Tim kepelatihan tunggu intruksi managemen
Jum'at, 04 Oktober 2013 - 13:33 WIB
Tim kepelatihan tunggu intruksi managemen
A
A
A
Sindonews.com -- Tim Kepelatihan PSM Makassar, masih menunggu intruksi dari managemen terkait persiapan laga play-off yang nantinya akan dilakukan oleh skuad Juku Eja sebagai persayaratan untuk berkompetisi di Indonesia Super League (ISL) musim depan.
Sebelumnya armada Imran Amirullah ini, mencatat perjalanan buruk pada laga tur Sumatera melawan Semen Padang dan Pro Duta FC dilanjutan kompetisi Indonesia Premier League (IPL). Pasalnya dua laga yang dilakoni tersebut harus menelan kekalahan dengan skor 2-1 dari Semen Padang, dan 2-0 dari Pro Duta FC.
Tentu, dua laga ini juga bisa dijadikan ajang evaluasi buat tim kepelatihan sebelum masuk pada kompetisi play-off yang akan digulirkan pada pertengahan Oktober ini. Apalagi, hanya empat pertandingan yang harus dijalani, karena format baru dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) ini hanya akan mempertemukan 10 klub IPL, pasca tidak diakuinya kompetisi IPL sebagai kompetisi resmi.
Dari 10 klub tersebut akan dibagi menjadi dua grup masing-masing lima klub dalam satu grup. Karena Semen Padang terlebih dahulu diloloskan pada tahap play-off. Setelah itu, hanya tiga klub terbaik dari dua grup bersebut akan diambil dan diverifikasi bersama Semen Padang. Selanjutnya akan diambil empat klub terbaik untuk bergabung diunifikasi liga Januari mendatang.
Imran Amirullah, pelatih sementara PSM mengatakan, dirinya tidak terlalu mengomentari soal keputusan PSSI terhadap kompetisi IPL musim ini. "Kalau masalah itu (keputusan PSSI) untuk sementara no coment. Saya serahkan ke managemen PSM mana yang terbaik. Untuk sementara saya tunggu intruksi dari managemen," kata Imran saat dikonfirmasi.
Bukan hanya itu, Imran yang juga mantan pelatih PSM under 21 ini mengatakan, memang saat ini skuadnya sementara berbenah, apalagi pada laga tur sebelumnya banyak mengeluarkan stamina para pemainnya, namun dirinya akan terus mematangkan seluruh persiapan tim untuk laga. "Senin sore kita latihan lagi, karena masih harus mematangkan persiapan," katanya.
Apalagi memang diakui Imran, pada tur Sumatera sebelumnya, Pasukan Ramang banyak yang mengalami cedera. Seperti Febre Santis, lengiun asing PSM, Fandy Edy gelandang Jangkar PSM serta Rasyid Assyahid Bakri gelandang serang yang juga mengalami penurunan staminan usai membela tim nasional Indonesia pada laga Islamic Solidarity Games (ISG) tahun ini.
Sementara itu, Abdul Abanda Rahman pemain depan PSM mengatakan, dirinya dan seluruh punggawa Juku Eja tetap akan fokus jalani laga, baik itu IPL ataupun play-off yang rencananya akan digelar oleh PSSI sebagai syarat untuk masuk ke ISL tahun depan. "Kita pemain siap saja. Apa maunya PSSI. Yang penting kita tetap fokus agar PSM bisa ke ISL," tuturnya.
Sebelumnya armada Imran Amirullah ini, mencatat perjalanan buruk pada laga tur Sumatera melawan Semen Padang dan Pro Duta FC dilanjutan kompetisi Indonesia Premier League (IPL). Pasalnya dua laga yang dilakoni tersebut harus menelan kekalahan dengan skor 2-1 dari Semen Padang, dan 2-0 dari Pro Duta FC.
Tentu, dua laga ini juga bisa dijadikan ajang evaluasi buat tim kepelatihan sebelum masuk pada kompetisi play-off yang akan digulirkan pada pertengahan Oktober ini. Apalagi, hanya empat pertandingan yang harus dijalani, karena format baru dari Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) ini hanya akan mempertemukan 10 klub IPL, pasca tidak diakuinya kompetisi IPL sebagai kompetisi resmi.
Dari 10 klub tersebut akan dibagi menjadi dua grup masing-masing lima klub dalam satu grup. Karena Semen Padang terlebih dahulu diloloskan pada tahap play-off. Setelah itu, hanya tiga klub terbaik dari dua grup bersebut akan diambil dan diverifikasi bersama Semen Padang. Selanjutnya akan diambil empat klub terbaik untuk bergabung diunifikasi liga Januari mendatang.
Imran Amirullah, pelatih sementara PSM mengatakan, dirinya tidak terlalu mengomentari soal keputusan PSSI terhadap kompetisi IPL musim ini. "Kalau masalah itu (keputusan PSSI) untuk sementara no coment. Saya serahkan ke managemen PSM mana yang terbaik. Untuk sementara saya tunggu intruksi dari managemen," kata Imran saat dikonfirmasi.
Bukan hanya itu, Imran yang juga mantan pelatih PSM under 21 ini mengatakan, memang saat ini skuadnya sementara berbenah, apalagi pada laga tur sebelumnya banyak mengeluarkan stamina para pemainnya, namun dirinya akan terus mematangkan seluruh persiapan tim untuk laga. "Senin sore kita latihan lagi, karena masih harus mematangkan persiapan," katanya.
Apalagi memang diakui Imran, pada tur Sumatera sebelumnya, Pasukan Ramang banyak yang mengalami cedera. Seperti Febre Santis, lengiun asing PSM, Fandy Edy gelandang Jangkar PSM serta Rasyid Assyahid Bakri gelandang serang yang juga mengalami penurunan staminan usai membela tim nasional Indonesia pada laga Islamic Solidarity Games (ISG) tahun ini.
Sementara itu, Abdul Abanda Rahman pemain depan PSM mengatakan, dirinya dan seluruh punggawa Juku Eja tetap akan fokus jalani laga, baik itu IPL ataupun play-off yang rencananya akan digelar oleh PSSI sebagai syarat untuk masuk ke ISL tahun depan. "Kita pemain siap saja. Apa maunya PSSI. Yang penting kita tetap fokus agar PSM bisa ke ISL," tuturnya.
(wbs)