Kerusuhan Manahan meluas hingga ke Klaten

Rabu, 04 September 2013 - 19:55 WIB
Kerusuhan Manahan meluas...
Kerusuhan Manahan meluas hingga ke Klaten
A A A
Sindonews.com - Aksi anarkhis yang diduga dilakukan kelompok suporter sepak bola terjadi di Klaten, tadi sore (4/9/2013). Sebuah bengkel "Ekajaya" yang berada di bilangan Jalan Jogja-Solo, tepatnya di Desa Jonggrangan, Kecamatan Klaten Utara dirusak sekelompok puluhan orang.

Dwi Wahyono, 35, pemilik bengkel mengungkapkan, sekitar pukul 15.30 puluhan massa datang dari arah Yogyakarta. Usia mereka rata-rata masih pemuda, berkisar antara 20-25 tahun. "Tiba-tiba mereka berhenti di depan bengkel saya dan melakukan perusakan," katanya, Rabu (4/9/2013).

Dwi mengatakan, massa yang melakukan perusakan tersebut tanpa menggunakan atribut. Namun, dia menduga kelompok massa merupakan salah satu suporter sepak bola. "Karena salah satu di antara mereka berteriak Pasoepati Asu," imbuhnya.

Dugaan semakin menguat apalagi pada saat bersamaan, di Stadion Manahan Solo sedang dihelat laga big match antara Persis Solo versi LPIS kontra PSS Sleman. "Saya tidak menuduh, tapi sepertinya memang suporter bola. Mereka tidak membawa atribut seperti bendara dan sebagainya. Mungkin atributnya dimasukkan di dalam tas ransel yang
mereka bawa," jelasnya.

Atas tindakan anarkhis itu, Dwi mengaku menelan kerugian besar secara material. Tidak hanya kaca etalase yang dirusak, namun sejumlah motor yang sedang diservis di bengkelnya juga di rusak massa tersebut. "Siapa yang akan menanggung kerugian yang saya alami ini," ujar Dwi dengan nada sedih.

Warga di sekitar bengkel yang mengetahui aksi tersebut merasa ketakutan. Warga memilih lari dan menyelamatkan diri, dari pada menjadi korban anarkhis. "Mereka seperti mau perang, membawa rantai besi, potongan besi dan macam-macam," kata Bagus, warga setempat.

Bagus mengatakan, selain merusak sejumlah barang, massa juga mencederai sejumlah orang yang saat itu sedang berada di bengkel. "Saya sempat melihat, orang bengkel (karyaan bengkel) sempat dipukul pakai besi. Setelah itu saya memilih lari menyelamatkan diri," ungkapnya.

Belum ada keterangan dari masing-masing suporter sepak bola. Suporter PSS Sleman (Slemania dan Brigata Curva Sud) menegaskan dalam laga tandang tim kebanggaannya, kedua kelompok suporter ini tidak memberangkat secara resmi ke Solo. Sedangkan dari kelompok Pasoepati, Sekjend Anwar Pasoepati berkali-kali dihubungi tidak diangkat
teleponnya.
(wbs)
Berita Terkait
Bhayangkara FC vs Persis...
Bhayangkara FC vs Persis Solo: Dibayangi Pemecatan, Jacksen Yakin Masa Suram Laskar Sambernyawa Berakhir
Persis Solo Umumkan...
Persis Solo Umumkan Giovani Numberi Pemain Anyar Jelang Liga 1 2024/2025
Persis Solo Hadapi Badai...
Persis Solo Hadapi Badai Cedera di Awal Musim Liga 1 2023/2024
Dibayari Saat Beli Bensin,...
Dibayari Saat Beli Bensin, Erick Thohir Bujuk Aremania Dukung Persis Solo
Ramadhan Sananta Dipanggil...
Ramadhan Sananta Dipanggil Timnas Indonesia, Pelatih Persis Solo: Dia Striker Terbaik
Kaesang Jadi Direktur...
Kaesang Jadi Direktur Utama Persis Solo
Berita Terkini
Kisah Ghetto Kids: Dari...
Kisah Ghetto Kids: Dari Gang Sempit Kampala ke Panggung Piala Dunia dan Berduet dengan Shakira
1 jam yang lalu
Final Piala Dunia 2026:...
Final Piala Dunia 2026: Ribuan Suporter Terjebak Antrean
2 jam yang lalu
Narantraya Jeihan Borong...
Narantraya Jeihan Borong 3 Podium di JJ All Star 2026, Bidik Prestasi Bersama Ideale di PORPROV Jabar
5 jam yang lalu
Messi Nyaris Celaka...
Messi Nyaris Celaka Jelang Final Piala Dunia 2026, Ditekel Rekan Setim
5 jam yang lalu
Sikat Wakil Korea, Fajar/Fikri...
Sikat Wakil Korea, Fajar/Fikri Juara Ganda Putra Japan Open 2026
9 jam yang lalu
Ronaldo: Spanyol Akan...
Ronaldo: Spanyol Akan Menang Mudah Lawan Argentina
12 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved