWA mampu menang 80-73. Kepercayaan diri SWA kian tinggi karena sang kapten, Respati Ragil Pamungkas, mampu mencapai seribu poin dalam sejarah NBL Indonesia.
Asisten pelatih SWA Efry Meldi menuturkan, kalau skuadnya lengkap dan bebas cedera, SWA bisa mengalahkan Bimasakti. Apalagi, di Surabaya, SWA akan kembali ditangani head coach Simon Wong yang absen dalam dua seri terakhir karena mendampingi istrinya yang hamil.
"Problem kami memang cedera. Kalau itu terselesaikan, kami yakin bisa mengambil kemenangan," ucap Efry seperti dilansir laman resmi NBL.
(dka)