Penyelenggara Olimpiade dan Piala Dunia pun ketar-ketir
Rabu, 17 April 2013 - 15:27 WIB
Penyelenggara Olimpiade dan Piala Dunia pun ketar-ketir
A
A
A
Sindonews.com - Ledakan bom yang mengguncang Boston Marathon ternyata tak hanya membuat panitia penyelenggara London Marathon waspada. Pihak penyelenggara Olimpiade dan Piala Dunia dibuat ketar-ketir.
Mereka pun meminta pihak keamanan lebih ketat dan menjalankan tugas mereka dengan sebaik-baiknya. Tentu, pihak penyelenggara tak mau kecolongan seperti Boston Marathon.
Agenda olahraga besar yang akan diselenggarakan dalam waktu cepat adalah Olimpiade musim dingin di Sochi, Rusia, yang akan berlangsung tahun depan. Setelah itu akan ada pagelaran Piala Dunia dan Olimpiade di Brasil yang dihelat pada tahun 2014 dan 2016.
"Kami sangat prihatin. Keamanan adalah prioritas nomor satu, tak ada pertanyaan soal itu,"ujar anggota senior Komite Olimpiade Internasional (IOC), Gerhard Heiberg.
Pemerintah Rusia sendiri sudah mewanti-wanti akan adanya ancaman terorisme. Apalagi jika mengingat adanya pemberontakan islam yang tersebar di selaran Rusia setelah perang separatis di Chechnya.
"Tentu kami sedang melakukan pembicaraan soal langkah-langkah keamanan,"kata Menteri Olahraga Rusia, Vitaly Mutko.
Mereka pun meminta pihak keamanan lebih ketat dan menjalankan tugas mereka dengan sebaik-baiknya. Tentu, pihak penyelenggara tak mau kecolongan seperti Boston Marathon.
Agenda olahraga besar yang akan diselenggarakan dalam waktu cepat adalah Olimpiade musim dingin di Sochi, Rusia, yang akan berlangsung tahun depan. Setelah itu akan ada pagelaran Piala Dunia dan Olimpiade di Brasil yang dihelat pada tahun 2014 dan 2016.
"Kami sangat prihatin. Keamanan adalah prioritas nomor satu, tak ada pertanyaan soal itu,"ujar anggota senior Komite Olimpiade Internasional (IOC), Gerhard Heiberg.
Pemerintah Rusia sendiri sudah mewanti-wanti akan adanya ancaman terorisme. Apalagi jika mengingat adanya pemberontakan islam yang tersebar di selaran Rusia setelah perang separatis di Chechnya.
"Tentu kami sedang melakukan pembicaraan soal langkah-langkah keamanan,"kata Menteri Olahraga Rusia, Vitaly Mutko.
(wir)