Jalani sidang Komdis di Jakarta, PSMS LI bingung uang dari mana?
Jum'at, 19 Juli 2013 - 16:55 WIB
Jalani sidang Komdis di Jakarta, PSMS LI bingung uang dari mana?
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Displin (Komdis) PSSI menjadwal ulang sidang untuk skuad PSMS versi PT Liga Indonesia pada Jumat (26/7) mendatang. Namun, diperkirakan sama seperti sebelumnya, keberangkatan tim PSMS Medan ke Jakarta bakal sulit terealisasi karena ketiadaan dana. Sebelumnya pemanggilan PSMS Medan dijadwalkan Jumat (12/7) lalu.
Skuad PSMS Medan seyogianya bakal mengikuti sidang Komdis PSSI yang diperkirakan membahas rencana pengaturan skor pada pertandingan melawan Persisko Tanjabar, dan Persis Tembilahan, serta kegagalan tim berangkat ke Bengkulu.
Pelatih kepala PSMS Medan PT LI, Suharto mengatakan, dirinya dan para pemain siap untuk berangkat ke sana memberikan keterangan terkait ketiga hal tersebut.
''Kami memang belum dapat undangan kedua. Tetapi kami sudah sama-sama tahu dan dengar rencana pengaturan skor itu oleh CEO (Chief Exewcutive Officer PSMS LI Heru Prawono). Makanya tidak mungkin bakal ada keterangan yang berbeda. Apalagi sebenarnya kami sudah melapor ke perwakilan pengurus terkait dengan rencana pengaturan skor tersebut.
Karena itu, pelatih berkepala plontos ini berharap Ketua umum dapat membiayai keberangkatan mereka ke sidang komdis Jumat pekan depan agar meraka dapat memberikan keterangan
''Kalau kami mau cari dana dari mana lagi? Seharusnya Indra Sakti mau menyediakan dana untuk keberangkatan kami ke sana karena dia masih bertanggung jawab atas ini. Kalau tidak ada dana bagaimana mau berangkat,” papar ayah enam anak ini.
Sementara itu, Asisten pelatih PSMS Medan, Coly Misrun menilai tanggal penjadwalan ulang yang dilakukan oleh komdis kurang tepat. Mengingat Jum’at (26/7) depan semua orang sudah melakukan persiapan untuk lebaran.
''Kami semua sudah sibuk cari uang untuk persiapan lebaran. Kenapa sudahlah gaji kami nggak ada, kami harus cari uang sendiri untuk keluarga kami dan kami disuruh berangkat lagi ke Jakarta. Siapa yang mau cari uang untuk keluarga kami? Apalagi zaman sekarang ini serba susah,” beber eks pemain PSMS, Harimau Tapanuli dan PS Rengat itu
Karena itu, dirinya masih tetap meminta Ketum PSMS Medan Indra Sakti Harahap agar tetap bertanggung jawab, khususnya untuk dana keberangkatan ini. "Dia itukan masih jadi ketua umum, seharusnya dia yang bertanggung jawab untuk mendanai keberangkatan kami,” ucapnya.
Pemain senior PSMS Medan Alamsyah Nasution juga mengaku bersedia dan siap untuk hadir ke sidang komdis untuk memberikan keterangan terkait dengan rencana pengaturan skor dan kegagalan berangkat ke Bengkulu. Hanya saja, pria bertinggi badan 178 ini menjelaskan masih terkendala dana keberangkatan.
''Bukan kami nggak mau berangkat ke sana, tetapi terkesan mustahil karena kami tak punya dana untuk ke sana (Jakarta). Apalagi sampai sekarang gaji belum juga keluar. Jadi kalau pun mereka menggelar sidang pada Jumat depan mau gimana lagi, ya memang kita sulit untuk datang kecuali ada yang mendanai,” kata pemain dengan nomer punggung 22 itu.(syukri amal)
Ketua Umum PSMS Medan versi PT LI Indra Sakti Harahap hingga berita ini dituliskan belum dapat dikonfirmasi. Ketiga nomor telepon seluler miliknya yang dihubungi tidak ada yang aktif.
Skuad PSMS Medan seyogianya bakal mengikuti sidang Komdis PSSI yang diperkirakan membahas rencana pengaturan skor pada pertandingan melawan Persisko Tanjabar, dan Persis Tembilahan, serta kegagalan tim berangkat ke Bengkulu.
Pelatih kepala PSMS Medan PT LI, Suharto mengatakan, dirinya dan para pemain siap untuk berangkat ke sana memberikan keterangan terkait ketiga hal tersebut.
''Kami memang belum dapat undangan kedua. Tetapi kami sudah sama-sama tahu dan dengar rencana pengaturan skor itu oleh CEO (Chief Exewcutive Officer PSMS LI Heru Prawono). Makanya tidak mungkin bakal ada keterangan yang berbeda. Apalagi sebenarnya kami sudah melapor ke perwakilan pengurus terkait dengan rencana pengaturan skor tersebut.
Karena itu, pelatih berkepala plontos ini berharap Ketua umum dapat membiayai keberangkatan mereka ke sidang komdis Jumat pekan depan agar meraka dapat memberikan keterangan
''Kalau kami mau cari dana dari mana lagi? Seharusnya Indra Sakti mau menyediakan dana untuk keberangkatan kami ke sana karena dia masih bertanggung jawab atas ini. Kalau tidak ada dana bagaimana mau berangkat,” papar ayah enam anak ini.
Sementara itu, Asisten pelatih PSMS Medan, Coly Misrun menilai tanggal penjadwalan ulang yang dilakukan oleh komdis kurang tepat. Mengingat Jum’at (26/7) depan semua orang sudah melakukan persiapan untuk lebaran.
''Kami semua sudah sibuk cari uang untuk persiapan lebaran. Kenapa sudahlah gaji kami nggak ada, kami harus cari uang sendiri untuk keluarga kami dan kami disuruh berangkat lagi ke Jakarta. Siapa yang mau cari uang untuk keluarga kami? Apalagi zaman sekarang ini serba susah,” beber eks pemain PSMS, Harimau Tapanuli dan PS Rengat itu
Karena itu, dirinya masih tetap meminta Ketum PSMS Medan Indra Sakti Harahap agar tetap bertanggung jawab, khususnya untuk dana keberangkatan ini. "Dia itukan masih jadi ketua umum, seharusnya dia yang bertanggung jawab untuk mendanai keberangkatan kami,” ucapnya.
Pemain senior PSMS Medan Alamsyah Nasution juga mengaku bersedia dan siap untuk hadir ke sidang komdis untuk memberikan keterangan terkait dengan rencana pengaturan skor dan kegagalan berangkat ke Bengkulu. Hanya saja, pria bertinggi badan 178 ini menjelaskan masih terkendala dana keberangkatan.
''Bukan kami nggak mau berangkat ke sana, tetapi terkesan mustahil karena kami tak punya dana untuk ke sana (Jakarta). Apalagi sampai sekarang gaji belum juga keluar. Jadi kalau pun mereka menggelar sidang pada Jumat depan mau gimana lagi, ya memang kita sulit untuk datang kecuali ada yang mendanai,” kata pemain dengan nomer punggung 22 itu.(syukri amal)
Ketua Umum PSMS Medan versi PT LI Indra Sakti Harahap hingga berita ini dituliskan belum dapat dikonfirmasi. Ketiga nomor telepon seluler miliknya yang dihubungi tidak ada yang aktif.
(aww)