Kompetisi berjalan, PSMS sulit rekrut kiper jempolan
Jum'at, 26 April 2013 - 16:29 WIB
Kompetisi berjalan, PSMS sulit rekrut kiper jempolan
A
A
A
Sindonews.com - PSMS versi PT LI sempat mewacanakan menarik pulang Markus Haris Maulana pasca pencoretan kiper Herman Batak di akhir putaran pertama Divisi Utama (DU). Namun, rencana itu gagal. Kebutuhan penjaga gawang membuat tim pelatih akhirnya mencari sosok kiper baru.
Pasca evaluasi di putaran pertama lalu hanya menyisakan dua penjaga gawang. Yakni Zulham Syahputra Nasution dan Irwin Ramadhana. Herman Batak tak dipertahankan dan kini memperkuat Persebo Bondowoso sedangkan, adapun penjaga gawang lain masih berstatus magang. Padahal idealnya PSMS butuh tiga kiper untuk mengarungi putaran kedua.
"Memang kami butuh kiper satu lagi. Tapi saat ini sulit mencari kiper. Apalagi kompetisi masing-masing sudah berjalan," jelas pelatih kiper, Mardianto kemarin.
Markus Haris Maulana batal bergabung ditengarai lantaran nilai kontrak yang tidak cocok. Namun Mardianto berkata lain, "Markus tidak jadi kemari. Bukan persoalan harga sebenarnya," ujarnya yang enggan menjelaskan maksudnya.
Mardianto mengaku sebenarnya dia punya pemain incaran lain untuk diajak bergabung. Eks kiper PSMS, Zulbahra, yang kini memperkuat PSBL Langsa. Namun lantaran telah terikat dengan tim berjuluk Elang Biru itu, Mardianto tidak bisa berbuat apa-apa. "Zulbahra lama sama saya waktu di musim perdana ISL dulu. Tapi dia sudah teken kontrak dengan PSBL. Padahal dia sudah mau diajak bergabung," jelasnya.
Sebagai alternatif, dia mendatangkan Ardana, eks kiper PS Bengkulu yang sudah terlihat berlatih sejak Kamis (25/4). Namun, eks pelatih kiper tim PON Sumut itu mengatakan, masih akan memantau performanya.
"Saya akan lihat dulu kemampuannya dalam latihan ini. Memang dia, saya yang panggil kemari. Tapi tetap akan dipantau dulu karena sistemnya kan sudah berbeda sekarang karena pelatih berganti. Seberapa mampu dia bisa mengikuti sistem yang ada," katanya.
Selain itu di tengah sulitnya mencari kiper ini, Mardianto juga harus memaksimalkan yang ada. Zulham Syahputra dan Irwin disebutnya menunjukkan perkembangan. Terutama Putra, sapaan akrab Zulham yang mengambil alih posisi utama sejak laga kontra PSAP Sigli di putaran pertama.
"Dari awal dia (Zulham) punya modal bagus. Tapi dia harus juga bisa mengikuti sistem keseluruhan program pelatih kepala. Awalnya dia tidak bisa ikuti, tapi pelan-pelan seiring berjalannya waktu dia mulai berpikir. Dia juga harus jeli melihat posisi baik bertahan maupun menyerang. Ada suatu ketika dia melakukan hal yang pas sekali. Dalam dua kali sentuhan dari kiper saat serangan balik terjadi gol," ujar eks kiper PSMS itu.
Komunikasi sebagai faktor penting seorang kiper mulai bisa ditingkatkan Zulham. "Awalnya dia diam saja. Padahal komunikasi itu penting. Terutama kepada pemain bawah. Kiper harus menunjukkan karakter sendiri. Sekarang sudah mulai nampak. Irwin pun sudah mulai berkembang. Tapi ada beberapa hal yang masih belum terlihat," jelas mantan pemain Hartap dan PSMS ini.
