Dejan ke Indonesia sebagai musuh

Selasa, 10 September 2013 - 18:35 WIB
Dejan ke Indonesia sebagai...
Dejan ke Indonesia sebagai musuh
A A A
Sindonews.com - Ada sosok asing, tapi tidak asing bagi sepak bola Indonesia di ajang Piala AFF U-19 di Sidoarjo, Jawa Timur, 9-22 September. Siapa? Dejan Gluscevic. Ya, Dejan pernah bersinar sebagai legiun asing di sepak bola Indonesia.

Namun kali ini, Gluscevic hadir sebagai juru taktik timn nasional (timnas) U-19 Singapura. Publik sepak bola Indonesia pernah terpukau dengan aksi-aksi Gluscevic pada era 1990an. Pemain kelahiran Serbia tersebut merupakan bintang Bandung Raya dan Pelita Jaya. Saat kompetisi tertinggi di Indonesia masih menggunakan nama Liga Indonesia (Ligina).

Kebintangan Gluscevic benar-benar terang pada Ligina tahun 1995-1996. Saat itu, Dejan berhasil mengantarkan Bandung Raya menjadi juara. Di periode itu pula, pemain kelahiran Prijepole Montenegro, 21 Juli 1967, tersebut, berhasil mencatatkan dirinya sebagai pencetak gol terbanyak.

Dejan yang pada akhirnya memutuskan pulang ke negara asal saat kisruh politik melanda Tanah Air pada tahun 1998, akhirnya kembali ke Indonesia. Namun, kembalinya Dejan dipastikan akan menjadi lawan. Jika timnas U-19 Singapura mampu lolos dari Grup A, bukan tidak mungkin akan terjadi pertemuan antara Dejan dengan timnas U-19 Indonesia.

"Saya senang bisa kembali ke Indonesia. Saya selalu suka dengan iklim dari sepak bola Indonesia itu sendiri. Saat itu, saya sebenarnya masih ingin bermain di sini. Tapi saat itu, situasinya tidak mendukung saya untuk kembali," ungkapnya.

Sebenarnya nama Dejan sempat kembali dikait-kaitkan dengan sepak bola Indonesia. Tepatnya dua tahun lalu, ketika namanya disebut akan menukangi Persija Jakarta di kompetisi Indonesia Super League (ISL). Namun sayang, hal tersebut akhirnya tidak terlaksana. Setelah dia lebih memilih terus bekerjasama dengan Federasi Sepak Bola Singapura.

"Saya sudah empat tahun menangani sepak bola usia muda di Singapura.Sudah ada sekitar tiga pemain binaan saya, yang kini sudah bermain di Eropa," jelasnya.

"Sementara itu sebelum datang ke sini (Piala AFF U-19), kami sudah melakukan berbagai persiapan. Tapi sebelum datang, para pemain kami harus mengikuti ujian di sekolah masing-masing. Saya akui, jika di Singapura tidak seperti di Indonesia. Sulit sekali mencari bibit-bibit sepak bola," tutupnya.
(aww)
Berita Terkait
Hasil Piala AFF U-19...
Hasil Piala AFF U-19 2022: Kalahkan Malaysia, Laos U-19 Tantang Thailand di Semifinal
Surakarta dan Surabaya...
Surakarta dan Surabaya Resmi Tuan Rumah Piala AFF U-16 dan U-19 2024
Hasil Piala AFF U-19...
Hasil Piala AFF U-19 2022: Gunduli Brunei U-19, Filipina Akhiri Penyisihan dengan 3 Poin
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 Grup A dan B: Indonesia Wajib Menang
Hasil Piala AFF U-19...
Hasil Piala AFF U-19 2022: Tekuk Singapura U-19, Timor Leste Panaskan Persaingan Grup B
Jelang Semifinal Piala...
Jelang Semifinal Piala AFF U-19 2022: Thailand U-19 Ketar-ketir Jumpa Laos
Berita Terkini
Thomas Muller Buka Lagi...
Thomas Muller Buka Lagi Momen Kontroversial Bersama Messi, Sindir Keputusan Wasit
1 jam yang lalu
FIFA Tepis Isu Pengaturan...
FIFA Tepis Isu Pengaturan Skor Pertandingan di Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
Norwegia Siap Laporkan...
Norwegia Siap Laporkan FIFA, Protes Campur Tangan Trump dalam Kasus Kartu Merah Balogun
1 jam yang lalu
Formula 1 Hungarian...
Formula 1 Hungarian Grand Prix 2026: Jadwal Lengkap dan Link Streaming di VISION+
3 jam yang lalu
Keluarga Peter Crouch...
Keluarga Peter Crouch Cerita Susahnya Masuk AS saat Piala Dunia 2026
6 jam yang lalu
Polygon Beri Beasiswa...
Polygon Beri Beasiswa Juara BMX Usia Dini
7 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved