Sayap kanan PSM tertekan

Rabu, 17 April 2013 - 12:09 WIB
Sayap kanan PSM tertekan
Sayap kanan PSM tertekan
A A A
Sindonews.com -- Wing bek kanan PSM Makassar Hendra Wijaya dipastikan tidak diturunkan dalam laga lanjutan Indonesian Premier League (IPL) 2012/2013 kontra PSLS Lhouksumawe, Rabu (174) lantaran mengoleksi dua kartu kuning dipertandingan sebelumnya.

Hendra adalah pemain PSM dengan koleksi kartu kuning paling banyak dimusim ini. Saat menghadapi Persibo Bojonegoro, dia harus diusir keluar lapangan lantaran mendapat akumulasi kartu kuning.

Praktis, dipertandingan ketiga saat PSM menghadapi Persepar Palangkaraya, Hendra tidak bisa main. Tidak sampai disitu. Saat laga home kontra PSIR Rembang, kembali lagi mendapat satu kartu kuning.

Kemudian, pada laga berikutnya melawan Persiraja Banda Aceh, Hendra kembali mendapat satu kartu kuning. Dua kartu di dua pertandingan membuatnya absen saat PSM menghadapi PSLS Lhoksumawe, Rabu (17/3) nanti.

Dia mengaku tertekan dengan kondisi tersebut. Menurutnya, dua kartu kuning yang berujung hukuman kartu merah tidak murni keselahannya. “Itu karena kesalahan wasit dalam mengambil keputusan,” tegasnya.

Menurutnya, saat itu wasit mengira sudah ada kartu kuning pertama. Sehingga saat melakukan pelanggaran kedua kalinya, langsung diganjar dengan kartu merah. “Wasit keliru dan saya dijadikan korban atas kekeliruan itu,” katanya.

Dia mengaku dalam setiap pertandingan, sudah berusaha bermain sebaik-baiknya dan tidak ingin mendapatkan hukuman akibat pelanggaran yang dibuatnya dan berujung hukuman.

Hendra mengaku, ingin terus bermain untuk PSM dan tidak punya niat untuk membuat banyak pelanggaran. “Saya juga tidak suka dapat hukuman. Saya ingin bermain disetiap pertandingan,” ucapnya.

Walaupun sudah mengoleksi banyak kartu kuning, namun Hendra mengaku akan terus bermain disiplin dan tidak akan memberikan toleransi kepada pemain lawan menembus pertahanan PSM.

Sementara itu, pelatih PSM Petar Segrt mengatakan, persoalan kartu menjadi masalah pelik di IPL musim ini. Alasannya, tidak ada rekaman pertandingan yang bisa dijadikan acuan atas hukuman yang diberikan kepada anak-anak asuhnya.

Dia berharap, PT Liga Prima Indonesian Sportindo (LPIS) selaku operator IPL, mendokumentasikan semua pertandingan. Jika ada masalah, rekaman tersebut dijadikan bukt. “Kalau tidak ada rekaman siapa yang harus tanggung jawab jika ada masalah dalam pemberian hukuman,” tegasnya.
(wbs)
Berita Terkait
Aksi Nyata Suporter...
Aksi Nyata Suporter PSM Makassar Perangi Pandemi Corona
Donasi Lawan Covid-19,...
Donasi Lawan Covid-19, Red Gank PSM Lelang Jersey Ferdinand Sinaga
Suporter PSM Makassar...
Suporter PSM Makassar Harap Ada Solusi Terbaik Untuk Liga 1
Mengenal Duo Kartini...
Mengenal Duo 'Kartini' di Tribun Suporter PSM Makassar
Perbandingan Sepak Bola...
Perbandingan Sepak Bola Indonesia dan Malaysia di Mata Pelatih PSM Makassar
Pelatih PSM Sebut Stamina...
Pelatih PSM Sebut Stamina Pemain Indonesia Hanya Bertahan 60 Menit
Berita Terkini
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Tiwi/Fadia Gugur di Perempat Final
19 menit yang lalu
Link Live Streaming...
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday
57 menit yang lalu
Timnas Indonesia dan...
Timnas Indonesia dan Oman Tiba, Lautan Suporter Padati Stadion GBK
1 jam yang lalu
Drawing Campus League...
Drawing Campus League Basketball The Nationals 2026: Berebut Predikat Kampus Terbaik Indonesia
1 jam yang lalu
Leg Kedua Final Four...
Leg Kedua Final Four Pro Futsal League 2026, Satu Langkah Menuju Partai Pamungkas
5 jam yang lalu
MotoGP 2026 Berlanjut...
MotoGP 2026 Berlanjut ke Hungaria, Simak Jadwal Lengkap dan Link Nonton di VISION+
5 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved