Terlalu banyak mau, pemain ini akhirnya 'nganggur'
Sabtu, 13 Juli 2013 - 13:11 WIB
Terlalu banyak mau, pemain ini akhirnya 'nganggur'
A
A
A
Sindonews.com - Persis Solo versi LPIS tidak lagi memburu Windu Wibowo pada transfer windows menjelang putaran kedua Divisi Utama LPIS. Meski Persires Banjarnegara yang menjadi rival Persis LPIS untuk mendapatkan tanda tangan eks Madiun Putra ini sudah mengundurkan diri, tapi
managemen tim Laskar Sambernyawa memastkan tidak lagi membutuhkan jasa Windu Wibowo.
Ya, Persires Banjarnegara tidak sanggup membayar tinggi gaji yang diminta pemain yang mahir melakukan tendangan bola-bola mati tersebut."Gaji yang diminta diluar jangkauan kami, dari pada terlalu lama tawar menawar lebih baik kami mundur," kata Manager Persires Borgo Pane, Sabtu (13/7/2013).
Di sisi lalin, Persis LPIS juga sudah tidak tertarik lagi mendatangkan pemain yang musim ini memperkuat tim tetangganya itu, Persis Solo versi Liga Indonesia (Liga). Awalnya, Persis LPIS begitu ngebet bisa mendatangkan Windu Wibowo sebagai penguat lini tengah. Namun, managemen Persis LPIS berubah haluan.
Manager Persis LPIS Joni Sofyan Erwandi mengakui, awalnya memang sangat tertarik dengan kualitas yang dimilii Windu Wibowo. Namun, saat ini sudah tidak lagi meminatinya. Apalagi, tim besutan Widyantoro ini sudah mendapatkan pemain yang sepadan di lini tengah, Bangun Permana dari PPSM Magelang. "Untuklini tengah kami sudah mendapatkan Bangun Permana," ujarnya.
Menurut dia, keberadaan Bangun Permana juga sudah didaftarkan ke PT LPIS dan sudah mengantongi persetujuan dari operator liga tersebut. "Sudah disetujui dan sudah bisa dimainkan di pertandingan resmi berikutnya," tegasnya.
Bagi Windu, kini akhirnya menjadi 'pengangguran'. Pasalnya tim yang dibelanya, Persis Solo versi Liga gagal melenggang ke babak 12 besar Divisi Utama Liga Indonesia. Sedangkan Persires dan Persis LPIS yang sebelumnya berminat menggunakan jasanya, terpaksa memilih mundur dan menggalihkan kepada pemain lain yang lebih layak dari segi gaji.
managemen tim Laskar Sambernyawa memastkan tidak lagi membutuhkan jasa Windu Wibowo.
Ya, Persires Banjarnegara tidak sanggup membayar tinggi gaji yang diminta pemain yang mahir melakukan tendangan bola-bola mati tersebut."Gaji yang diminta diluar jangkauan kami, dari pada terlalu lama tawar menawar lebih baik kami mundur," kata Manager Persires Borgo Pane, Sabtu (13/7/2013).
Di sisi lalin, Persis LPIS juga sudah tidak tertarik lagi mendatangkan pemain yang musim ini memperkuat tim tetangganya itu, Persis Solo versi Liga Indonesia (Liga). Awalnya, Persis LPIS begitu ngebet bisa mendatangkan Windu Wibowo sebagai penguat lini tengah. Namun, managemen Persis LPIS berubah haluan.
Manager Persis LPIS Joni Sofyan Erwandi mengakui, awalnya memang sangat tertarik dengan kualitas yang dimilii Windu Wibowo. Namun, saat ini sudah tidak lagi meminatinya. Apalagi, tim besutan Widyantoro ini sudah mendapatkan pemain yang sepadan di lini tengah, Bangun Permana dari PPSM Magelang. "Untuklini tengah kami sudah mendapatkan Bangun Permana," ujarnya.
Menurut dia, keberadaan Bangun Permana juga sudah didaftarkan ke PT LPIS dan sudah mengantongi persetujuan dari operator liga tersebut. "Sudah disetujui dan sudah bisa dimainkan di pertandingan resmi berikutnya," tegasnya.
Bagi Windu, kini akhirnya menjadi 'pengangguran'. Pasalnya tim yang dibelanya, Persis Solo versi Liga gagal melenggang ke babak 12 besar Divisi Utama Liga Indonesia. Sedangkan Persires dan Persis LPIS yang sebelumnya berminat menggunakan jasanya, terpaksa memilih mundur dan menggalihkan kepada pemain lain yang lebih layak dari segi gaji.
(wbs)