Persebaya dilarang ikut kompetisi, pemain tuntut ketegasan pengurus
Kamis, 03 Oktober 2013 - 18:18 WIB
Persebaya dilarang ikut kompetisi, pemain tuntut ketegasan pengurus
A
A
A
Sindonews.com - Ibarat kapal, kondisi internal Persebaya IPL saat ini sudah hampir pasti karam. Ketegasan pengurus dinanti pemain pasca keputusan PSSI tidak mengikutkan Persebaya dalam format baru kompetisi Indonesia Primer League (IPL).
Manajer Persebaya Saleh Hanifah mengakui jika suasana tim yang saat ini berada di Aceh memang kurang kondusif setelah kabar dihentikannya kompetisi IPL oleh PSSI. "Pemain sudah tahu semua,
berita di mana-mana. Saya hanya bisa bilang tunggu keputusan pengurus, " ujarnya.
Wajar jika pemain Persebaya resah. Sebab, bukan hanya kompetisi IPL dihentikan, namun format kompetisi baru yang digagas PSSI juga hanya diikuti 10 tim tanpa ada Persebaya yang dianggap bukan anggota PSSI. Kondisi ini jelas mengancam nasib pemain karena kontraknya bisa jadi ikut berhenti jika Persebaya tidak ikut kompetisi.
Rencananya, tim Persebaya baru akan kembali ke Surabaya, tadi malam. Untuk sementara pemain diliburkan dan akan berkumpul kembali, Senin (7/10). "Belum ada arahan dari pengurus, kita akan kumpul dan berlatih lagi Senin, sampai ada keputusan pasti dari pengurus soal tim," ujar Asisten Pelatih Persebaya, Mursyid Effendi.
Ditambahkan Mursyid, jika tidak ada halangan pemain akan bertemu dengan pengurus pada Jumat, pekan depan untuk membahas kelanjutan tim. "Pengurus masih berada di Jakarta semua, mungkin
Jumat atau Sabtu depan akan ada pertemuan tim dengan pengurus," ujar legenda hidup Persebaya ini.
Sementara CEO Persebaya Cholid Ghoromah terkesan lamban dalam upaya menyelamatkan Persebaya dari kehancuran. Upaya mengugat PSSI ke jalur hukum juga baru sebatas rencana. "Kita sudah menyiapkan dokumen dan berkas untuk kita ajukan ke pengadilan, bulan ini " ucap Cholid.
Sebelumnya, manajemen Persebaya pernah berencana akan mengugat PSSI ke badan abritase internasional (CAS) setelah kompetisi IPL berakhir.
Namun rencana tersebut belum sempat dilakukan karena PSSI sudah lebih dulu menghentikan kompetisi IPL sebelum berakhir. Akibatnya, rencana ke CAS ditunda dan Persebaya memilih lebih dulu melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN). "Bulan ini ke pengadilan belum tahu Jakarta apa Surabaya, " ucapnya.
Padahal, tanda-tanda PSSI bakal "menghabisi" Persebaya sudah terlihat dalam Kongres PSSI, Maret lalu. Kala itu, PSSI menyatakan Persebaya Divisi Utama di bawah PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB)
sebagai Persebaya yang asli (legal) bukan Persebaya IPL di bawah PT Persebaya Indonesia.
Manajer Persebaya Saleh Hanifah mengakui jika suasana tim yang saat ini berada di Aceh memang kurang kondusif setelah kabar dihentikannya kompetisi IPL oleh PSSI. "Pemain sudah tahu semua,
berita di mana-mana. Saya hanya bisa bilang tunggu keputusan pengurus, " ujarnya.
Wajar jika pemain Persebaya resah. Sebab, bukan hanya kompetisi IPL dihentikan, namun format kompetisi baru yang digagas PSSI juga hanya diikuti 10 tim tanpa ada Persebaya yang dianggap bukan anggota PSSI. Kondisi ini jelas mengancam nasib pemain karena kontraknya bisa jadi ikut berhenti jika Persebaya tidak ikut kompetisi.
Rencananya, tim Persebaya baru akan kembali ke Surabaya, tadi malam. Untuk sementara pemain diliburkan dan akan berkumpul kembali, Senin (7/10). "Belum ada arahan dari pengurus, kita akan kumpul dan berlatih lagi Senin, sampai ada keputusan pasti dari pengurus soal tim," ujar Asisten Pelatih Persebaya, Mursyid Effendi.
Ditambahkan Mursyid, jika tidak ada halangan pemain akan bertemu dengan pengurus pada Jumat, pekan depan untuk membahas kelanjutan tim. "Pengurus masih berada di Jakarta semua, mungkin
Jumat atau Sabtu depan akan ada pertemuan tim dengan pengurus," ujar legenda hidup Persebaya ini.
Sementara CEO Persebaya Cholid Ghoromah terkesan lamban dalam upaya menyelamatkan Persebaya dari kehancuran. Upaya mengugat PSSI ke jalur hukum juga baru sebatas rencana. "Kita sudah menyiapkan dokumen dan berkas untuk kita ajukan ke pengadilan, bulan ini " ucap Cholid.
Sebelumnya, manajemen Persebaya pernah berencana akan mengugat PSSI ke badan abritase internasional (CAS) setelah kompetisi IPL berakhir.
Namun rencana tersebut belum sempat dilakukan karena PSSI sudah lebih dulu menghentikan kompetisi IPL sebelum berakhir. Akibatnya, rencana ke CAS ditunda dan Persebaya memilih lebih dulu melakukan gugatan ke Pengadilan Negeri (PN). "Bulan ini ke pengadilan belum tahu Jakarta apa Surabaya, " ucapnya.
Padahal, tanda-tanda PSSI bakal "menghabisi" Persebaya sudah terlihat dalam Kongres PSSI, Maret lalu. Kala itu, PSSI menyatakan Persebaya Divisi Utama di bawah PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB)
sebagai Persebaya yang asli (legal) bukan Persebaya IPL di bawah PT Persebaya Indonesia.
(aww)