Rebut satu poin, posisi PSM merosot
Minggu, 15 September 2013 - 01:35 WIB
Rebut satu poin, posisi PSM merosot
A
A
A
Sindonews.com -- Skuat Juku Eja PSM, hanya mampu merebut satu poin saat menantang PSIR Rembang dilaga lanjutan kompetisi Indonesia Premier League (IPL) musim ini, setelah harus bermain imbang 1-1 di stadion Krida, Rembang Jawa Tengah tadi sore. Dengan hasil ini, posisi skuat Juku Eja merosot karena hanya mampu mengoleksi 29 poin.
Gol Pasukan Ramang, diciptakan oleh kapten keseblasan PSM Andi Oddang pada menit 28, setelah memaksimalkan umpan matang dari Abdul Abanda Rahman yang bermain sejak menit awal. Sementara gol penyeimbang PSIR Rembang diciptakan oleh Yoni Ustaf dari titik putih pada menit 88, setelah wasit memberikan hadia pinalti untuk tim tuan rumah.
Bermain dilaga tandang, tidak membuat Andi Oddang dkk menggendorkan serangan, Pasukan Ramang yang turun dengan jersey barunya yang berwarna biru berusaha menguasai tempo permainan sejak awal pertandingan. Bukan hanya itu, klub besutan Imran Amirullah ini tampil agresif dengan mengandalkan serangan cepat.
Peluang pertama PSM, tercipta dari kaki Andi Oddang, setelah menerima umpan matang dari Kaharuddin namun sepakannya masih terlalu lemah hingga penjaga gawang Laska Dampo Awang julukan PSIR Rembang Nanda Pradana berhasil mengamankan si kulit bundal dalam pelukannya. Pasukan Ramang terus mengurung permainan tuan rumah, hingga pada menit ke 17 Kaharuddin belum bisa memaksimalkan umpan dari Oddang.
Pada menit ke 28 melalui dari kerjasama di lini tengah yakni Qifly Tamara dan Rasyid Assyahid Bakri, serta diumpan ke Abdul Abanda Rahman, sang kapten keseblasan Andi Oddang mampu memperdaya kiper PSIR setelah mendapat umpan terukur dari Abanda hingga sepakanya megoyak jala tuan rumah. Hingga membawa PSM unggul sementara dibabak pertama.
Setelah keboolan, tim tuan rumah berusaha keluar dari tekanan Laskar Ayam Jantan dari Timur, hingga bermain keras, akibatnya Rasid yang berusaha memotong serangan tuan rumah menganjal pemain tengah PSIR Rembang harus mendapat kartu kuning pertama pada menit ke 32. Hingga babak pertama usai skor PSM masih unggul sementara.
Memasuki babak kedua, tempo permainan semakin meninggi, tuan rumah yang tampil menggunakan seragam orange berusaha mengimbangi permainan PSM yang dimotori oleh Rasid di lini tengah, Bukan hanya itu, klub asal Jawa Tengah ini terus berusaha menekan Pasukan Ramang, namun hingga menit ke 60 belum ada peluang yang berarti bagi tuan rumah. Laskar Dampo Awang belum bisa membongkar pertahanan Skuad Juku Eja yang dibentengi oleh Handi Hamzah.
Sejumlah pelanggaran yang didapatkan PSIR Rembang dinilai banyak merugikan PSM, hingga membuat Imran Amirullah menginstruksikan Andi Oddang dkk keluar lapangan. Setelah beberapa menit, pemain PSM kembali bertanding. Petaka muncul pada menit ke 88, sasat Dadang Suhanda wasit yang memimpin pertandingan menunjuk titik putih, setelah Handi dinilai melanggar pemain depan PSIR Rembang, yang berduel udara di depan area terlarang.
Yoni Ustaf, pemain PSIR Rembang yang tampil sebagai algojo mampu menyamakan kedudukan setelah memperdaya I Ngurah Komang Arya kiper PSM. Hingga skor berubah 1-1. Dipenghujung pertandingan Handi Hamzah harus diusir keluar lapangan karena mendapat kartu merah pemain belakang ini mengoleskan obat oles pada wajah wasit karena dinilai berpihak pada tim tuan rumah, akibatnya hingga pului panjang, skor tetap imbang.
Pelatih sementara PSM Imran Amirullah mengatakan, para pemainnya sudah berusaha semaksimal mungking pada laga tur Jawa Tengah kali ini, namun keputusan wasit banyak merugikan tim. "Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, namun kami kecewa terhadap kepemimpinan wasit pada laga ini," kata Imran.
Dirinya juga mengungkapkan, semestinya tiga poin bisa kami amankan, namun karena kepemimpinan wasit pada laga tersebut, hingga target meraih poin penuh harus kandas. Bahkan, permainan anak asuhnya harus terganggu karena wasit yang kerap memberikan pelanggaran untuk tuan rumah. "Bagaimama mau mainkan sepakbola yang bagus, setiap kali kita menyerang, dikasih pelanggaran, setiap menyerang dikasih pelanggaran, jadi susah jadinya,” kata Imran mengungkapkan kekecewaannya.
Sementara itu, pelatih PSIR Rembang Hariyanto mengatakan, dirinya bersyukur karena bisa mengamankan satu poin di kandang sendiri, apalagi berhadapan dengan tim seperti PSM. "Pemain PSM bermain sangat bangu, pastinya kami bersyukur dengan perolehan ini," kata dia.
