Nasib PSMS di tangan PSSI dan PT LPIS
Senin, 15 Juli 2013 - 16:02 WIB
Nasib PSMS di tangan PSSI dan PT LPIS
A
A
A
Sindonews.com - Masa depan PSMS Medan versi PT LPIS tampaknya hanya sang manajer, Sukri Wardi yang mengetahuinya. Kendati tetap berusaha untuk melanjutkan kiprah tim Ayam Kinantan di Divisi Utama (DU) LPIS, manajemen masih menunggu keputusan PSSI soal jatah kompetisi musim depan.
Pihak PSMS Medan terus berupaya agar dua tim Divisi Utama mendapat jatah ke kompetisi kasta tertinggi musim mendatang bersama dua peserta Indonesian Premier League (IPL). Namun, kendalanya, belum dipastikan kapan pembicaraan antara PSSI-PT LPIS-PSMS seperti perencanaan sebelumnya.
''Kami masih menunggu keputusan PSSI dan LPIS terkait nasib PSMS. Kami masih tunggu waktu luang Djohar Arifin (Ketum PSSI Djohar Arifin Husin) untuk kesepakatan pembagian jatah klub termasuk Divisi Utama,” ujarnya.
Sukri mengatakan, jika PSMS Medan mendapat satu jatah tempat di kasta tertinggi, barulah pihaknya akan berupaya mencari sponsor untuk membiaya keberlangsungan tim. ''Jika hal itu terjadi, maka tim ini akan jalan terus dan kami akan cari sponsor untuk masuk, karena banyak sponsor yang sebenarnya sudah menunggu. Hanya tinggal kepastian kompetisi saja yang mereka butuhkan,” beber Sukri.
Kondisi itu memunculkan kemungkinan, PSMS Medan tidak lagi akan berkompetisi kalau memang PSSI dan LPIS tidak mengakomodir harapan PSMS untuk mengecap kasta tertinggi musim depan. Sukri menuturkan, dirinya akan membantu semampunya. ''Saya paham dengan kondisi pemain yang tidak mungkin bisa Kenya dengan kata-kata sabar. Tapi namanya proses, seharusnya mereka memahami kondisi ini sekarang,” kata dia.
Pihak PSMS Medan terus berupaya agar dua tim Divisi Utama mendapat jatah ke kompetisi kasta tertinggi musim mendatang bersama dua peserta Indonesian Premier League (IPL). Namun, kendalanya, belum dipastikan kapan pembicaraan antara PSSI-PT LPIS-PSMS seperti perencanaan sebelumnya.
''Kami masih menunggu keputusan PSSI dan LPIS terkait nasib PSMS. Kami masih tunggu waktu luang Djohar Arifin (Ketum PSSI Djohar Arifin Husin) untuk kesepakatan pembagian jatah klub termasuk Divisi Utama,” ujarnya.
Sukri mengatakan, jika PSMS Medan mendapat satu jatah tempat di kasta tertinggi, barulah pihaknya akan berupaya mencari sponsor untuk membiaya keberlangsungan tim. ''Jika hal itu terjadi, maka tim ini akan jalan terus dan kami akan cari sponsor untuk masuk, karena banyak sponsor yang sebenarnya sudah menunggu. Hanya tinggal kepastian kompetisi saja yang mereka butuhkan,” beber Sukri.
Kondisi itu memunculkan kemungkinan, PSMS Medan tidak lagi akan berkompetisi kalau memang PSSI dan LPIS tidak mengakomodir harapan PSMS untuk mengecap kasta tertinggi musim depan. Sukri menuturkan, dirinya akan membantu semampunya. ''Saya paham dengan kondisi pemain yang tidak mungkin bisa Kenya dengan kata-kata sabar. Tapi namanya proses, seharusnya mereka memahami kondisi ini sekarang,” kata dia.
(aww)