Gawat, Persebaya terancam kalah WO
Minggu, 14 April 2013 - 16:58 WIB
Gawat, Persebaya terancam kalah WO
A
A
A
Sindonews.com - Persebaya IPL terancam mengalami kekalahan WO dari Semen Padang. Sebab, hingga siang kemarin, Andik Vermansyah dkk masih berada di Surabaya. Padahal sesuai jadwal laga digelar, di Stadion Agus Salim, sore ini.
Keputusan Persebaya tidak berangkat ke Padang bisa menjadi blunder. Apalagi, PT Liga Prima Indonesia sportindo (LPIS) belum memberikan jawaban terkait permintaan Persebaya menjadwal ulang laga melawan Semen Padang dengan dalih tim belum siap. "Kami sudah putuskan tidak berangkat, meski belum ada perubahan jadwal dari PT LPIS, " ujar Manajer Persebaya, Saleh Hanifah, siang kemarin.
Dua hari lalu, manajemen Persebaya memang mengirimkan surat kepada PT LPIS. Intinya meminta jadwal dua laga, yaitu melawan Semen Padang dan Pro Duta dirubah. Alasannya, pemain belum siap dampak dari transisi manajemen pasca mundurnya CEO Gede Widiade, pekan lalu. Saat ini kendali tim dipengang langsung Komisaris PT Persebaya Indonesia, Saleh Ismail Mukadar.
Namun jika PT LPIS tetap berpegang pada jadwal awal, maka resiko pahit harus diterima Persebaya. Sesuai aturan Andik Vermanysah dkk bakal dinyatakan kalah WO (0-5) seandainya tidak datang di lapangan sore nanti. Apalagi, jika Semen Padang sebagai tuan rumah tetap ngotot pertandingan harus digelar.
Meski paham resiko yang harus diterima, Saleh hanya bisa pasrah. Sebab, jika tetap berangkat tetap tidak akan bisa bermain maksimal, "Mau bagaimana lagi. Ini kan masih masa transisi dari manajemen lama ke manajemen baru. Semoga PT LPIS dan Semen Padang memahami kondisi Persebaya, ," ucap Saleh.
Memang, terhitung Persebaya baru menjalani latihan lagi selama dua hari terakhir. Itupun tidak semua pemain ikut hanya ada 16 pemain berlatih bersama Pelatih Ibnu Grahan. Sebelumnya, sejak dua pekan lalu pemain sudah tidak pernah berlatih bersama.
Selain masalah fisik, lanjut Saleh, mental pemain juga drop setelah CEO Gede Widiade mundur. Selama ini Gede memang dikenal dekat dengan pemain "Selain masalah teknis, psikis pemain juga kena dampak mundurnya Pak Gede yang selama ini cukup dekat dengan pemain, " ujarnya.
Namun sempat berhembus kabar jika, Persebaya memilih tidak berangkat karena dua kemungkinan, tidak punya dana atau pemain mogok berangkat. "Bukan tidak ada dana, karena untuk tiket pesawat dan hotel sudah siap, " ujar pengusaha peralatan olahraga ini.
Terkait hembusan kabar pemain mogok berangkat, Saleh juga membatahnya. Namun diakui jika pemain memang belum sepenuhnya percaya kepada manajemen baru,
"Kami harus meyakinkan pelatih dan pemain. Ini bukan perkara mudah dan memang butuh waktu," jelas Saleh
Keputusan Persebaya tidak berangkat ke Padang bisa menjadi blunder. Apalagi, PT Liga Prima Indonesia sportindo (LPIS) belum memberikan jawaban terkait permintaan Persebaya menjadwal ulang laga melawan Semen Padang dengan dalih tim belum siap. "Kami sudah putuskan tidak berangkat, meski belum ada perubahan jadwal dari PT LPIS, " ujar Manajer Persebaya, Saleh Hanifah, siang kemarin.
Dua hari lalu, manajemen Persebaya memang mengirimkan surat kepada PT LPIS. Intinya meminta jadwal dua laga, yaitu melawan Semen Padang dan Pro Duta dirubah. Alasannya, pemain belum siap dampak dari transisi manajemen pasca mundurnya CEO Gede Widiade, pekan lalu. Saat ini kendali tim dipengang langsung Komisaris PT Persebaya Indonesia, Saleh Ismail Mukadar.
Namun jika PT LPIS tetap berpegang pada jadwal awal, maka resiko pahit harus diterima Persebaya. Sesuai aturan Andik Vermanysah dkk bakal dinyatakan kalah WO (0-5) seandainya tidak datang di lapangan sore nanti. Apalagi, jika Semen Padang sebagai tuan rumah tetap ngotot pertandingan harus digelar.
Meski paham resiko yang harus diterima, Saleh hanya bisa pasrah. Sebab, jika tetap berangkat tetap tidak akan bisa bermain maksimal, "Mau bagaimana lagi. Ini kan masih masa transisi dari manajemen lama ke manajemen baru. Semoga PT LPIS dan Semen Padang memahami kondisi Persebaya, ," ucap Saleh.
Memang, terhitung Persebaya baru menjalani latihan lagi selama dua hari terakhir. Itupun tidak semua pemain ikut hanya ada 16 pemain berlatih bersama Pelatih Ibnu Grahan. Sebelumnya, sejak dua pekan lalu pemain sudah tidak pernah berlatih bersama.
Selain masalah fisik, lanjut Saleh, mental pemain juga drop setelah CEO Gede Widiade mundur. Selama ini Gede memang dikenal dekat dengan pemain "Selain masalah teknis, psikis pemain juga kena dampak mundurnya Pak Gede yang selama ini cukup dekat dengan pemain, " ujarnya.
Namun sempat berhembus kabar jika, Persebaya memilih tidak berangkat karena dua kemungkinan, tidak punya dana atau pemain mogok berangkat. "Bukan tidak ada dana, karena untuk tiket pesawat dan hotel sudah siap, " ujar pengusaha peralatan olahraga ini.
Terkait hembusan kabar pemain mogok berangkat, Saleh juga membatahnya. Namun diakui jika pemain memang belum sepenuhnya percaya kepada manajemen baru,
"Kami harus meyakinkan pelatih dan pemain. Ini bukan perkara mudah dan memang butuh waktu," jelas Saleh
(wbs)