Pengalaman buruk Hampton di Brussels
Selasa, 23 Juli 2013 - 05:53 WIB
Pengalaman buruk Hampton di Brussels
A
A
A
Sindonews.com - Persiapan yang buruk belum tentu mendapatkan hasil yang buruk. Hal tersebut sangat cocok untuk menggambarkan petenis tunggal putri muda Amerika Serikat, Jamie Hampton, ketika menuju ke turnamen lapangan tanah liat Brussels Terbuka 2013, yang digelar pada Mei lalu.
Petenis berusia 23 tahun itu mengungkapkan bahwa dirinya hampir saja gagal mengikuti turnamen yang dilangsungkan di Belgia itu. Pasalnya, barang bawaannya, seperti raket dan yang lainnya, hilang di suatu tempat dalam perjalanan dari Roma menuju Brussels. Bahkan asanya sempat hilang, jika dia mengingat hasil dari yang telah dicapainya pada turnamen lapangan tanah liat sebelumnya di Madrid dan Roma.
"Saya mengalami kekalahan dalam pertandingan kualifikasi secara beruntun di Madrid dan Roma, jadi saya tidak merasa terlalu bagus terkait permainan di lapangan tanah liat," tandasnya. "Lalu saya pergi ke Brussels, dan kehilangan tas saya. Saya tidak punya raket atau senar atau sepatu atau apa pun. Saya bahkan tidak bisa berlatih selama tiga hari pertama di sana."
"Di Roma mereka mengatakan kepada saya terdapat kekeliruan di bandara dan ada kemungkinan saya tidak bisa mendapatkan barang-barang saya. Jadi saya meminta mereka agar saya bisa mengambil raket saya di pesawat dan mereka mengatakan tidak. Saya mencoba untuk menentangnya, tapi itu tidak terlalu bagus."
Namun, Hampton pun berupaya untuk mendapatkan raket dengan mendatangi salah satu produsen raket. "Dan kami berhasil mendapatkan dua raket sebelum turnamen dimulai. Kemudian pada malam turnamen saya mengalami infeksi mata."
"Saya siap untuk pulang dan tidak bermain sama sekali. Saya merasa sangat menyesal untuk diri saya sendiri."
Namun, kata hatinya mengajaknya agar mengikuti turnamen. Akhirnya, dia memutuskan untuk mengikuti turnamen, dan hasilnya Hampton berhasil terus melaju hingga ke semifinal. Sayangnya, di babak empat besar, dia dikalahkan oleh sang pemenang turnamen, Kaia Kanepi dari Estonia.
Petenis berusia 23 tahun itu mengungkapkan bahwa dirinya hampir saja gagal mengikuti turnamen yang dilangsungkan di Belgia itu. Pasalnya, barang bawaannya, seperti raket dan yang lainnya, hilang di suatu tempat dalam perjalanan dari Roma menuju Brussels. Bahkan asanya sempat hilang, jika dia mengingat hasil dari yang telah dicapainya pada turnamen lapangan tanah liat sebelumnya di Madrid dan Roma.
"Saya mengalami kekalahan dalam pertandingan kualifikasi secara beruntun di Madrid dan Roma, jadi saya tidak merasa terlalu bagus terkait permainan di lapangan tanah liat," tandasnya. "Lalu saya pergi ke Brussels, dan kehilangan tas saya. Saya tidak punya raket atau senar atau sepatu atau apa pun. Saya bahkan tidak bisa berlatih selama tiga hari pertama di sana."
"Di Roma mereka mengatakan kepada saya terdapat kekeliruan di bandara dan ada kemungkinan saya tidak bisa mendapatkan barang-barang saya. Jadi saya meminta mereka agar saya bisa mengambil raket saya di pesawat dan mereka mengatakan tidak. Saya mencoba untuk menentangnya, tapi itu tidak terlalu bagus."
Namun, Hampton pun berupaya untuk mendapatkan raket dengan mendatangi salah satu produsen raket. "Dan kami berhasil mendapatkan dua raket sebelum turnamen dimulai. Kemudian pada malam turnamen saya mengalami infeksi mata."
"Saya siap untuk pulang dan tidak bermain sama sekali. Saya merasa sangat menyesal untuk diri saya sendiri."
Namun, kata hatinya mengajaknya agar mengikuti turnamen. Akhirnya, dia memutuskan untuk mengikuti turnamen, dan hasilnya Hampton berhasil terus melaju hingga ke semifinal. Sayangnya, di babak empat besar, dia dikalahkan oleh sang pemenang turnamen, Kaia Kanepi dari Estonia.
(nug)