Menpora: PSSI harus hukum PSMS Medan
Kamis, 04 Juli 2013 - 23:20 WIB
Menpora: PSSI harus hukum PSMS Medan
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menpora) Roy Suryo menilai PSSI melalui Komisi Disiplin (Komdis) tidak seharusnya menghukum 11 pemain PSMS Medan yang berdemonstrasi tuntut pelunasan 10 bulan gaji mereka. Sebaliknya, Roy menegaskan PSSI seharusnya menghukum PSMS karena gagal menjalankan kewajiban.
"Saya harap PSSI memberi hukuman kepada manajemen PSMS. Sekaligus pihak klub diharuskan menyelesaikan kewajibannya. Tapi kalau tidak bisa, beri sanksi kepada klubnya," kata Roy saat dihubungi via telepon, Kamis (4/7/2013).
Di sisi lain, Roy meminta hukuman kepada pemain PSMS ditangguhkan dan PSSI lebih menerapkan asas kekeluargaan. Roy juga meminta PSSI sebaiknya membina klub dan memberikan sanksi bagi yang gagal menunaikan kewajiban. "Beri tekanan ke klub kenapa gaji pemainnya belum dibayar," tegas Roy.
Sementara itu terkait tanggapan Ketua Komdis PSSI, Hinca Panjaitan yang menilai aksi demo 11 pemain PSMS telah mencederai sportivitas dan bukan cara-cara yang profesional, Roy justru menganggap PSSI yang telah melangkah jauh dengan ancaman sanksi itu.
"PSSI telah meloncat jauh dengan memberikan sanksi kepada mereka yang berdemo. Kalau memang mereka menganggu dan anarkis, ya diserahkan ke kepolisian. Tetapi ini nyatanya tidak. Mereka bisa diajak berbicara," terang Roy.
Komdis juga kata Roy harusnya melihat alasan dibalik aksi demonstrasi tersebut dan mengedepankan asas kekeluargaan. Ia menambahkan para pemain PSMS berdemo, justru karena ingin mendapatkan bantuan PSSI. "Dilihat dulu kenapa berdemo ke PSSI. Artinya, mereka meminta bantuan kepada PSSI. Komdis, juga harus melihat asas kekeluargaan. Jangan sampai menghukum pemain yang sebetulnya dirugikan," tutupnya.
Sebelumnya, 11 pemain PSMS yang belum dibayarkan gajinya, berdemo di kantor PSSI. 11 pemain itu pun sempat terlunta-lunta di Jakarta akibat keterbatasan dana.
"Saya harap PSSI memberi hukuman kepada manajemen PSMS. Sekaligus pihak klub diharuskan menyelesaikan kewajibannya. Tapi kalau tidak bisa, beri sanksi kepada klubnya," kata Roy saat dihubungi via telepon, Kamis (4/7/2013).
Di sisi lain, Roy meminta hukuman kepada pemain PSMS ditangguhkan dan PSSI lebih menerapkan asas kekeluargaan. Roy juga meminta PSSI sebaiknya membina klub dan memberikan sanksi bagi yang gagal menunaikan kewajiban. "Beri tekanan ke klub kenapa gaji pemainnya belum dibayar," tegas Roy.
Sementara itu terkait tanggapan Ketua Komdis PSSI, Hinca Panjaitan yang menilai aksi demo 11 pemain PSMS telah mencederai sportivitas dan bukan cara-cara yang profesional, Roy justru menganggap PSSI yang telah melangkah jauh dengan ancaman sanksi itu.
"PSSI telah meloncat jauh dengan memberikan sanksi kepada mereka yang berdemo. Kalau memang mereka menganggu dan anarkis, ya diserahkan ke kepolisian. Tetapi ini nyatanya tidak. Mereka bisa diajak berbicara," terang Roy.
Komdis juga kata Roy harusnya melihat alasan dibalik aksi demonstrasi tersebut dan mengedepankan asas kekeluargaan. Ia menambahkan para pemain PSMS berdemo, justru karena ingin mendapatkan bantuan PSSI. "Dilihat dulu kenapa berdemo ke PSSI. Artinya, mereka meminta bantuan kepada PSSI. Komdis, juga harus melihat asas kekeluargaan. Jangan sampai menghukum pemain yang sebetulnya dirugikan," tutupnya.
Sebelumnya, 11 pemain PSMS yang belum dibayarkan gajinya, berdemo di kantor PSSI. 11 pemain itu pun sempat terlunta-lunta di Jakarta akibat keterbatasan dana.
(akr)