Pundi-pundi gol Persib harus bertambah

Sabtu, 29 Juni 2013 - 14:18 WIB
Pundi-pundi gol Persib...
Pundi-pundi gol Persib harus bertambah
A A A
Sindonews.com – Meski gelar juara hampir pasti urung diraih, Pelatih Persib Bandung Djadjang ‘Djanur’ Nurdjaman berharap prestasi skuadnya meningkat di segala aspek. Secara keseluruhan, Indonesia Super League (ISL) musim ini bisa dibilang sebagai ajang kebangkitan Pangeran Biru dari kompetisi yang sama episode sebelumnya.

Pada ISL 2011-2012, Atep dkk yang saat itu ganti pelatih hingga dua kali, hanya mampu finis di posisi delapan klasemen. Catatan kemenangannya pun relatif menyedihkan. Dari total 34 pertandingan, Persib yang saat itu juga disesaki pemain berkualitas hanya mampu memenangkan empat belas laga. Sisanya, tujuh kali berakhir seri, dan harus mengalami kekalahan hingga tiga belas kali. Kondisi tersebut membuat tim kebanggaan warga Bandung dan Jawa Barat ini hanya mengumpulkan 49 poin selama kompetisi. Catatan gol pun ‘plus-plos’, kemasukan 49 kali, dan memasukkan dengan nominal yang sama.

Djanur bisa sedikit berbangga, di musim 2012-2013 Persib bersaing di empat besar, bahkan saat ini bercokol di peringkat tiga klasemen sementara denngan lima puluh poin. Dari 25 laga terlewati, Pangeran Biru lima belas kemenangan, lima seri, dan lima kali kalah. Merosot hingga ke peringkat delapan sangat kecil kemungkinannya bagi Persib, walaupun memang itu tidak mustahil terjadi. Artinya, secara peringkat musim ini Persib hampir pasti lebih baik dari sebelumnya.

Produktivitas lini depan Pangeran Biru juga mengalami perningkatan. Hingga laga kontra PSPS Pekanbaru, Persib sudah mengoleksi 58 gol, tujuh gol lebih banyak dari raihan total musim sebelumnya. Bahkan, sembilan pertandingan tersisa tentu menjadi ladang kesempatan Sergio van Dijk untuk menambah pundi-pundi gol timnya.

“Manajemen sudah menyampaikan apresiasi mereka kepada tim. Dari sisi apa pun, baik itu kualitas permainan, peringkat di klasemen, dan statistik lainnya Persib lebih baik dari musim lalu. Hanya saja, angka kemasukan kami musim ini yang masih terus diusahakan,” kata Djanur.

Ya, meski banyak menjebol gawang lawan, bahkan menjadi tim kedua terproduktif setelah Persipura Jayapura, Persib juga sering dibobol lawan. Dalam 25 pertandingan, jala gawang Pangeran Biru sudah 32 kali digetarkan oleh serangan lawan. Djanur mengaku tengah berusaha memperkokoh lini belakang. Hal itu agar dari aspek kemasukan pun, Persib mengalami kemajuan.

“Angka kemasukan memang salah satu hal yang sampai saat ini sulit kami atasi, nominalnya masih banyak. Sejak lawan Sriwijaya hingga sekarang, kebobolan sudah bisa diminimalisasi. Saya terus fokuskan perhatian utama kepada lini belakang. Kalaupun kebobolan bertambah hingga akhir musim, saya harap jangan sampai angka 49,” pungkas Djanur.
(wbs)
Berita Terkait
Bobotoh Gelar Konvoi...
Bobotoh Gelar Konvoi Keliling Kota Bandung Usai Persib Raih Gelar Juara Liga 1
Persib Bandung Keok...
Persib Bandung Keok Dibungkam Barito Putera
Keyakinan Kuat Andrew...
Keyakinan Kuat Andrew Jung Persib Bisa Juara Liga
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Doa Kapten Persib Jelang...
Doa Kapten Persib Jelang Bulan Suci Ramadan
Pelatih Persib U-16...
Pelatih Persib U-16 Sebut Latihan Saat Berpuasa Bagus bagi Pemain
Berita Terkini
Pemain Israel Dilempari...
Pemain Israel Dilempari Sepatu Buntut Selebrasi Provokatif saat Lawan Albania
2 jam yang lalu
The Legend Continues...
The Legend Continues Bergulir di Semarang, Team RS-Telkomsel 5G Siap Hadapi Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
2 jam yang lalu
Simpati Woman Rally...
Simpati Woman Rally Team Siap Tampil di Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
2 jam yang lalu
Emil Audero Minta Timnas...
Emil Audero Minta Timnas Indonesia Tak Cepat Puas Usai Kalahkan Oman
4 jam yang lalu
Mathew Baker Cetak Sejarah...
Mathew Baker Cetak Sejarah Jadi Pemain Termuda di Timnas Indonesia
6 jam yang lalu
Timnas Indonesia Hancurkan...
Timnas Indonesia Hancurkan Oman 3-0
15 jam yang lalu
Infografis
Gaza Harus Diperlakukan...
Gaza Harus Diperlakukan seperti Jepang dan Jerman setelah PD II
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved