Bassalamah menyerah, Persijap terancam bubar

Jum'at, 05 Juli 2013 - 13:08 WIB
Bassalamah menyerah,...
Bassalamah menyerah, Persijap terancam bubar
A A A
Sindonews.com– Kabar mengejutkan datang dari Persijap Jepara. Ditengah upayanya untuk mampu lolos ke Indonesia Super League (ISL) musim depan, Laskar Kalinyamat –Julukan Persijap-, ditinggal General Manajernya Muhammad Said Bassalamah.

Pengunduran diri yang terkesan mendadak ini jelas mengejutkan banyak pihak. Namun, Bassalamah menyatakan pengunduran dirinya sudah dipikirkan cukup lama.

Kepada Sindo Bassalamah mengungkapkan, dirinya sudah menyiapkan surat pengunduran diri, dan hari ini atau besok akan dikirimkan ke ketua Umum Persijap Imam Ghozali. Namun, meski begitu secara lisan sudah memberitahukan kepada Imam Ghozali.

Dirinya menjelaskan, penguduran dirinya karena merasa tidak cukup kuat untuk mengurusi Persijap sendirian, sehingga memutuskan untuk mundur dari kursi GM. Bukan tidak mampu dalam mengurusi manajemen, tetapi lebih pada faktor anggaran tim. Dirinya tidak sanggup apabila harus menanggung biaya operasional tim sendirian.

“Saya sudah cukup maksimal untuk Persijap, tetapi ternyata kemampuan saya tidak bisa sampai akhir. Saya merasa sudah tidak kuat apabila harus berjalan sendirian tanpa adanya stakeholder yang membatu,” ujarnya, kepada SINDO saat ditemui di Jepara Jum’at (5/7).

Dijelaskannya, pengunduran dirinya juga dikarenakan sudah ditutupnya kran anggaran dari konsorsium pengusaha Malaysia, yang selama ini mendanai Persijap. Sebagaimana diketahui, Persijap selama ini hanya mengandalkan dana talangan pengusaha-pengusaha Malaysia ini.

Total dari penghitungan, konsorsium sudah menalangi dana sebesar Rp 4 Miliar untuk operasional tim, mulai sejak awal pembentukan tim hingga bulan Juni. Dana tersebut untuk operasional, mulai Gaji pemain, catering, mess, biaya pertandingan dll.

Konsorsium menghentikan pendanaan karena menilai percuma Persijap terus dikucuri dana, namun ternyata tidak mendapatkan dukungan dari publiknya sendiri. “Mereka menilai ngapain membatu kalau dari stakeholeder Jepara sendiri tidak mau membantu,” kata Bassalamah yang juga manajer Tim sepak bola Sakura FC ini.

Dia menyayangkan, tidak adanya satupun pengusaha lokal Jepara yang mau membantu pendanaan Persijap. Padahal kenyataannya ada ratusan pengusaha yang sukses di Jepara, bahkan banyak juga pengusaha-pengusaha luar yang mengeruk keuntungan dari Bumi Kartini. Tetapi nyatanya meraka sama sekali tidak perduli dengan Persijap.

Dengan sudah tidak ada kucuran dana, dari konsorsium sudah waktunya
Stakeholder Jepara mengulurukan tangan.”Persijap ini timnya orang Jepara. Jangan mengaku orang Jepara kalau tidak mau membatu Persijap,” tandasnya.

Tidak hanya Bassalamah yang mundur. Menurut kabar, Ketua Umum Persijap Imam Ghozali kabarnya juga segera menyusul. Namun, belum ada pernyataan resmi dari Imam Ghozali sendiri. Hal ini ditegaskan oleh Bassalamah.

"Waktu saya katakan saya mau mundur, Pak Imam Ghozali juga mau mundur,"Kalau njengan mundur aku ya ikut mundur," begitu beliua mengatakan sama saya. Tapi untuk lebih jelasnya, bisa langsung klarifikasi ke beliau," katanya
(wbs)
Berita Terkini
Lintasan Tokyo Siap...
Lintasan Tokyo Siap Menguji! Simak Jadwal Lengkap dan Live Streaming di VISION+
1 jam yang lalu
Daftar 26 Pemain Timnas...
Daftar 26 Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026: Persib dan Persija Terbanyak!
1 jam yang lalu
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Suguhkan Persaingan Tim Sepak Bola Paling Bergengsi di Asia Tenggara
3 jam yang lalu
Jonatan Christie Tersingkir...
Jonatan Christie Tersingkir di Perempat Final China Open 2026
3 jam yang lalu
Timnas Indonesia Kembali...
Timnas Indonesia Kembali ke Jakarta Besok Jelang Piala AFF 2026, Langsung Uji Coba Stadion Pakansari
3 jam yang lalu
Piala AFF 2026, Juara...
Piala AFF 2026, Juara Bertahan Kenakan Patch Emas KhususMirip Argentina di Piala Dunia
5 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Terancam setelah...
5 Negara Terancam setelah Donald Trump Kembali Jadi Presiden AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved