Krisis akut, Persis salahkan PT LPIS

Senin, 29 Juli 2013 - 13:05 WIB
Krisis akut, Persis...
Krisis akut, Persis salahkan PT LPIS
A A A
Sindonews.com - Persis Solo versi LPIS berada dalam krisis finansial akut. Gaji pemain belum dibayar, menunggak biaya stadion dan lainnya, menjadi indikasi kuat Persis LPIS berada di ujung tanduk. Komisaris Persis LPIS ini menuding operator kompetisi (PT LPIS) sebagai biang krisis yang dialami tim berjuluk Laskar Sambernyawa.

Komisaris Persis LPIS Ruhban Ruzziatno mengatakan, krisis yang dialami tim kebanggaan Kota Bengawan sebenarnya tidak terjadi jika PT LPIS lebih 'fair' kepada tim konstestan Divisi Utama LPIS. Kompetisi Divisi Utama yang berada di bawah naungan PT LPIS tidak sehat, yakni belum jelasnya sistem promosi dan degradasi.

Menurut dia, tanpa sistem promosi dan degradasi membuat tim Persis LPIS kesulitan mendapatkan sponsor yang sanggup menghidupi roda kompetisi. "Jika ada sistem promosi dan degradasi, tim Persis LPIS pasti sudah mendapatkan sponsor. Tim ini gagal menjalin kerjasama dengan sponsor karena kompetisi yang diikuti tidak mengenal promosi," ujarnya, Minggu (28/7/2013).

Sebelum kompetisi digelar April lalu, Persis LPIS hampir mendapatkan sponsor kelas kakap dari luar kota. Bahkan, kedua pihak (sponsor dan tim Persis) sudah menyekapati nominal dana yang siap digelontorkan. Namun, sponsor tersebut memilih mundur teratur setelah kompetisi yang diikuti tidak ada kepastian bisa melangkah ke kasta tertinggi.

Dia juga menyoroti bantuan dana berupa revenue sharing yang dijanjikan PT LPIS sampai detik ini juga belum turun. Padahal, dana tersebut dianggap sangat penting, setidaknya bisa untuk membantu menggaji pemain, membayar sewa stadion maupun membiayai ongkos operasional lainnya. Praktis tanpa bantuan dana dan suntikan dana sponsor, Persis LPIS hanya mengandalkan pemasukan tim dari tiket penonton di laga kandang.

Ruhban tetap berharap dana dari PT LPIS biosa segera turun, setidaknya sebelum Lebaran. Hal ini penting untuk membayar gaji pemain yang masih tertunggak, mengingat saat Lebaran tentu pemain sangat membutuhkan uang yang tidak sedikit. "Saya masih berharap dana dari pusat (PT LPIS) bisa turun sebelum Lebaran," pintanya.

Jika sampai Lebaran dana tersebut tidak turun, nasib tim yang berdiri sejak 1923 kian suram. Komisaris juga tidak ingin nasib para pemainnya kian memburuk tanpa adanya gaji yang masuk ke kantong mereka. "Nasib masa depan pemain harus tetap diperhatikan. Jika memang tim tidak ada dana (dana dari pusat tidak turun), tidak perlu melanjutkan kompetisi," tegasnya.

Dalam kondisi seperti ini, managemen Persis LPIS harus segera mencari solusi yang cepat dan tepat. "Sekali lagi, dalam mengambil keputusan, masa depan pemain harus dipertimbangkan," ungkapnya.
(wbs)
Berita Terkait
Bhayangkara FC vs Persis...
Bhayangkara FC vs Persis Solo: Dibayangi Pemecatan, Jacksen Yakin Masa Suram Laskar Sambernyawa Berakhir
Persis Solo Umumkan...
Persis Solo Umumkan Giovani Numberi Pemain Anyar Jelang Liga 1 2024/2025
Dibayari Saat Beli Bensin,...
Dibayari Saat Beli Bensin, Erick Thohir Bujuk Aremania Dukung Persis Solo
Persis Solo Hadapi Badai...
Persis Solo Hadapi Badai Cedera di Awal Musim Liga 1 2023/2024
Ramadhan Sananta Dipanggil...
Ramadhan Sananta Dipanggil Timnas Indonesia, Pelatih Persis Solo: Dia Striker Terbaik
Kaesang Jadi Direktur...
Kaesang Jadi Direktur Utama Persis Solo
Berita Terkini
Skuad Timnas Norwegia...
Skuad Timnas Norwegia Foto Ala Pasukan Viking Menuju Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
Gaung NBA Finals 2026...
Gaung NBA Finals 2026 Menghidupkan Atmosfer Basket Jakarta
1 jam yang lalu
Jonatan Christie Tembus...
Jonatan Christie Tembus Final Indonesia Open 2026
2 jam yang lalu
Cipta Cendikia FA U-15...
Cipta Cendikia FA U-15 dan Putri JP Jakarta U-18 Juara Hydroplus Soccer League Jakarta 2025/2026
4 jam yang lalu
Pemain Israel Dilempari...
Pemain Israel Dilempari Sepatu Buntut Selebrasi Provokatif saat Lawan Albania
10 jam yang lalu
The Legend Continues...
The Legend Continues Bergulir di Semarang, Team RS-Telkomsel 5G Siap Hadapi Putaran 2 Kejurnas Sprint Rally 2026
10 jam yang lalu
Infografis
Krisis Militer Inggris,...
Krisis Militer Inggris, 15.000 Tentara Inggris Pilih Mundur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved