Bangkit, Aspac jinakkan BSC Bandung Utama
Senin, 23 September 2013 - 09:21 WIB
Bangkit, Aspac jinakkan BSC Bandung Utama
A
A
A
Sindonews.com - Dell Aspac Jakarta tak mau berlama-lama larut dalam kesedihan. Juara musim lalu itu mencoba bangkit setelah sehari sebelumnya ditundukkan Satria Muda Britama Jakarta dalam laga pembuka Speedy NBL Indonesia Preseason Tournament 2013.
Skuad besutan Rastafari Horongbala tersebut menebusnya dengan menjinakkan perlawanan tim kuda hitam JNE BSC Bandung Utama, 81-54, dalam lanjutan laga Grup A di DBL Arena Surabaya, Minggu (22/9).
Aspac sempat kewalahan menghadapi perlawanan sengit yang dilancarkan oleh BSC Bandung Utama di awal kuarter pertama. Tembakan “Itun” Surliyadin menghasilkan dua poin pertama bagi BSC Bandung Utama. Tak lama kemudian, Aspac mulai mengejar poin dan membalikkan keadaan. Skor di kuarter pertama ditutup dengan keunggulan Aspac, 13-6.
Kuarter kedua, baik BSC Bandung Utama dan Aspac sama-sama menguji field goal mereka. Dua menit pertandingan kuarter kedua berjalan, setiap tembakan Aspac dan BSC sama-sama berbuah poin. Transisi offense ke defense yang buruk, memudahkan Aspac menambah poin.
Aspac pun sempat unggul jauh dari BSC Bandung Utama. Satu menit terakhir kuarter kedua, BSC Bandung Utama mencoba membangun serangan dengan umpan-umpan jauh. Strategi ini, terbukti efektif. Tim asuhan Bintoro itu bisa mengejar poin, walau keunggulan masih milik Aspac 34-25.
Pada kuarter ketiga, stamina pemain BSC Bandung Utama mulai menurun. Sementara itu, Aspac tetap bermain agresif. Aspac sempat leading 19 poin dan menutup kuarter dengan keunggulan 56-40.
Di kuarter empat, permainan Aspac makin konsisten. Rotasi yang dilakukan Aspac terbukti ampuh. Beberapa pemain diberi kepercayaan untuk berkreasi di lapangan. Hasilnya, mereka menutup pertandingan dengan skor telak 81-54.
Sosok penting kemenangan Aspac ialah Handri Satrya Santosa. Alumni DBL Indonesia All-Star 2010 tersebut, memberi kontribusi 20 poin bagi Aspac. Angka tersebut, sekaligus merupakan rekor poin tertingginya selama berkarir di NBL Indonesia.
Sebelumnya, rekor tertinggi alumni SMAN 1 Denpasar tersebut diraih setahun silam. Tepatnya pada 31 Januari 2012 atau Seri III musim 2011-2012 di Palembang. Lawan yang dihadapi adalah Tonga BSC (kini berganti menjadi JNE BSC Bandung Utama). Selain membawa Aspac menang, Handri saat itu mencetak 15 poin.
“Saya tidak menduga bisa memecahkan rekor (individu). Saya hanya mencoba bermain sebaik mungkin karena diberi kepercayaan lebih oleh pelatih. Semoga pertandingan berikutnya bisa memecahkan rekor lagi,” ungkap Handri.
Skuad besutan Rastafari Horongbala tersebut menebusnya dengan menjinakkan perlawanan tim kuda hitam JNE BSC Bandung Utama, 81-54, dalam lanjutan laga Grup A di DBL Arena Surabaya, Minggu (22/9).
Aspac sempat kewalahan menghadapi perlawanan sengit yang dilancarkan oleh BSC Bandung Utama di awal kuarter pertama. Tembakan “Itun” Surliyadin menghasilkan dua poin pertama bagi BSC Bandung Utama. Tak lama kemudian, Aspac mulai mengejar poin dan membalikkan keadaan. Skor di kuarter pertama ditutup dengan keunggulan Aspac, 13-6.
Kuarter kedua, baik BSC Bandung Utama dan Aspac sama-sama menguji field goal mereka. Dua menit pertandingan kuarter kedua berjalan, setiap tembakan Aspac dan BSC sama-sama berbuah poin. Transisi offense ke defense yang buruk, memudahkan Aspac menambah poin.
Aspac pun sempat unggul jauh dari BSC Bandung Utama. Satu menit terakhir kuarter kedua, BSC Bandung Utama mencoba membangun serangan dengan umpan-umpan jauh. Strategi ini, terbukti efektif. Tim asuhan Bintoro itu bisa mengejar poin, walau keunggulan masih milik Aspac 34-25.
Pada kuarter ketiga, stamina pemain BSC Bandung Utama mulai menurun. Sementara itu, Aspac tetap bermain agresif. Aspac sempat leading 19 poin dan menutup kuarter dengan keunggulan 56-40.
Di kuarter empat, permainan Aspac makin konsisten. Rotasi yang dilakukan Aspac terbukti ampuh. Beberapa pemain diberi kepercayaan untuk berkreasi di lapangan. Hasilnya, mereka menutup pertandingan dengan skor telak 81-54.
Sosok penting kemenangan Aspac ialah Handri Satrya Santosa. Alumni DBL Indonesia All-Star 2010 tersebut, memberi kontribusi 20 poin bagi Aspac. Angka tersebut, sekaligus merupakan rekor poin tertingginya selama berkarir di NBL Indonesia.
Sebelumnya, rekor tertinggi alumni SMAN 1 Denpasar tersebut diraih setahun silam. Tepatnya pada 31 Januari 2012 atau Seri III musim 2011-2012 di Palembang. Lawan yang dihadapi adalah Tonga BSC (kini berganti menjadi JNE BSC Bandung Utama). Selain membawa Aspac menang, Handri saat itu mencetak 15 poin.
“Saya tidak menduga bisa memecahkan rekor (individu). Saya hanya mencoba bermain sebaik mungkin karena diberi kepercayaan lebih oleh pelatih. Semoga pertandingan berikutnya bisa memecahkan rekor lagi,” ungkap Handri.
(dka)