Sabet tiga emas tapi penasaran gagal revans
Senin, 30 September 2013 - 17:07 WIB
Sabet tiga emas tapi penasaran gagal revans
A
A
A
Sindonews.com - Pada perhelatan 3rd Islamic Solidarity Games (ISG) III/2013 di Palembang, cabang olahraga Tenis Lapangan keluar sebagai juara umum dengan raihan 5 emas, 2 perak. Dari 5 medali emas yang berhasil diperoleh itu, petenis andalan Indonesia Christopher Rungkat berhasil mendulang 3 medali emas.
Medali emas itu diraih Christopher melalui nomor beregu putra, ganda putra, dan perorangan putra. Sisanya, medali emas diperoleh melalui nomor beregu putri dan ganda putri. Akan tetapi, siapa yang menyangka dibalik cerita kesuksesan petenis nomor satu di tanah air itu dalam menyumbangkan medali bagi kontingen Indonesia.
Ternyata Christo, panggilan akrabnya, mengaku masih belum puas dengan pencapaiannya di kompetisi multi even negara peserta Organisasi Kerjasama Islam (OKI) itu. Salah satu faktor yang masih menjadi ganjalan dihatinya lantaran pada ajang 3rd ISG ini, Cristo masih belum berhasil menuntaskan balas dendamnya terhadap petenis asal Kuwait, Mohammad Al Ghareeb.
Cristo terpaksa harus menunda hasratnya untuk membalaskan kekalahannya empat tahun lalu saat berhadapan di ajang Davis Cup. Kala itu dia harus mengakui ketangguhan Ghareeb setelah kalah dalam pertandingan lima set.
Untuk menuntaskan dendamnya itu, Christo pun mengaku telah berlatih keras demi mendapatkan hasil terbaik saat berhadapan dengan Ghareeb nanti. Apalagi dia merasa saat ini kondisi fisiknya sudah lebih baik setelah sebelumnya sempat mengalami cidera dan membuatnya harus istirahat selama 3.5 bulan. Even ISG ini sendiri merupakan turnamen ketika yang diikutinya setelah sembuh dari cidera.
"Akibat cedera itu, posisi saya sekarang berada di peringkat 503. Tetapi saya bertekad untuk bangkit dan ajang ISG akan benar-benar saya manfaatkan untuk memperbaiki peringkat dan mengembalikan kemampuan terbaik saya,"katanya.
Namun ternyata kenyataan berkata lain, pada kesempatan pertamanya menghadapi petenis unggulan Kuwait yang berada di urutan 726 pada saat turun di single kedua nomor beregu putra, Christo kembali gagal dan kembali merasakan kekalahan dua set langsung dengan skor 3-6, 2-6.
Akhirnya, pertandingan pun harus ditentukan melalui ganda putra. Kali ini Christo yang berpasangan dengan Wishnu Adi Nugroho berhasil memastikan kemenangan bagi Indonesia setelah sukses mengalahkan pasangan Hasan Almousa dan Mohammad Ghareeb dengan skor 6-3, 6-2. Tetapi keberhasilan itu belum membuat Christo merasa puas.
Dia pun tetap berambisi untuk mengalahkan Ghareeb di pertandingan nomor perorangan putra. Sayangnya, keinginannya itu terpaksa harus ditahannya setelah Ghareeb memutuskan untuk mengundurkan diri dari pertandingan akibat mengalami cidera.
"Saya turut merasa sedih mendengar kabar kalau dia (Ghareeb) mengalami cedera. Mudah-mudahan saja tidak parah dan bisa segera sembuh. Tanpa dia, persaingan di nomor perorangan menjadi berkurang, tadinya saya sangat berharap bisa kembali berhadapan dengan dia. Mungkin dilain waktu kita bertemu lagi,"harapnya.
Pelatih Tenis Indonesia, Febi Widianto mengakui, mundurnya petenis asal Kuwait, Mohammed Al Ghareb persaingan di nomor perorangan putra menjadi berkurang. Padahal, menurut dia kondisi fisik dan permainan Christopher semakin hari terus mengalami peningkatan, sehingga dirinya yakin apabila keduanya kembali bertemu, anak asuhnya bisa memberikan perlawanan dan memenangkan pertandingan.
"Kehadiran Ghareb di 3rd ISG-2013 ini membuat turnamen ini menjadi lebih bergairah. Tetapi cedera memang menjadi sesuatu hal yang menakutkan bagi seorang atlet. Saya berharap dia bisa segera sembuh dan bisa kembali bertanding kembali,"paparnya.
Medali emas itu diraih Christopher melalui nomor beregu putra, ganda putra, dan perorangan putra. Sisanya, medali emas diperoleh melalui nomor beregu putri dan ganda putri. Akan tetapi, siapa yang menyangka dibalik cerita kesuksesan petenis nomor satu di tanah air itu dalam menyumbangkan medali bagi kontingen Indonesia.
Ternyata Christo, panggilan akrabnya, mengaku masih belum puas dengan pencapaiannya di kompetisi multi even negara peserta Organisasi Kerjasama Islam (OKI) itu. Salah satu faktor yang masih menjadi ganjalan dihatinya lantaran pada ajang 3rd ISG ini, Cristo masih belum berhasil menuntaskan balas dendamnya terhadap petenis asal Kuwait, Mohammad Al Ghareeb.
Cristo terpaksa harus menunda hasratnya untuk membalaskan kekalahannya empat tahun lalu saat berhadapan di ajang Davis Cup. Kala itu dia harus mengakui ketangguhan Ghareeb setelah kalah dalam pertandingan lima set.
Untuk menuntaskan dendamnya itu, Christo pun mengaku telah berlatih keras demi mendapatkan hasil terbaik saat berhadapan dengan Ghareeb nanti. Apalagi dia merasa saat ini kondisi fisiknya sudah lebih baik setelah sebelumnya sempat mengalami cidera dan membuatnya harus istirahat selama 3.5 bulan. Even ISG ini sendiri merupakan turnamen ketika yang diikutinya setelah sembuh dari cidera.
"Akibat cedera itu, posisi saya sekarang berada di peringkat 503. Tetapi saya bertekad untuk bangkit dan ajang ISG akan benar-benar saya manfaatkan untuk memperbaiki peringkat dan mengembalikan kemampuan terbaik saya,"katanya.
Namun ternyata kenyataan berkata lain, pada kesempatan pertamanya menghadapi petenis unggulan Kuwait yang berada di urutan 726 pada saat turun di single kedua nomor beregu putra, Christo kembali gagal dan kembali merasakan kekalahan dua set langsung dengan skor 3-6, 2-6.
Akhirnya, pertandingan pun harus ditentukan melalui ganda putra. Kali ini Christo yang berpasangan dengan Wishnu Adi Nugroho berhasil memastikan kemenangan bagi Indonesia setelah sukses mengalahkan pasangan Hasan Almousa dan Mohammad Ghareeb dengan skor 6-3, 6-2. Tetapi keberhasilan itu belum membuat Christo merasa puas.
Dia pun tetap berambisi untuk mengalahkan Ghareeb di pertandingan nomor perorangan putra. Sayangnya, keinginannya itu terpaksa harus ditahannya setelah Ghareeb memutuskan untuk mengundurkan diri dari pertandingan akibat mengalami cidera.
"Saya turut merasa sedih mendengar kabar kalau dia (Ghareeb) mengalami cedera. Mudah-mudahan saja tidak parah dan bisa segera sembuh. Tanpa dia, persaingan di nomor perorangan menjadi berkurang, tadinya saya sangat berharap bisa kembali berhadapan dengan dia. Mungkin dilain waktu kita bertemu lagi,"harapnya.
Pelatih Tenis Indonesia, Febi Widianto mengakui, mundurnya petenis asal Kuwait, Mohammed Al Ghareb persaingan di nomor perorangan putra menjadi berkurang. Padahal, menurut dia kondisi fisik dan permainan Christopher semakin hari terus mengalami peningkatan, sehingga dirinya yakin apabila keduanya kembali bertemu, anak asuhnya bisa memberikan perlawanan dan memenangkan pertandingan.
"Kehadiran Ghareb di 3rd ISG-2013 ini membuat turnamen ini menjadi lebih bergairah. Tetapi cedera memang menjadi sesuatu hal yang menakutkan bagi seorang atlet. Saya berharap dia bisa segera sembuh dan bisa kembali bertanding kembali,"paparnya.
(aww)