ISG dinilai tidak ideal bagi Timnas U-23
Rabu, 04 September 2013 - 18:26 WIB
ISG dinilai tidak ideal bagi Timnas U-23
A
A
A
Sindonews.com – Ajang Islamic Solidary Games (ISG) 2013 di Palembang 22 September – 1 Oktober mendatang, dinilai kurang ideal bagi tim nasional (timnas) U-23. Tidak idealnya ajang tersebut bagi tim Garuda Muda, lebih dikarena waktu pergelarannya sangat mempet dengan akhir kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012/2013.
Tergabung dalam Grup B bersama Irak, Kuwait, dan Libya, tim besutan Rahmad Darmawan tersebut akan menjalani laga perdana diajang ISG pada 17 September kontra Kuwait. Kondisi tersebut tentu sangat menyulitkan, setelah laga terakhr ISL baru berlangsung 15 September.
“ISG itu memang tidak ideal sebenarnya. Karena pemain-pemain yang ikut kompetisi baru selesai main tanggal 15 September. Sementara timnas U-23, langsung menjalani laga perdana di ISG pada tanggal 17 September kontra Kuwait,” ungkap asisten pelatih timnas U-23, Yeyen Tumena, dalam acara Gerakan Ayo Indonesia Bisa yang disponsori Clear di Jakarta, kemarin.
Walaupun ISG dinilai tidak ideal bagi timnas U-23, Yeyen tidak mau menggap hal tersebut sebagai halangan. Apalagi, tetap ada pemain-pemain yang bisa berkumpul lebih dulu, selain pemain-pemain yang bisa bergabung pada tanggal 15 September. Diperkirakan, ada 11 pemain yang akan bergabung lebih dulu.
“Tapi ada beberapa pemain yang sudah datang duluan bersama saya kurang lebih 11 pemain. Yang tidak main di ISL, itu yang pasti datang lebih dulu. Pemain-pemain ini diberikan izin oleh klubnya masing-masing, karena klubnya sendiri sudah tidak terpengaruh di ISL,” jelas Yeyen, yang juga mantan pemain timnas Indonesia.
Yeyen sendiri menjelaskan, tim kepelatihan tim Garuda Muda telah mendaftarkan sekitar 30 pemain untuk ambil bagian diajang ISG. Namun, dari 30 pemain yang akan didaftarkan, hanya ada 24 pemain yang akan ambil bagian diajang negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) tersebut.
“Kami sudah ada nama-namanya. Tapi tidak elok saya yang sampaikan hal tersebut. Kami daftarkan 30 pemain sejauh ini dan yang bermain di ISG ada 24 pemain. Setelah berlaga diajang ISG, kami akan menggelar Pelatihan Nasional (Pelatnas) jangka panjang,” sambung Yeyen.
Sementara itu, terkait dengan Gerakan Ayo Kita Bisa, hal tersebut mendapat sambutan baik dari salah satu punggawa timnas senior Ahmad Bustomi. Dimana Bustomi dan juga Andik Vermansyah juga Raphael Maitimo turut mendukung adanya Gerakan Ayo Kita Bisa.
“Kami ingin masyarakat Indonesia tahu bahwa dukungan mereka bagi kami itu sangat berarti. Kehadiran mereka di setiap pertandingan serta setiap doa dan harapan yang mereka ucapkan menjadi sebuah motivasi dan kekuatan untuk kami terus berprestasi,” papar Bustomi.
Tergabung dalam Grup B bersama Irak, Kuwait, dan Libya, tim besutan Rahmad Darmawan tersebut akan menjalani laga perdana diajang ISG pada 17 September kontra Kuwait. Kondisi tersebut tentu sangat menyulitkan, setelah laga terakhr ISL baru berlangsung 15 September.
“ISG itu memang tidak ideal sebenarnya. Karena pemain-pemain yang ikut kompetisi baru selesai main tanggal 15 September. Sementara timnas U-23, langsung menjalani laga perdana di ISG pada tanggal 17 September kontra Kuwait,” ungkap asisten pelatih timnas U-23, Yeyen Tumena, dalam acara Gerakan Ayo Indonesia Bisa yang disponsori Clear di Jakarta, kemarin.
Walaupun ISG dinilai tidak ideal bagi timnas U-23, Yeyen tidak mau menggap hal tersebut sebagai halangan. Apalagi, tetap ada pemain-pemain yang bisa berkumpul lebih dulu, selain pemain-pemain yang bisa bergabung pada tanggal 15 September. Diperkirakan, ada 11 pemain yang akan bergabung lebih dulu.
“Tapi ada beberapa pemain yang sudah datang duluan bersama saya kurang lebih 11 pemain. Yang tidak main di ISL, itu yang pasti datang lebih dulu. Pemain-pemain ini diberikan izin oleh klubnya masing-masing, karena klubnya sendiri sudah tidak terpengaruh di ISL,” jelas Yeyen, yang juga mantan pemain timnas Indonesia.
Yeyen sendiri menjelaskan, tim kepelatihan tim Garuda Muda telah mendaftarkan sekitar 30 pemain untuk ambil bagian diajang ISG. Namun, dari 30 pemain yang akan didaftarkan, hanya ada 24 pemain yang akan ambil bagian diajang negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI) tersebut.
“Kami sudah ada nama-namanya. Tapi tidak elok saya yang sampaikan hal tersebut. Kami daftarkan 30 pemain sejauh ini dan yang bermain di ISG ada 24 pemain. Setelah berlaga diajang ISG, kami akan menggelar Pelatihan Nasional (Pelatnas) jangka panjang,” sambung Yeyen.
Sementara itu, terkait dengan Gerakan Ayo Kita Bisa, hal tersebut mendapat sambutan baik dari salah satu punggawa timnas senior Ahmad Bustomi. Dimana Bustomi dan juga Andik Vermansyah juga Raphael Maitimo turut mendukung adanya Gerakan Ayo Kita Bisa.
“Kami ingin masyarakat Indonesia tahu bahwa dukungan mereka bagi kami itu sangat berarti. Kehadiran mereka di setiap pertandingan serta setiap doa dan harapan yang mereka ucapkan menjadi sebuah motivasi dan kekuatan untuk kami terus berprestasi,” papar Bustomi.
(wbs)