PSS Sleman resmi boyong tiga pemain baru
Sabtu, 27 Juli 2013 - 14:08 WIB
PSS Sleman resmi boyong tiga pemain baru
A
A
A
Sindonews.com - PSS Sleman akhirnya sukses mendapatkan tiga pemain anyar setelah menunggu cukup lama. Pasalnya PT LPIS selaku operator liga baru saja menetapkan ketiga pemain tersebut sebagai pemain tim berjuluk Elang Jawa. Ketiga penggawa baru PSS Sleman tersebut yakni Kristian Adelmund, Topas Pamungkas dan Agung Suprayogi.
Manajer Operasional PSS Sleman, Rumadi mengatakan surat penetapan dari opetator liga untuk ketiga pemain sudah diterimanya melalui email. Surat tersebut sebagai bukti bila transfer pemain sudah tuntas dan sah dimainkan oleh PSS Sleman pada laga berikutnya. "Surat (penetepan) untuk Topas dan Agung sudah turun, untuk Adelmund memang sudah beberapa hari sebelumnya sudah tuntas," terang Rumadi, Sabtu (27/7/2013).
Setelah surat penetapan tersebut diterimanya, otomatis ketiga amunisi barunya itu sudah resmi menjadi milik PSS. "Ketiga memang sudah menjalani latihan bersama tim, namun belum resmi karena belum ada surat penetapan. Sekarang setelah ada surat penetapan, ketiganya sudah resmi menjadi pemain PSS," sambungnya.
Dia menambahkan ketiga dikontrak selama sisa kompetisi atau selama putaran kedua. Jika kinerjanya bagus tidak menutup kemungkinan pada musim depan jasa dan tenaganya dibutuhkan lagi. Lebih lanjut Rumadi optimistis hadirnya ketiga pemain baru tersebut membuat tim kebanggaan publik Sleman semakin kokoh dalam mengarungi
sisa laga di Divisi Utama LPIS. Ketiganya direkrut berdasarkan kebutuhan dan penguatan tim. "Kami optimis PSS semakin lebih baik," tegasnya.
Kehadiran Kristian Adelmund diharapkan bisa membuat lini belakang PSS kian solid. Postur tubuh mantan Persepam Madura United menjadi garansi lebih unggul dalam duel bola-bola atas. Sedangkan Topas Pamungkas diplot posisi winger yang diharapkan agar serangan dari sayap lebih hidup, sementara Agung diharapkan membuat daya dobrak PSS di depan mulut gawang lawan kian tajam.
Optimisme juga didukung keberadaan pergantian pelatih yang membawa ritme permainan PSS lebih berani tampil ofensif. Di bawah besutan Lafran Pribadi, permainan PSS juga lebih menarik dan enak ditonton. Ini terlihat dalam dua laga uji coba yang dijalani melawan tim lokal DIY.
Manajer Operasional PSS Sleman, Rumadi mengatakan surat penetapan dari opetator liga untuk ketiga pemain sudah diterimanya melalui email. Surat tersebut sebagai bukti bila transfer pemain sudah tuntas dan sah dimainkan oleh PSS Sleman pada laga berikutnya. "Surat (penetepan) untuk Topas dan Agung sudah turun, untuk Adelmund memang sudah beberapa hari sebelumnya sudah tuntas," terang Rumadi, Sabtu (27/7/2013).
Setelah surat penetapan tersebut diterimanya, otomatis ketiga amunisi barunya itu sudah resmi menjadi milik PSS. "Ketiga memang sudah menjalani latihan bersama tim, namun belum resmi karena belum ada surat penetapan. Sekarang setelah ada surat penetapan, ketiganya sudah resmi menjadi pemain PSS," sambungnya.
Dia menambahkan ketiga dikontrak selama sisa kompetisi atau selama putaran kedua. Jika kinerjanya bagus tidak menutup kemungkinan pada musim depan jasa dan tenaganya dibutuhkan lagi. Lebih lanjut Rumadi optimistis hadirnya ketiga pemain baru tersebut membuat tim kebanggaan publik Sleman semakin kokoh dalam mengarungi
sisa laga di Divisi Utama LPIS. Ketiganya direkrut berdasarkan kebutuhan dan penguatan tim. "Kami optimis PSS semakin lebih baik," tegasnya.
Kehadiran Kristian Adelmund diharapkan bisa membuat lini belakang PSS kian solid. Postur tubuh mantan Persepam Madura United menjadi garansi lebih unggul dalam duel bola-bola atas. Sedangkan Topas Pamungkas diplot posisi winger yang diharapkan agar serangan dari sayap lebih hidup, sementara Agung diharapkan membuat daya dobrak PSS di depan mulut gawang lawan kian tajam.
Optimisme juga didukung keberadaan pergantian pelatih yang membawa ritme permainan PSS lebih berani tampil ofensif. Di bawah besutan Lafran Pribadi, permainan PSS juga lebih menarik dan enak ditonton. Ini terlihat dalam dua laga uji coba yang dijalani melawan tim lokal DIY.
(akr)