Rugi puluhan juta rupiah, PSMS hanya terima SMS maaf dari LPIS
Selasa, 16 April 2013 - 16:07 WIB
Rugi puluhan juta rupiah, PSMS hanya terima SMS maaf dari LPIS
A
A
A
Sindonews.com - PSMS Medan terpaksa mengalihkan fokus persiapan jelang laga tandang kontra PSSB Bireun (24/4) pasca pembatalan laga kontra PSP Padang yang mundur. Tidak itu saja, pembatalan itu disebutkan merugikan klub berjuluk Ayam Kinantan.
Kerugian karena panitia pelaksana (Panpel) pertandingan sudah mempersiapkan laga termasuk tiket. Kondisi itu disebutkan membuat sponsor jadi enggan menggelontorkan dana. Hal itu disampaikan Chief Executive Officer (CEO) PSMS LPIS, Wimvi Tri Hadi kemarin. Dia menyebutkan, segala persiapan PSMS akan berjalan lancar jika saja laga itu tidak dibatalkan.
''Sponsor semua komitmen dengan visi yang saya kasih. Sudah tiga sponsor yang deal. Tapi memang realisasinya harus dilakukan setelah pertandingan berjalan, dan paling sebulan atau paling lama dua bulan, dana dari sponsor sudah cair. Tapi karena begini, dampaknya jadi berbeda,” ujarnya kemarin.
Wimvi menilai, bentuk ketidakprofesionalan LPIS juga terjadi lantaran hanya memberikan pernyataan mundurnya PSP lewat pesan singkat kepadanya yang berisikan maaf. ''Tiket sudah dicetak. Sudah rugi puluhan juta. Tapi hanya SMS maaf yang kami terima sebagai pemberitahuan pembatalan laga. Mereka juga tidak membantu dengan subsidi,” jelasnya.
Lantas, apakah kondisi ini menjadi sinyal bahwa PSMS bakal menunda pembayaran gaji pemain? "Kami pasti upayakan dan sedang diupayakan jalan keluarnya," sebutnya.
Sementara Pelatih kepala, Edy Syahputra turut melontarkan kritik tajam pada operator liga yang kerap tidak konsisten dengan jadwal. ''Yang perlu digaris bawahi ini semua karena LPIS. Pertandingan batal. Sponsor pasti mau lihat dulu karena brand mereka yang dijual. Tapi memang mereka (LPIS) tidak profesional,” bebernya.
Sejauh ini sudah tiga tim mengundurkan diri. Selain PS Siak, PSP Padang juga Persikota Tangerang. Konfirmasi soal kesiapan tim lain bahkan Edy yang harus memastikan sendiri. "Sudahlah mereka tidak kasih (beri subsidi, malah saya harus "menjemput bola". Dengan menelpon ke semua tim peserta grup I untuk memastikan kesiapan mereka di kompetisi,” bebernya.
Tim yang mundur itu pun nantinya juga disiapkan penggantinya. ''Kabarnya Medan Jaya bakal masuk menggantikan. Juga Persika Karawang. Makanya saya tidak tahu seperti apa jadwal nantinya,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, rencana Wimvi memberikan gaji seperti yang disampaikan Edy belum juga terealisasi. Pemain PSMS sendiri masih menunggu hingga usai latihan kemarin sore.
PT LPIS yang musim ini tidak diuntungkan lantaran belum adanya kejelasan ke mana para juara kompetisi kasta kedua liga ini akan berkompetisi musim depan tetap bertekad menggelar kompetisi dengan harapan akan ada perubahan format kompetisi nantinya.
Kerugian karena panitia pelaksana (Panpel) pertandingan sudah mempersiapkan laga termasuk tiket. Kondisi itu disebutkan membuat sponsor jadi enggan menggelontorkan dana. Hal itu disampaikan Chief Executive Officer (CEO) PSMS LPIS, Wimvi Tri Hadi kemarin. Dia menyebutkan, segala persiapan PSMS akan berjalan lancar jika saja laga itu tidak dibatalkan.
''Sponsor semua komitmen dengan visi yang saya kasih. Sudah tiga sponsor yang deal. Tapi memang realisasinya harus dilakukan setelah pertandingan berjalan, dan paling sebulan atau paling lama dua bulan, dana dari sponsor sudah cair. Tapi karena begini, dampaknya jadi berbeda,” ujarnya kemarin.
Wimvi menilai, bentuk ketidakprofesionalan LPIS juga terjadi lantaran hanya memberikan pernyataan mundurnya PSP lewat pesan singkat kepadanya yang berisikan maaf. ''Tiket sudah dicetak. Sudah rugi puluhan juta. Tapi hanya SMS maaf yang kami terima sebagai pemberitahuan pembatalan laga. Mereka juga tidak membantu dengan subsidi,” jelasnya.
Lantas, apakah kondisi ini menjadi sinyal bahwa PSMS bakal menunda pembayaran gaji pemain? "Kami pasti upayakan dan sedang diupayakan jalan keluarnya," sebutnya.
Sementara Pelatih kepala, Edy Syahputra turut melontarkan kritik tajam pada operator liga yang kerap tidak konsisten dengan jadwal. ''Yang perlu digaris bawahi ini semua karena LPIS. Pertandingan batal. Sponsor pasti mau lihat dulu karena brand mereka yang dijual. Tapi memang mereka (LPIS) tidak profesional,” bebernya.
Sejauh ini sudah tiga tim mengundurkan diri. Selain PS Siak, PSP Padang juga Persikota Tangerang. Konfirmasi soal kesiapan tim lain bahkan Edy yang harus memastikan sendiri. "Sudahlah mereka tidak kasih (beri subsidi, malah saya harus "menjemput bola". Dengan menelpon ke semua tim peserta grup I untuk memastikan kesiapan mereka di kompetisi,” bebernya.
Tim yang mundur itu pun nantinya juga disiapkan penggantinya. ''Kabarnya Medan Jaya bakal masuk menggantikan. Juga Persika Karawang. Makanya saya tidak tahu seperti apa jadwal nantinya,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, rencana Wimvi memberikan gaji seperti yang disampaikan Edy belum juga terealisasi. Pemain PSMS sendiri masih menunggu hingga usai latihan kemarin sore.
PT LPIS yang musim ini tidak diuntungkan lantaran belum adanya kejelasan ke mana para juara kompetisi kasta kedua liga ini akan berkompetisi musim depan tetap bertekad menggelar kompetisi dengan harapan akan ada perubahan format kompetisi nantinya.
(aww)