Sanksi Muhaimin terancam lebih berat dari Romaropen

Rabu, 29 Mei 2013 - 13:13 WIB
Sanksi Muhaimin terancam...
Sanksi Muhaimin terancam lebih berat dari Romaropen
A A A
Sindonews.com - Dia yang dianiaya, dia yang terancam dijatuhi sanksi. Seolah jadi gambaran menyedihkan bagi wasit Muhaimin, yang mendapatkan bogem mentah pemain Persiwa Wamena Pieter Romaropen. Jika dinyatakan bersalah, sanksi Muhaimin pun bisa saja lebih berat dari Pieter.

Laga Pelita Bandung Raya (PBR) kontra Persiwa di Stadion Siliwangi, Bandung, 21 April lalu, seolah jadi laga mengerikan bagi sang wasit. Pukulan Pieter mendarat telak diwajah Muhaimin tepat pada menit ke- 80. Pieter seolah tidak puas, setelah PBR dihadiahi penalti oleh Muhaimin.

Kasus ini pun menjadi besar. Bahkan sampai jadi santapan media-media asing seperti Guardian dan kantor berita Reuters. Pieter pun dijatuhi sanksi oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI seumur hidup tidak boleh berkecimpung dalam sepak bola nasional. Tapi, hukuman tersebut terasa hambar ditangan Komisi Banding (Komding) PSSI.

Lewat ketua Komding Muhammad Muhdar, sanksi Pieter pun dipangkas cukup timpang. Dari seumur hidup menjadi satu tahun plus denda uang Rp100 juta. Putusan Komding pun, mendapatkan banyak cibiran dari berbagai pihak yang menyatakan PSSI tidak mampu bersikap tegas. Dan saat ini yang berkembang, ancaman sanksi malah bisa menjerat Muhaimin. Jika Muhaimin dinyatakan bersalah saat dipanggil Komite Wasit PSSI, hari ini, Rabu (29/5), dirinya pun terancam sanksi dua tahun tidak boleh memimpin pertandingan.

“Saat ini wasit Muhaimin masih off pasca adanya kejadian tersebut. Muhaimin sendiri akan kami panggil setelah rapat hari ini. Kalau nanti dia bersalah, kami sudah siapkan sanksinya. Jika ada kesalahan pada wasit, akan diskorsing dua tahun larangan memimpin pertandingan,” ungkap Ketua Komite Wasit PSSI, Roberto Rouw, Rabu (29/5/2013)

Berto, sapaan akrab Roberto Rouw, mengaku setuju dengan putusan yang dilayangkan Komdis PSSI soal hukuman seumur hidup kepada Pieter. Tapi, pria yang juga menjabat sebagai Komite Eksekutif (Exco) PSSI pun menilai, jika Pieter memang berhak melayangkan banding atas kasusnya tersebut. “Pada dasarnya, saya setuju dengan hukuman yang dijatuhkan Komdis. Namun setiap orang berhak untuk mengajukan proses banding, setelah melihat latar belakang kejadian terlebih dahulu,” tandas Berto.
(akr)
Berita Terkait
Gaji Wasit Liga 1 Indonesia...
Gaji Wasit Liga 1 Indonesia Tertinggi di Asia Tenggara
Profil Sance Lawita,...
Profil Sance Lawita, Wasit Berlisensi FIFA yang Dihukum PSSI
Tegas! PSSI Hukum Wasit...
Tegas! PSSI Hukum Wasit Top Liga 1, Mustofa Umarella Terberat
Contek Liga Inggris,...
Contek Liga Inggris, PSSI Pakai Refer System Evaluasi Kinerja Wasit
Kesalahan Wasit Indonesia...
Kesalahan Wasit Indonesia Disorot: PSSI Berhentikan 8 Perangkat Pertandingan
Profil Kosasih Kartadiredja:...
Profil Kosasih Kartadiredja: Wasit Indonesia Pertama Berlisensi FIFA, Dijuluki King Cobra Asia
Berita Terkini
Timnas Indonesia Hancurkan...
Timnas Indonesia Hancurkan Oman 3-0
6 jam yang lalu
Timnas Indonesia Sikat...
Timnas Indonesia Sikat Oman 2-0 di Babak Pertama FIFA Matchday
7 jam yang lalu
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Kalahkan Ana/Trias, Rachel/Febi ke Semifinal
7 jam yang lalu
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Tiwi/Fadia Gugur di Perempat Final
8 jam yang lalu
Link Live Streaming...
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday
8 jam yang lalu
Timnas Indonesia dan...
Timnas Indonesia dan Oman Tiba, Lautan Suporter Padati Stadion GBK
9 jam yang lalu
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved