Penggawa PSMS PT LI bingung sikapi tawaran PSMS LPIS
Senin, 17 Juni 2013 - 17:36 WIB
Penggawa PSMS PT LI bingung sikapi tawaran PSMS LPIS
A
A
A
Sindonews.com - Dua penggawa PSMS PT LI, Riko Simanjuntak dan Safrial Irfandi, belum merespons tawaran pelatih PSMS versi LPIS Edy Syahputra yang ingin merekrutnya. Riko mengaku sudah mendapat telepon dari Edy Sahputra yang mengajaknya untuk mulai gabung dalam sesi latihan PSMS LPIS di Stadion Kebun Bunga, besok (Selasa 18/6). Namun permintaan Edy masih menjadi pertimbangan.
"Secara pribadi aku memang senang mendapatkan tawaran bermain di sana. Tetapi aku masih punya pertimbangan lain. Tidak enak juga meninggalkan PSMS LI dengan kondisi sekarang ini. Di mana beberapa teman-teman masih berjuang di Jakarta untuk menuntut hak. Masa saya harus tinggalkan mereka begitu saja, itulah yang membuat saya masih merasa berat bergabung," bebernya.
Selain itu, Riko juga punya alasan lain. Pemain bernomor punggung 10 di PSMS LI ini mengaku masih ingin berada di kampung halaman di Pematang Siantar untuk menjaga ibunya. "Ibu ku hari ini baru saja keluar dari rumah sakit, kata dokter beliau sakit gula. Jadi saya ingin berada dikampung dulu untuk menemani ibu karena tidak ada yang menjaga, kasihan jika harus ditinggal sendiri," kata dia.
Sementara itu, Safrial Irfandi mengaku belum mendapatkan kabar atau pemberitahuan apa-apa terkait pemanggilan dirinya untuk bergabung bersama PSMS LPIS. "Nggak tahu, belum dapat kabar langsung aku dari PSMS LPIS. Ini aja aku baru dengar dari Abang. Memang kemarin Riko ada sampaikan, tetapi aku nggak yakin," ucapnya singkat.
Meski mengaku senang bisa dipanggil bergabung di PSMS LPIS, tetapi Safrial Irfandi masih mempertimbangkan tawaran tersebut. "Kalau memang iya, bang, aku tetap harus tanya-tanya dulu dengan pelatih dan rekan-rekan pemain lainnya. Kan tidak enak juga kalau harus meninggalkan PSMS LI dengan kondisi para pemain masih berjuang untuk memenuhi hak-hak bersama," pungkasnya
"Secara pribadi aku memang senang mendapatkan tawaran bermain di sana. Tetapi aku masih punya pertimbangan lain. Tidak enak juga meninggalkan PSMS LI dengan kondisi sekarang ini. Di mana beberapa teman-teman masih berjuang di Jakarta untuk menuntut hak. Masa saya harus tinggalkan mereka begitu saja, itulah yang membuat saya masih merasa berat bergabung," bebernya.
Selain itu, Riko juga punya alasan lain. Pemain bernomor punggung 10 di PSMS LI ini mengaku masih ingin berada di kampung halaman di Pematang Siantar untuk menjaga ibunya. "Ibu ku hari ini baru saja keluar dari rumah sakit, kata dokter beliau sakit gula. Jadi saya ingin berada dikampung dulu untuk menemani ibu karena tidak ada yang menjaga, kasihan jika harus ditinggal sendiri," kata dia.
Sementara itu, Safrial Irfandi mengaku belum mendapatkan kabar atau pemberitahuan apa-apa terkait pemanggilan dirinya untuk bergabung bersama PSMS LPIS. "Nggak tahu, belum dapat kabar langsung aku dari PSMS LPIS. Ini aja aku baru dengar dari Abang. Memang kemarin Riko ada sampaikan, tetapi aku nggak yakin," ucapnya singkat.
Meski mengaku senang bisa dipanggil bergabung di PSMS LPIS, tetapi Safrial Irfandi masih mempertimbangkan tawaran tersebut. "Kalau memang iya, bang, aku tetap harus tanya-tanya dulu dengan pelatih dan rekan-rekan pemain lainnya. Kan tidak enak juga kalau harus meninggalkan PSMS LI dengan kondisi para pemain masih berjuang untuk memenuhi hak-hak bersama," pungkasnya
(aww)