Persis gagal gaet eksekutor bola mati
Rabu, 03 Juli 2013 - 16:04 WIB
Persis gagal gaet eksekutor bola mati
A
A
A
Sindonews.com - Persis Solo versi LPIS kalah dalam perburuan pemain tengah, Windu Wibowo. Pemain yang jago eksekusi bola-bola mati ini lebih memilih Persires Banjarnegara daripada membela tim Laskar Sambernyawa.
Informasi yang dihimpun, manajemen Persis LPIS kurang cepat dalam mengamankan jasa eks pemain dari tim tetangga, Persis Solo versi Liga Indonesia (Liga). Selain itu, alasan finansial tim kebanggaan publik Kota Bengawan juga menjadi alasan pemain bidikannya lepas.
Manager Persis LPIS Joni Sofyan Erwandi mengakui, menghadapi putaran kedua Divisi Utama LPIS, tim yang didukung Pasoepati ini membutuhkan tiga pemain baru. Tiga pemain yang masuk incaran yakni Bangun Permana, Bayu Nugroho, dan Windu Wibowo.
Dari tiga pemain incarannya itu, baru Bangun Permana yan sudah deal dengan Persis LPIS. Bayu Nugroho yang juga dari tim tetangga, sampai saat ini negoisasi belum membuahkan hasil positif. Sedangkan Windu Wibowo sudah lepas. "Ya, baru Bangun Permana yang sudah deal," kata Joni, kemarin.
Joni tidak terlalu khawatir Windu Wibowo sudah menjadi milik tim lain. Dia berasalan, prioritasnya bukan Windu Wibowo, namun Bayu Nugroho. "Untuk Bayu, kita lakukan negoisasi jalur khusus," tegasnya.
Dia menegaskan, filosofi yang dibangun Persis LPIS adalah memprioritaskan pemain lokal asli Solo Raya (Eks Karesidenan Surakarta). Bayu Nugroho memenuhi syarat untuk prioritas tersebut. Pemain yang mencetak dua gol untuk Persis Liga ini murni didikan tim internal Persis Solo.
Sementara itu, Persires Banjarnegara mengaku senang bisa mengamankan Windu Wibowo yang juga eks kapten Madiun Putra ini. "Saya sudah tahu kualitas Windu. Tim ini memang membutuhkan pemain yang berkulitas dan matang,'' kata Direktur Teknik Persires Eduard Tjong.
Informasi yang dihimpun, manajemen Persis LPIS kurang cepat dalam mengamankan jasa eks pemain dari tim tetangga, Persis Solo versi Liga Indonesia (Liga). Selain itu, alasan finansial tim kebanggaan publik Kota Bengawan juga menjadi alasan pemain bidikannya lepas.
Manager Persis LPIS Joni Sofyan Erwandi mengakui, menghadapi putaran kedua Divisi Utama LPIS, tim yang didukung Pasoepati ini membutuhkan tiga pemain baru. Tiga pemain yang masuk incaran yakni Bangun Permana, Bayu Nugroho, dan Windu Wibowo.
Dari tiga pemain incarannya itu, baru Bangun Permana yan sudah deal dengan Persis LPIS. Bayu Nugroho yang juga dari tim tetangga, sampai saat ini negoisasi belum membuahkan hasil positif. Sedangkan Windu Wibowo sudah lepas. "Ya, baru Bangun Permana yang sudah deal," kata Joni, kemarin.
Joni tidak terlalu khawatir Windu Wibowo sudah menjadi milik tim lain. Dia berasalan, prioritasnya bukan Windu Wibowo, namun Bayu Nugroho. "Untuk Bayu, kita lakukan negoisasi jalur khusus," tegasnya.
Dia menegaskan, filosofi yang dibangun Persis LPIS adalah memprioritaskan pemain lokal asli Solo Raya (Eks Karesidenan Surakarta). Bayu Nugroho memenuhi syarat untuk prioritas tersebut. Pemain yang mencetak dua gol untuk Persis Liga ini murni didikan tim internal Persis Solo.
Sementara itu, Persires Banjarnegara mengaku senang bisa mengamankan Windu Wibowo yang juga eks kapten Madiun Putra ini. "Saya sudah tahu kualitas Windu. Tim ini memang membutuhkan pemain yang berkulitas dan matang,'' kata Direktur Teknik Persires Eduard Tjong.
(aww)