Persib merasa kecolongan di akhir
Jum'at, 31 Mei 2013 - 20:57 WIB
Persib merasa kecolongan di akhir
A
A
A
Sindonews.com - Persib akhirnya harus tertunduk lesu meninggalkan lapangan saat bertanding dengan Arema Cronous, kemarin. Pada laga yang digelar di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang tersebut, penampilan apik lini pertahanan Persib Bandung hanya bertahan 86 menit. Empat menit jelang waktu normal habis, tendangan keras Cristian Gonzales membuyarkan mimpi Pangeran Biru untuk mencuri poin.
Memulai pertandingan dengan formasi 4-2-3-1, lini belakang Persib sebenarnya tampil kokoh. Serangan tim tuan rumah yang sudah terlihat sejak lima menit awal mampu dibendung duet Abanda Herman dan Naser Al Sebai. Bahkan sesekali Pangeran Biru menciptakan serangan balik berbahaya.
Peluang emas pertama untuk Persib diperoleh M Ridwan di menit delapan. Memanfaatkan umpan terobosan dari Sergio van Dijk, gelandang bernomor punggung 23 ini tinggal berhadapan dengan kiper Kurnia Mega. Sayang tendangan first time-nya melambung. Begitu pula peluang-peluang melalui Hilton, Sergio, dan tendangan jarak jauh Asri Akbar tidak berujung angka. Memasuki pertengahan babak pertama, permainan cenderung seimbang.
Alotnya laga membuat defender asing Arema Therry Gathussi menghentikan permainan di menit 29. Dia cedera di bagian hamstring dan keluar digantikan pemain muda Purwaka. Kian lama laga semakin memanas. Di tengah lapangan, adu argumen antarpemain maupun dengan wasit beberapa kali terjadi. Meski Arema kembali dominan di akhir babak pertama, tidak ada gol yang tercipta. Skor O-O bertahan hingga turun minum.
Kedua tim memulai babak kedua tanpa perubahan. Namun serangan balik yang sejak awal menjadi andalan Pangeran Biru kali ini tidak efektif. Umpan-umpan yang salah sasaran membuat tekanan Persib kandas sebelum menyentuh pertahanan Arema.
Menambah daya gedor, Singo Edan memasukkan Beto Goncalves di menit 56. Hasilnya, kemelut di depan gawang Persib makin sering terjadi. Beruntung, kecemerlangan kiper I Made Wirawan turut membuat Arema kian frustasi.
Sepuluh menit jelang laga usai, giliran Supardi yang cedera. Dia meminta digantikan karena masalah di lutut kanan. Jajang Sukmara masuk mennggantikannya.
Persib sebenarnya berpeluang unggul di menit 82. Lolos dari kawalan para pemain bertahan Arema, tendangannya masih bisa di blok Kurnia Mega. Petaka buat Persib akhirnya datang di menit 86. Tendangan jarak dekat Gonzales gagal diblok Abanda Herman maupun I Made Wirawan.
Persib semakin tersudut ketika kapten tim Firman Utina diganjar kartu merah karena mengganjal Egi Melgiansyah di akhir laga. Pertandingan panas itu pun dimenangkan Arema.
"Dari segi hasil tentu kami kecewa. Strategi kami hampir berhasil, bertahan dulu kemudian keluar menyerang. Kalau saja tidak ada kesalahan di menit-menit akhir, dan peluang Sergio berbuah gol, tentu hasilnya akan berbeda," kata Pelatih Persib Djadjang 'Djanur' Nurdjaman.
Meski begitu, mantan pemain bintang Pangeran Biru ini mengapresiasi penampilan anak asuhnya. "Para pemain sudah tampil bagus. Kami terima kekalahan ini," tuturnya.
Sementara itu, Manajer Persib Umuh Muchtar menganggap kekalahan ini karena faktor keberuntungan. Senada dengan pelatih, dia pun memuji performa M Ridwan dkk. "Kedua tim main bagus. Malah para pemain Persib berhasil menunjukkan nyali mereka bisa tampil di bawah besarnya tekanan. Ini hanya masalah dewi fortuna yang belum berpihak pada kami," tutur Umuh.
Sulitnya membongkar pertahanan Persib diakui Pelatih Arema Rahmad Darmawan.bahkan menurutnya, Beto dkk hampir saja frustasi karena serangan yang tidak juga berbuah gol.
