Berpeluang masuk ISL, PSMS lobi petinggi LPIS
Kamis, 20 Juni 2013 - 17:36 WIB
Berpeluang masuk ISL, PSMS lobi petinggi LPIS
A
A
A
Sindonews.com - Empat tim Indonesian Premier League (IPL) garapan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) akan melebur bersama 18 tim Indonesia Super League (ISL) musim depan. Peluang itu bukan hanya milik klub-klub IPL. Namun, peluang itu juga dimiliki klub peserta divisi utama (DU) LPIS.
Pernyataan itu memang bukan berasal dari operator liga ISL ataupun PSSI, namun dari Wakil Ketua PSMS versi PT LPIS Julius Raja, perwakilan klub berjuluk Ayam Kinantan itu, di Kongres PSSI di Surabaya 17 Juni lalu. Jika PSMS bisa bersatu dan Saktiawan Sinaga dkk bisa menjuarai grup 1 nantinya, peluang tersebut terbuka.
"Dari pembicaraan Joko Driyono kepada saya di sela-sela kongres, soal empat tim dari LPIS yang ke ISL, dia mengatakan kepada saya agar memperjuangkannya ke PT LPIS supaya nanti PSMS punya satu jatah ke kompetisi tertinggi musim depan," ujar Julius.
Namun, harapan itu tentunya harus seiring sejalan dengan keberlangsungan kompetisi DU putaran kedua. Karena jika tidak berlanjut, mustahil harapan ke kasta tertinggi tercapai. Untuk itu, pengurus mulai melakukan langkah taktis memuluskan harapannya.
"Kami rapat sore ini untuk membahas perihal yang dituangkan ke rapat pengurus harian PSMS. Bagaimana mengantisipasi putaran kedua nantinya termasuk membuat PSMS menjuarai grup I ini. Kalau bisa meraih itu, tentunya bisa ke kasta tertinggi," ungkap pengawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kota Medan itu.
Kepada PT LPIS, PSMS Medan juga akan melayangkan surat permohonan agar menjadi salah satu klub yang ikut promosi ke liga super. Selain akan melakukan upaya penyatuan klub yang saat ini dilanda dualisme. Itu lantaran, harapan ke kasta tertinggi tidak akan jadi kenyataan seandainya baik PSMS Medan pimpinan Indra Sakti Harahap atau versi yang sebelumnya diketuai Benny Sihotang tidak bersatu.
"Kalau untuk penyatuan PSMS, saya rasa statement Menpora (Roy Suryo) sudah keras sekali. Yakni dengan menyebutkan pengurus PSMS dalam hal ini yang di PT LI itu lah yang dihukum karena tidak membayar gaji pemain dan membuat pemain harus telantar serta ada indikasi pengaturan skor. Dengan begitu, tidak lagi ada alasan agar PSMS tidak bersatu," sebut pria yang biasa disapa King itu.
Permohonan ke PT LPIS menurutnya akan disampaikan secara tertulis dengan mengirimkan satu perwakilan untuk menemui Chief Executive Officer (CEO) PT LPIS, Widjajanto dengan konsekuensi menerima apapun jawaban LPIS nantinya.
"Menyiasati seperti apa langkahnya, makanya pengurus a rapat. Saya bilang bikin acara tertulis, jumpai Widjajanto. Dan saya rasa, jika ada jawaban dari operator liga, tentunya bisa memotivasi pemain untuk bermain lebih baik di putaran kedua nanti," bebernya.
Kendati berharap ke kasta tertinggi, PSMS menurutnya tetap akan berlapang dada jika nanti harapannya tidak terealisasi. Menurut Julius, The Killer, julukan lain PSMS punya kesempatan untuk berbenah menuju kompetisi musim depan dan fokus untuk meraih target promosi.
