Nasib pemain Persis LPIS tekatung-katung
Jum'at, 27 September 2013 - 14:35 WIB
Nasib pemain Persis LPIS tekatung-katung
A
A
A
Sindonews.com – Nasib pemain Persis Solo versi LPIS terkatung-katung. Pasca munculnya sanksi diskualifikasi beberapa waktu lalu para pemain tidak memiliki kejelasan.
Manajer Persis LPIS, Joni Sofyan Erwandi mengatakan, para pemain Persis saat ini berlatih sendiri-sendiri. Tetapi yang pasti mereka masih berstatus pemain Persis. “Pemain latihan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Sementara itu terkait jadwal pertandingan, dengan adanya sanksi dan pengajuan banding yang diajukan oleh Persis, Operator LPIS menunda semua pertandingan Persis termasuk jadwal pertandingan Persires yang juga mendapatkan sanksi, sampai ada keputusan hukum tetap.
Joni menjelaskan, sampai saat ini Persis masih menunggu hasil banding yang diajukan seminggu lalu. Sebenarnya Rabu (25/9) Komdis kembali menggelar sidang untuk memastikan nasib Persis secara finalm, namun belum diketahui hasil nya.
Hasil banding tersebut nantinya akan menjadi dasar masa depan Persis, termasuk masa depan para pemain. “Kita masih menunggu hasil banding yang kita ajukan. Waktu mengajukan kita bersama-sama dengan Persires yang sama-sama minta banding,” katanya.
Dikatakannya, dalam banding manajemen mangajukan data-data dan fakta yang diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan bagi komdis untuk menjatuhkan sanksi secara secara obyektif dan adil.
Dijelaskannya, jika memang Persis dianggap telah WO dua kali yakni saat pertandingan melawan Perfa Fak-fak dan Persemalra, tidak lantas bisa didiskualifikasi. Sesuai dengan aturan tim yang dua kali WO, hanya mendapatkan sanksi pengurangan poin dan denda sebesar Rp100 juta.
Joni menyadari, akan sulit untuk bisa terhindar dari sanksi diskualifikasi, karena komdis nampaknya tetap kekeh dengan keputusannya, namun meski demikian Dirinya tetap berharap, Persis bisa terhindar dari sanksi diskualifikasi. “Kita hanya bisa menunggu, dan berharap komdis memberikan sanksi yang obyektif,” katanya.
Manajer Persis LPIS, Joni Sofyan Erwandi mengatakan, para pemain Persis saat ini berlatih sendiri-sendiri. Tetapi yang pasti mereka masih berstatus pemain Persis. “Pemain latihan sendiri-sendiri,” ujarnya.
Sementara itu terkait jadwal pertandingan, dengan adanya sanksi dan pengajuan banding yang diajukan oleh Persis, Operator LPIS menunda semua pertandingan Persis termasuk jadwal pertandingan Persires yang juga mendapatkan sanksi, sampai ada keputusan hukum tetap.
Joni menjelaskan, sampai saat ini Persis masih menunggu hasil banding yang diajukan seminggu lalu. Sebenarnya Rabu (25/9) Komdis kembali menggelar sidang untuk memastikan nasib Persis secara finalm, namun belum diketahui hasil nya.
Hasil banding tersebut nantinya akan menjadi dasar masa depan Persis, termasuk masa depan para pemain. “Kita masih menunggu hasil banding yang kita ajukan. Waktu mengajukan kita bersama-sama dengan Persires yang sama-sama minta banding,” katanya.
Dikatakannya, dalam banding manajemen mangajukan data-data dan fakta yang diharapkan bisa menjadi bahan pertimbangan bagi komdis untuk menjatuhkan sanksi secara secara obyektif dan adil.
Dijelaskannya, jika memang Persis dianggap telah WO dua kali yakni saat pertandingan melawan Perfa Fak-fak dan Persemalra, tidak lantas bisa didiskualifikasi. Sesuai dengan aturan tim yang dua kali WO, hanya mendapatkan sanksi pengurangan poin dan denda sebesar Rp100 juta.
Joni menyadari, akan sulit untuk bisa terhindar dari sanksi diskualifikasi, karena komdis nampaknya tetap kekeh dengan keputusannya, namun meski demikian Dirinya tetap berharap, Persis bisa terhindar dari sanksi diskualifikasi. “Kita hanya bisa menunggu, dan berharap komdis memberikan sanksi yang obyektif,” katanya.
(wbs)