"Tapi berkat kerja keras dan unsur keberuntungan juga, kami bisa memenangkan pertandingan ini. Menghadapi tim dengan permainan bertahan, menuntut kami untuk sabar dan memperbanyak variasi serangan," katanya.
Memulai pertandingan dengan formasi 4-2-3-1, lini belakang Persib sebenarnya tampil kokoh. Serangan tim tuan rumah yang sudah terlihat sejak lima menit awal mampu dibendung duet Abanda Herman dan Naser Al Sebai. Bahkan sesekali Pangeran Biru menciptakan serangan balik berbahaya.
Peluang emas pertama untuk Persib diperoleh M Ridwan di menit delapan. Memanfaatkan umpan terobosan dari Sergio van Dijk, gelandang bernomor punggung 23 ini tinggal berhadapan dengan kiper Kurnia Mega. Sayang tendangan first time-nya melambung. Begitu pula peluang-peluang melalui Hilton, Sergio, dan tendangan jarak jauh Asri Akbar tidak berujung angka. Memasuki pertengahan babak pertama, permainan cenderung seimbang.
Alotnya laga membuat defender asing Arema Therry Gathussi menghentikan permainan di menit 29. Dia cedera di bagian hamstring dan keluar digantikan pemain muda Purwaka. Kian lama laga semakin memanas. Di tengah lapangan, adu argumen antarpemain maupun dengan wasit beberapa kali terjadi. Meski Arema kembali dominan di akhir babak pertama, tidak ada gol yang tercipta. Skor O-O bertahan hingga turun minum.
Kedua tim memulai babak kedua tanpa perubahan. Namun serangan balik yang sejak awal menjadi andalan Pangeran Biru kali ini tidak efektif. Umpan-umpan yang salah sasaran membuat tekanan Persib kandas sebelum menyentuh pertahanan Arema.
Menambah daya gedor, Singo Edan memasukkan Beto Goncalves di menit 56. Hasilnya, kemelut di depan gawang Persib makin sering terjadi. Beruntung, kecemerlangan kiper I Made Wirawan turut membuat Arema kian frustasi.
Sepuluh menit jelang laga usai, giliran Supardi yang cedera. Dia meminta digantikan karena masalah di lutut kanan. Jajang Sukmara masuk mennggantikannya.
Persib sebenarnya berpeluang unggul di menit 82. Lolos dari kawalan para pemain bertahan Arema, tendangannya masih bisa di blok Kurnia Mega. Petaka buat Persib akhirnya datang di menit 86. Tendangan jarak dekat Gonzales gagal diblok Abanda Herman maupun I Made Wirawan.
Persib semakin tersudut ketika kapten tim Firman Utina diganjar kartu merah karena mengganjal Egi Melgiansyah di akhir laga. Pertandingan panas itu pun dimenangkan Arema.
"Dari segi hasil tentu kami kecewa. Strategi kami hampir berhasil, bertahan dulu kemudian keluar menyerang. Kalau saja tidak ada kesalahan di menit-menit akhir, dan peluang Sergio berbuah gol, tentu hasilnya akan berbeda," kata Pelatih Persib Djadjang 'Djanur' Nurdjaman.
Meski begitu, mantan pemain bintang Pangeran Biru ini mengapresiasi penampilan anak asuhnya. "Para pemain sudah tampil bagus. Kami terima kekalahan ini," tuturnya.
Sementara itu, Manajer Persib Umuh Muchtar menganggap kekalahan ini karena faktor keberuntungan. Senada dengan pelatih, dia pun memuji performa M Ridwan dkk. "Kedua tim main bagus. Malah para pemain Persib berhasil menunjukkan nyali mereka bisa tampil di bawah besarnya tekanan. Ini hanya masalah dewi fortuna yang belum berpihak pada kami," tutur Umuh.
Sulitnya membongkar pertahanan Persib diakui Pelatih Arema Rahmad Darmawan.bahkan menurutnya, Beto dkk hampir saja frustasi karena serangan yang tidak juga berbuah gol.
"Tapi berkat kerja keras dan unsur keberuntungan juga, kami bisa memenangkan pertandingan ini. Menghadapi tim dengan permainan bertahan, menuntut kami untuk sabar dan memperbanyak variasi serangan," katanya.
(wbs)