"Ya, kalau memang enggak bisa menurut saya tidak masalah. Marilah sama-sama benahi dengan catatan lebih awal persiapan atau curi start dari tim mana pun. Kalau bisa habis (pasca) lebaran sudah bisa. Kerangkanya ada Edy Syahputra, dan Suharto (pelatih PSMS LI). Materi pemain juga sudah ada,"pungkasnya..
Pernyataan itu memang bukan berasal dari operator liga ISL ataupun PSSI, namun dari Wakil Ketua PSMS versi PT LPIS Julius Raja, perwakilan klub berjuluk Ayam Kinantan itu, di Kongres PSSI di Surabaya 17 Juni lalu. Jika PSMS bisa bersatu dan Saktiawan Sinaga dkk bisa menjuarai grup 1 nantinya, peluang tersebut terbuka.
"Dari pembicaraan Joko Driyono kepada saya di sela-sela kongres, soal empat tim dari LPIS yang ke ISL, dia mengatakan kepada saya agar memperjuangkannya ke PT LPIS supaya nanti PSMS punya satu jatah ke kompetisi tertinggi musim depan," ujar Julius.
Namun, harapan itu tentunya harus seiring sejalan dengan keberlangsungan kompetisi DU putaran kedua. Karena jika tidak berlanjut, mustahil harapan ke kasta tertinggi tercapai. Untuk itu, pengurus mulai melakukan langkah taktis memuluskan harapannya.
"Kami rapat sore ini untuk membahas perihal yang dituangkan ke rapat pengurus harian PSMS. Bagaimana mengantisipasi putaran kedua nantinya termasuk membuat PSMS menjuarai grup I ini. Kalau bisa meraih itu, tentunya bisa ke kasta tertinggi," ungkap pengawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kota Medan itu.
Kepada PT LPIS, PSMS Medan juga akan melayangkan surat permohonan agar menjadi salah satu klub yang ikut promosi ke liga super. Selain akan melakukan upaya penyatuan klub yang saat ini dilanda dualisme. Itu lantaran, harapan ke kasta tertinggi tidak akan jadi kenyataan seandainya baik PSMS Medan pimpinan Indra Sakti Harahap atau versi yang sebelumnya diketuai Benny Sihotang tidak bersatu.
"Kalau untuk penyatuan PSMS, saya rasa statement Menpora (Roy Suryo) sudah keras sekali. Yakni dengan menyebutkan pengurus PSMS dalam hal ini yang di PT LI itu lah yang dihukum karena tidak membayar gaji pemain dan membuat pemain harus telantar serta ada indikasi pengaturan skor. Dengan begitu, tidak lagi ada alasan agar PSMS tidak bersatu," sebut pria yang biasa disapa King itu.
Permohonan ke PT LPIS menurutnya akan disampaikan secara tertulis dengan mengirimkan satu perwakilan untuk menemui Chief Executive Officer (CEO) PT LPIS, Widjajanto dengan konsekuensi menerima apapun jawaban LPIS nantinya.
"Menyiasati seperti apa langkahnya, makanya pengurus a rapat. Saya bilang bikin acara tertulis, jumpai Widjajanto. Dan saya rasa, jika ada jawaban dari operator liga, tentunya bisa memotivasi pemain untuk bermain lebih baik di putaran kedua nanti," bebernya.
Kendati berharap ke kasta tertinggi, PSMS menurutnya tetap akan berlapang dada jika nanti harapannya tidak terealisasi. Menurut Julius, The Killer, julukan lain PSMS punya kesempatan untuk berbenah menuju kompetisi musim depan dan fokus untuk meraih target promosi.
"Ya, kalau memang enggak bisa menurut saya tidak masalah. Marilah sama-sama benahi dengan catatan lebih awal persiapan atau curi start dari tim mana pun. Kalau bisa habis (pasca) lebaran sudah bisa. Kerangkanya ada Edy Syahputra, dan Suharto (pelatih PSMS LI). Materi pemain juga sudah ada,"pungkasnya..
(aww)