Dengan kehadiran Ardana, Mardianto berharap persaingan memperebutkan posisi kiper utama dapat timbul lagi sehingga penjaga mistar gawang bisa menunjukkan potensi maksimalnya dan akhirnya bisa mencuri perhatiannya. "Ya, bersaing secara sehat. Mana yang paling siap, itu yang turun. Saya yakin dengan kemampuan mereka kalau mereka bisa sungguh-sungguh," pungkasnya.
Pasca evaluasi di putaran pertama lalu hanya menyisakan dua penjaga gawang. Yakni Zulham Syahputra Nasution dan Irwin Ramadhana. Herman Batak tak dipertahankan dan kini memperkuat Persebo Bondowoso sedangkan, adapun penjaga gawang lain masih berstatus magang. Padahal idealnya PSMS butuh tiga kiper untuk mengarungi putaran kedua.
"Memang kami butuh kiper satu lagi. Tapi saat ini sulit mencari kiper. Apalagi kompetisi masing-masing sudah berjalan," jelas pelatih kiper, Mardianto kemarin.
Markus Haris Maulana batal bergabung ditengarai lantaran nilai kontrak yang tidak cocok. Namun Mardianto berkata lain, "Markus tidak jadi kemari. Bukan persoalan harga sebenarnya," ujarnya yang enggan menjelaskan maksudnya.
Mardianto mengaku sebenarnya dia punya pemain incaran lain untuk diajak bergabung. Eks kiper PSMS, Zulbahra, yang kini memperkuat PSBL Langsa. Namun lantaran telah terikat dengan tim berjuluk Elang Biru itu, Mardianto tidak bisa berbuat apa-apa. "Zulbahra lama sama saya waktu di musim perdana ISL dulu. Tapi dia sudah teken kontrak dengan PSBL. Padahal dia sudah mau diajak bergabung," jelasnya.
Sebagai alternatif, dia mendatangkan Ardana, eks kiper PS Bengkulu yang sudah terlihat berlatih sejak Kamis (25/4). Namun, eks pelatih kiper tim PON Sumut itu mengatakan, masih akan memantau performanya.
"Saya akan lihat dulu kemampuannya dalam latihan ini. Memang dia, saya yang panggil kemari. Tapi tetap akan dipantau dulu karena sistemnya kan sudah berbeda sekarang karena pelatih berganti. Seberapa mampu dia bisa mengikuti sistem yang ada," katanya.
Selain itu di tengah sulitnya mencari kiper ini, Mardianto juga harus memaksimalkan yang ada. Zulham Syahputra dan Irwin disebutnya menunjukkan perkembangan. Terutama Putra, sapaan akrab Zulham yang mengambil alih posisi utama sejak laga kontra PSAP Sigli di putaran pertama.
"Dari awal dia (Zulham) punya modal bagus. Tapi dia harus juga bisa mengikuti sistem keseluruhan program pelatih kepala. Awalnya dia tidak bisa ikuti, tapi pelan-pelan seiring berjalannya waktu dia mulai berpikir. Dia juga harus jeli melihat posisi baik bertahan maupun menyerang. Ada suatu ketika dia melakukan hal yang pas sekali. Dalam dua kali sentuhan dari kiper saat serangan balik terjadi gol," ujar eks kiper PSMS itu.
Komunikasi sebagai faktor penting seorang kiper mulai bisa ditingkatkan Zulham. "Awalnya dia diam saja. Padahal komunikasi itu penting. Terutama kepada pemain bawah. Kiper harus menunjukkan karakter sendiri. Sekarang sudah mulai nampak. Irwin pun sudah mulai berkembang. Tapi ada beberapa hal yang masih belum terlihat," jelas mantan pemain Hartap dan PSMS ini.
Dengan kehadiran Ardana, Mardianto berharap persaingan memperebutkan posisi kiper utama dapat timbul lagi sehingga penjaga mistar gawang bisa menunjukkan potensi maksimalnya dan akhirnya bisa mencuri perhatiannya. "Ya, bersaing secara sehat. Mana yang paling siap, itu yang turun. Saya yakin dengan kemampuan mereka kalau mereka bisa sungguh-sungguh," pungkasnya.
(aww)