CLS Knights tuntaskan revans
Senin, 23 September 2013 - 10:30 WIB
CLS Knights tuntaskan revans
A
A
A
Sindonews.com - Ketat hingga akhir laga. Itulah yang tersaji dalam big match Speedy NBL Indonesia Preseason Tournament 2013 yang mempertemukan CLS Knights Surabaya versus Pelita Jaya Energi-MP Jakarta di DBL Arena Surabaya, Minggu (22/9). Bentrok mempertemukan dua tim yang pernah mengecap manisnya gelar turnamen pramusim ini dimenangi oleh CLS Knights dengan keunggulan 69-65.
Bermain dihadapan suporternya, CLS Knights sangat berambisi membalas kekalahan atas Pelita di final Preseason Tournament tahun lalu. Pelita Jaya juga tak mau kalah. Mereka bermain ngotot agar bisa lebih cepat mengamankan tiket semifinal Preseason Tournament.
Sejak tip-off, kedua tim bermain dengan tempo cepat. Saling susul mencetak poin. Namun, Pelita Jaya lebih unggul di akhir kuarter pertama dan mengakhiri kuarter dengan 17-12. Pada kuarter kedua, pertandingan berjalan makin alot. Kedua tim tak mau menurunkan temponya. CLS bahkan sempat unggul 24-29 ketika pertandingan kuarter kedua tersisa 3 menit. Di akhir kuarter ini, CLS memimpin balik 36-27 atas Pelita Jaya.
Usai half time, CLS mencoba menerapkan strategi zone defense untuk menjaga pertahanan mereka. Sayang, strategi ini kurang efektif. Skuad Pelita Jaya kemudian mampu mencuri angka dari CLS. Panasnya kuarter ini membuat CLS hanya mampu unggul tipis 50-48 di akhir kuarter ketiga.
Suasana makin riuh ketika Pelita Jaya bisa menyamakan kedudukan di kuarter empat saat pertandingan tersia 7 menit. Tembakan jitu Dimas Aryo sempat membuat kedudukan sama kuat 53-53.
Sempat tertinggal 53-58, lagi-lagi Pelita Jaya bisa menyamakan skor. Ponsianus “Koming” Nyoman Indrawan dan Hendru Ramli kembali mengimbangi CLS di lima menit sisa kuarter empat masing-masing melalui layup dan three-point shooting.
Kesulitan Pelita Jaya bertambah saat Koming harus meninggalkan lapangan pertandingan akibat fouled out kurang dari empat menit akhir pertandingan. Adu ketajaman tembakan tiga angka kemudian terjadi di sisa tiga menit. Tembakan tiga angka Hendru, dibalas oleh tiga angka pula Wisnu Budidharma. CLS pun akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 69-65 unggul dua bola atas Pelita Jaya.
Kemenangan ini menjadi debut manis pelatih baru Kim Dong-wong atau akrab disapa Mr Kim. Pada pertandingan ini, Mr Kim mencoba memberi kepercayaan pada pemain-pemain muda. “Mereka tampil bagus hari ini. Saya yakin potensi yang dimiliki pemain muda akan membuat kami menjadi lebih tangguh,” ujar pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Pemain yang berperan penting atas kemenangan CLS ialah Andrie “Yayan” Ekayana. Legiun senior berusia 31 tahun ini menunjukkan bahwa dirinya belum habis. Apalagi, Yayan berkesempatan tampil dengan minutes play selama hampir 37 menit. Artinya, dia selalu bermain di tiap kuarter.
Yayan pun mencetak 19 poin bagi CLS yang menjadi rekor poin tertinggi dalam satu pertandingan sepanjang karirnya. Terakhir ia mencetak 18 poin di seri Denpasar pada regular season 2011-2012. Yayan juga membukukan 7 rebound dan akurasi free throw serta three point sebesar 100 persen.
“Lega rasanya bisa menang lawan Pelita. Saya masih ingat saat kami harus kalah di final Preseason Tournament tahun lalu. Saya juga bahagia sekali bisa memecahkan rekor individu saya sendiri,” ungkap Yayan
Bermain dihadapan suporternya, CLS Knights sangat berambisi membalas kekalahan atas Pelita di final Preseason Tournament tahun lalu. Pelita Jaya juga tak mau kalah. Mereka bermain ngotot agar bisa lebih cepat mengamankan tiket semifinal Preseason Tournament.
Sejak tip-off, kedua tim bermain dengan tempo cepat. Saling susul mencetak poin. Namun, Pelita Jaya lebih unggul di akhir kuarter pertama dan mengakhiri kuarter dengan 17-12. Pada kuarter kedua, pertandingan berjalan makin alot. Kedua tim tak mau menurunkan temponya. CLS bahkan sempat unggul 24-29 ketika pertandingan kuarter kedua tersisa 3 menit. Di akhir kuarter ini, CLS memimpin balik 36-27 atas Pelita Jaya.
Usai half time, CLS mencoba menerapkan strategi zone defense untuk menjaga pertahanan mereka. Sayang, strategi ini kurang efektif. Skuad Pelita Jaya kemudian mampu mencuri angka dari CLS. Panasnya kuarter ini membuat CLS hanya mampu unggul tipis 50-48 di akhir kuarter ketiga.
Suasana makin riuh ketika Pelita Jaya bisa menyamakan kedudukan di kuarter empat saat pertandingan tersia 7 menit. Tembakan jitu Dimas Aryo sempat membuat kedudukan sama kuat 53-53.
Sempat tertinggal 53-58, lagi-lagi Pelita Jaya bisa menyamakan skor. Ponsianus “Koming” Nyoman Indrawan dan Hendru Ramli kembali mengimbangi CLS di lima menit sisa kuarter empat masing-masing melalui layup dan three-point shooting.
Kesulitan Pelita Jaya bertambah saat Koming harus meninggalkan lapangan pertandingan akibat fouled out kurang dari empat menit akhir pertandingan. Adu ketajaman tembakan tiga angka kemudian terjadi di sisa tiga menit. Tembakan tiga angka Hendru, dibalas oleh tiga angka pula Wisnu Budidharma. CLS pun akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan 69-65 unggul dua bola atas Pelita Jaya.
Kemenangan ini menjadi debut manis pelatih baru Kim Dong-wong atau akrab disapa Mr Kim. Pada pertandingan ini, Mr Kim mencoba memberi kepercayaan pada pemain-pemain muda. “Mereka tampil bagus hari ini. Saya yakin potensi yang dimiliki pemain muda akan membuat kami menjadi lebih tangguh,” ujar pelatih asal Korea Selatan tersebut.
Pemain yang berperan penting atas kemenangan CLS ialah Andrie “Yayan” Ekayana. Legiun senior berusia 31 tahun ini menunjukkan bahwa dirinya belum habis. Apalagi, Yayan berkesempatan tampil dengan minutes play selama hampir 37 menit. Artinya, dia selalu bermain di tiap kuarter.
Yayan pun mencetak 19 poin bagi CLS yang menjadi rekor poin tertinggi dalam satu pertandingan sepanjang karirnya. Terakhir ia mencetak 18 poin di seri Denpasar pada regular season 2011-2012. Yayan juga membukukan 7 rebound dan akurasi free throw serta three point sebesar 100 persen.
“Lega rasanya bisa menang lawan Pelita. Saya masih ingat saat kami harus kalah di final Preseason Tournament tahun lalu. Saya juga bahagia sekali bisa memecahkan rekor individu saya sendiri,” ungkap Yayan
(dka)