Soal kerusuhan Solo, PSSI siapkan hukuman terberat
Rabu, 11 September 2013 - 18:27 WIB
Soal kerusuhan Solo, PSSI siapkan hukuman terberat
A
A
A
Sindonews.com - Kasus kerusuhan pertandingan Persis Solo vs PSS Sleman di ajang yang diasuh PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) ditanggapi serius oleh Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Komdis melalui ketuanya, Hinca Panjaitan menuturkan akan mengagendakan pemanggilan PT LPIS terkait kerusuhan itu.
"Besok LPIS kita panggil karena dinilai tidak mengindahkan keputusan Komdis," ujar Hinca di kantor PSSI di Jakarta, Rabu (11/9/2013).
Pemanggilan itu, diakui Hinca adalah untuk mendengarkan penjelasan dari PT LPIS terkait pembiaran pertandingan yang sebetulnya tidak bisa dilangsungkan itu. Pasalnya, Persis Solo sebelumnya telah diputuskan didiskualifikasi oleh Komdis PSSI sebelum pertandingan melawan PSS Sleman, Rabu (4/9/2013).
Hinca menambahkan konsekuensi hukuman berat pun menanti LPIS jika pada pemanggilan besok tidak bisa menjelaskan kerusuhan itu. Namun, saat ditanya soal hukuman secara rinci, Hinca enggan menjelaskan dengan alasan menunggu penjelasan pihak LPIS.
"Jika PT. LPIS tidak mampu menjelaskan, itu bisa berakibat fatal. Soal fatalnya seperti apa, ditunggu besok," paparnya.
Selain LPIS, Komdis juga mengagendakan pemanggilan individu-individu yang terkait dengan pertandingan. Serupa dengan LPIS, hukuman berat pun menanti mereka jika terbukti bersalah.
"Minggu depan seluruh pihak secara individu yang terkait pertandingan, mulai dari pertandingan, pihak kedua klub dll itu akan dipanggil dengan ancaman hukuman dilarang aktif di sepakbola seumur hidup jika terbukti bersalah," tutupnya.
"Besok LPIS kita panggil karena dinilai tidak mengindahkan keputusan Komdis," ujar Hinca di kantor PSSI di Jakarta, Rabu (11/9/2013).
Pemanggilan itu, diakui Hinca adalah untuk mendengarkan penjelasan dari PT LPIS terkait pembiaran pertandingan yang sebetulnya tidak bisa dilangsungkan itu. Pasalnya, Persis Solo sebelumnya telah diputuskan didiskualifikasi oleh Komdis PSSI sebelum pertandingan melawan PSS Sleman, Rabu (4/9/2013).
Hinca menambahkan konsekuensi hukuman berat pun menanti LPIS jika pada pemanggilan besok tidak bisa menjelaskan kerusuhan itu. Namun, saat ditanya soal hukuman secara rinci, Hinca enggan menjelaskan dengan alasan menunggu penjelasan pihak LPIS.
"Jika PT. LPIS tidak mampu menjelaskan, itu bisa berakibat fatal. Soal fatalnya seperti apa, ditunggu besok," paparnya.
Selain LPIS, Komdis juga mengagendakan pemanggilan individu-individu yang terkait dengan pertandingan. Serupa dengan LPIS, hukuman berat pun menanti mereka jika terbukti bersalah.
"Minggu depan seluruh pihak secara individu yang terkait pertandingan, mulai dari pertandingan, pihak kedua klub dll itu akan dipanggil dengan ancaman hukuman dilarang aktif di sepakbola seumur hidup jika terbukti bersalah," tutupnya.
(wbs)