Saat ini, PSM berada diposisi ketujuh dengan raihan 29 poin, karena pada dua laga sebelumnya klub kebanggan masyarakat Sulawesi Selatan ini hanya mampu bermain imbang. Apalagi, pada hari yang sama Pro Duta FC berhasil menundukkan Persijap Jepara di kandangnya dengan skor 2-0. Hingga membuat klub asal Medan ini meraih posisi kelima klasemen sementara.
Gol Pasukan Ramang, diciptakan oleh kapten keseblasan PSM Andi Oddang pada menit 28, setelah memaksimalkan umpan matang dari Abdul Abanda Rahman yang bermain sejak menit awal. Sementara gol penyeimbang PSIR Rembang diciptakan oleh Yoni Ustaf dari titik putih pada menit 88, setelah wasit memberikan hadia pinalti untuk tim tuan rumah.
Bermain dilaga tandang, tidak membuat Andi Oddang dkk menggendorkan serangan, Pasukan Ramang yang turun dengan jersey barunya yang berwarna biru berusaha menguasai tempo permainan sejak awal pertandingan. Bukan hanya itu, klub besutan Imran Amirullah ini tampil agresif dengan mengandalkan serangan cepat.
Peluang pertama PSM, tercipta dari kaki Andi Oddang, setelah menerima umpan matang dari Kaharuddin namun sepakannya masih terlalu lemah hingga penjaga gawang Laska Dampo Awang julukan PSIR Rembang Nanda Pradana berhasil mengamankan si kulit bundal dalam pelukannya. Pasukan Ramang terus mengurung permainan tuan rumah, hingga pada menit ke 17 Kaharuddin belum bisa memaksimalkan umpan dari Oddang.
Pada menit ke 28 melalui dari kerjasama di lini tengah yakni Qifly Tamara dan Rasyid Assyahid Bakri, serta diumpan ke Abdul Abanda Rahman, sang kapten keseblasan Andi Oddang mampu memperdaya kiper PSIR setelah mendapat umpan terukur dari Abanda hingga sepakanya megoyak jala tuan rumah. Hingga membawa PSM unggul sementara dibabak pertama.
Setelah keboolan, tim tuan rumah berusaha keluar dari tekanan Laskar Ayam Jantan dari Timur, hingga bermain keras, akibatnya Rasid yang berusaha memotong serangan tuan rumah menganjal pemain tengah PSIR Rembang harus mendapat kartu kuning pertama pada menit ke 32. Hingga babak pertama usai skor PSM masih unggul sementara.
Memasuki babak kedua, tempo permainan semakin meninggi, tuan rumah yang tampil menggunakan seragam orange berusaha mengimbangi permainan PSM yang dimotori oleh Rasid di lini tengah, Bukan hanya itu, klub asal Jawa Tengah ini terus berusaha menekan Pasukan Ramang, namun hingga menit ke 60 belum ada peluang yang berarti bagi tuan rumah. Laskar Dampo Awang belum bisa membongkar pertahanan Skuad Juku Eja yang dibentengi oleh Handi Hamzah.
Sejumlah pelanggaran yang didapatkan PSIR Rembang dinilai banyak merugikan PSM, hingga membuat Imran Amirullah menginstruksikan Andi Oddang dkk keluar lapangan. Setelah beberapa menit, pemain PSM kembali bertanding. Petaka muncul pada menit ke 88, sasat Dadang Suhanda wasit yang memimpin pertandingan menunjuk titik putih, setelah Handi dinilai melanggar pemain depan PSIR Rembang, yang berduel udara di depan area terlarang.
Yoni Ustaf, pemain PSIR Rembang yang tampil sebagai algojo mampu menyamakan kedudukan setelah memperdaya I Ngurah Komang Arya kiper PSM. Hingga skor berubah 1-1. Dipenghujung pertandingan Handi Hamzah harus diusir keluar lapangan karena mendapat kartu merah pemain belakang ini mengoleskan obat oles pada wajah wasit karena dinilai berpihak pada tim tuan rumah, akibatnya hingga pului panjang, skor tetap imbang.
Pelatih sementara PSM Imran Amirullah mengatakan, para pemainnya sudah berusaha semaksimal mungking pada laga tur Jawa Tengah kali ini, namun keputusan wasit banyak merugikan tim. "Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, namun kami kecewa terhadap kepemimpinan wasit pada laga ini," kata Imran.
Dirinya juga mengungkapkan, semestinya tiga poin bisa kami amankan, namun karena kepemimpinan wasit pada laga tersebut, hingga target meraih poin penuh harus kandas. Bahkan, permainan anak asuhnya harus terganggu karena wasit yang kerap memberikan pelanggaran untuk tuan rumah. "Bagaimama mau mainkan sepakbola yang bagus, setiap kali kita menyerang, dikasih pelanggaran, setiap menyerang dikasih pelanggaran, jadi susah jadinya,” kata Imran mengungkapkan kekecewaannya.
Sementara itu, pelatih PSIR Rembang Hariyanto mengatakan, dirinya bersyukur karena bisa mengamankan satu poin di kandang sendiri, apalagi berhadapan dengan tim seperti PSM. "Pemain PSM bermain sangat bangu, pastinya kami bersyukur dengan perolehan ini," kata dia.
Saat ini, PSM berada diposisi ketujuh dengan raihan 29 poin, karena pada dua laga sebelumnya klub kebanggan masyarakat Sulawesi Selatan ini hanya mampu bermain imbang. Apalagi, pada hari yang sama Pro Duta FC berhasil menundukkan Persijap Jepara di kandangnya dengan skor 2-0. Hingga membuat klub asal Medan ini meraih posisi kelima klasemen sementara.
(wbs)