Hadapi PSBI, Persis LPIS tak komplet
Jum'at, 31 Mei 2013 - 17:13 WIB
Hadapi PSBI, Persis LPIS tak komplet
A
A
A
Sindonews.com - Persis Solo versi LPIS kembali harus berjibaku dengan menjamu PSBI Blitar dalam lanjutan Divisi Utama LPIS di Stadion Manahan Solo, besok (2/6/2013). Tim Laskar Sambernyawa bertekat melanjutkan trend positif di depan ribuan suporter Pasoepati meski tidak bisa tampil full team.
Pelatih Persis LPIS Widyantoro mengatakan, kemenangan atas pemuncak klasemen Persekap Pasuruan memberi modal dari segi mental terhadap tim besutannya. Selain itu, dukungan luar biasa Pasoepati juga berperan besar bagi tim kebanggaan Kota Solo ini mengarungi kompetisi untuk melanjutkan trend positif di kandang. "Targetnya tetap menang," kata Wiwid, sapaan akrabnya, Jumat (31/5/2013).
Namun, pelatih berlisensi A nasional ini mengakui, tim PSBI Blitar termasuk tim yang tangguh dan sulit dikalahkan. Apalagi, dalam laga yang digelar kandang Ferry Anto dkk, tidak bisa tampil full team. Salah satu pilar yag absen adalah gelandang Diva Tarkas karena akumulasi kartu kuning.
Sejauh ini, Tarkas menjadi andalan di lini tengah. Absennya eks pemain PSM Makassar dan Persijap Jepara ini jelas membuat lini tengah sedikit timpang. Pelatih masih mencari pengganti ideal untuk mengisi pos yang ditinggalkan pemain kelahiran 30 November 1987.
Selain tidak bisa turun full team, Persis LPIS juga dalam kondisi stamina yang kurang mendukung. Stamina Hendri Aprilianto dkk terkesan loyo, pascamenang telak 3-0 atas pemuncak klasemen Persekap Pasuruan, Rabu (29/5) lalu. Salah satu solusi yang diambil adalah tetap melakukan latihan dengan meniadakan latihan fisik. "Latihan tetap dilakukan, namun latihan fisik ditiadakan," ungkapnya.
Wiwid mengaku latihan fisik ditiadakan untuk meminimalisir resiko cedera yang dialami pemainnya. "Kami tidak ingin pemain justru mengalami cedera karena saat ini masih terlihat kelelahan," imbuhnya.
Punggawa Persis LPIS memang terlihat kondisi staminanya kurang prima usai menang atas Persekap. Pasalnya, sebelum laga kontra Persekap, Tinton Suharto dkk tidak menjalani latihan selama 10 hari. Baru dua hari menjelang kick of melawan Persekap, pemain berlatih lagi. Apalagi saat melawan Persekap, di tengah-tengah pertandingan diguyur hujan lebat.
Wiwid menambahkan, jadwal padat yang dilakoni Persis LPIS ke depan memaksannya harus pandai-pandai dalam memberi porsi latihan. Dalam 12 hari, Persis LPIS harus menjalani empat laga. Dipastikan hal itu tentu sangat menguras tenaga. "Jika latihan terlalu berat justru malah akan membahayakan tim sendiri karena efeknya rawan (pemain cedera)," ujarnya.
Sementara itu, pemain Persis LPIS Tinton Suharto bertekad bisa kembali mendulang kemenangan PSBI besok. Dia bersama rekan tim tetap berkomitmen memberikan yang terbaik meski saat ini tim masih dirundung persoalan nonteknis. "Kami berkomitmen untuk menampilkan permainan terbaik demi Pasoepati yang selalu mendukung tim ini," kata eks pemain PPSM KN Magelang.
Pelatih Persis LPIS Widyantoro mengatakan, kemenangan atas pemuncak klasemen Persekap Pasuruan memberi modal dari segi mental terhadap tim besutannya. Selain itu, dukungan luar biasa Pasoepati juga berperan besar bagi tim kebanggaan Kota Solo ini mengarungi kompetisi untuk melanjutkan trend positif di kandang. "Targetnya tetap menang," kata Wiwid, sapaan akrabnya, Jumat (31/5/2013).
Namun, pelatih berlisensi A nasional ini mengakui, tim PSBI Blitar termasuk tim yang tangguh dan sulit dikalahkan. Apalagi, dalam laga yang digelar kandang Ferry Anto dkk, tidak bisa tampil full team. Salah satu pilar yag absen adalah gelandang Diva Tarkas karena akumulasi kartu kuning.
Sejauh ini, Tarkas menjadi andalan di lini tengah. Absennya eks pemain PSM Makassar dan Persijap Jepara ini jelas membuat lini tengah sedikit timpang. Pelatih masih mencari pengganti ideal untuk mengisi pos yang ditinggalkan pemain kelahiran 30 November 1987.
Selain tidak bisa turun full team, Persis LPIS juga dalam kondisi stamina yang kurang mendukung. Stamina Hendri Aprilianto dkk terkesan loyo, pascamenang telak 3-0 atas pemuncak klasemen Persekap Pasuruan, Rabu (29/5) lalu. Salah satu solusi yang diambil adalah tetap melakukan latihan dengan meniadakan latihan fisik. "Latihan tetap dilakukan, namun latihan fisik ditiadakan," ungkapnya.
Wiwid mengaku latihan fisik ditiadakan untuk meminimalisir resiko cedera yang dialami pemainnya. "Kami tidak ingin pemain justru mengalami cedera karena saat ini masih terlihat kelelahan," imbuhnya.
Punggawa Persis LPIS memang terlihat kondisi staminanya kurang prima usai menang atas Persekap. Pasalnya, sebelum laga kontra Persekap, Tinton Suharto dkk tidak menjalani latihan selama 10 hari. Baru dua hari menjelang kick of melawan Persekap, pemain berlatih lagi. Apalagi saat melawan Persekap, di tengah-tengah pertandingan diguyur hujan lebat.
Wiwid menambahkan, jadwal padat yang dilakoni Persis LPIS ke depan memaksannya harus pandai-pandai dalam memberi porsi latihan. Dalam 12 hari, Persis LPIS harus menjalani empat laga. Dipastikan hal itu tentu sangat menguras tenaga. "Jika latihan terlalu berat justru malah akan membahayakan tim sendiri karena efeknya rawan (pemain cedera)," ujarnya.
Sementara itu, pemain Persis LPIS Tinton Suharto bertekad bisa kembali mendulang kemenangan PSBI besok. Dia bersama rekan tim tetap berkomitmen memberikan yang terbaik meski saat ini tim masih dirundung persoalan nonteknis. "Kami berkomitmen untuk menampilkan permainan terbaik demi Pasoepati yang selalu mendukung tim ini," kata eks pemain PPSM KN Magelang.
(wbs)