Persib berkaca pada pengalaman
Minggu, 13 Oktober 2013 - 23:23 WIB
Persib berkaca pada pengalaman
A
A
A
Sindonews.com – Pengalaman adalah guru terbaik. Atas dasar pengalaman itu pula, Persib Bandung memilih mempertahankan Djadjang Nurdjaman di kursi pelatih kepala. Meski faktanya, sosok pelatih berusia 55 tahun tersebut gagal membawa Persib ke tangga juara Indonesia Super League (ISL) musim lalu.
Petinggi PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) tak melihat prestasi akhir sebagai acuan utama dalam memberikan penilaian. Sebab PT PBB lebih suka melihat pada kemungkinan jangka panjang serta pengalaman pada musim-musim sebelumnya.
Direktur Promosi dan Marketing PT. PBB, Muhammad Farhan mengatakan Persib selama ini, tak pernah mendapatkan solusi dan jawaban terbaik dari keputusan gonta-ganti pelatih. Karena itu, menurut Farhan sudah sewajarnya Maung Bandung membuang jauh-jauh sikap dan pemikiran instan.
“Alasan utamanya untuk konsistensi, karena saking hobinya kita bongkar pasang, tanpa disadari sejak musim 2009 sampai dengan 2013 kita sudah tujuh kali ganti pelatih," ungkap Farhan.
Karena terlalu sering melakukan pergantian, Persib kerap kesulitan membangun program jangka panjang dan karakter tim. Hal itulah yang diharapkan bisa dicapai Maung Bandung dari kerjasama dengan Djanur.
“Akibatnya tidak pernah ada konsistensi di tubuh, terutama dari kacamata teknis dan lebih luasnya pada program pembentukan tim dari musim ke musim,” tandasnya.
Petinggi PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) tak melihat prestasi akhir sebagai acuan utama dalam memberikan penilaian. Sebab PT PBB lebih suka melihat pada kemungkinan jangka panjang serta pengalaman pada musim-musim sebelumnya.
Direktur Promosi dan Marketing PT. PBB, Muhammad Farhan mengatakan Persib selama ini, tak pernah mendapatkan solusi dan jawaban terbaik dari keputusan gonta-ganti pelatih. Karena itu, menurut Farhan sudah sewajarnya Maung Bandung membuang jauh-jauh sikap dan pemikiran instan.
“Alasan utamanya untuk konsistensi, karena saking hobinya kita bongkar pasang, tanpa disadari sejak musim 2009 sampai dengan 2013 kita sudah tujuh kali ganti pelatih," ungkap Farhan.
Karena terlalu sering melakukan pergantian, Persib kerap kesulitan membangun program jangka panjang dan karakter tim. Hal itulah yang diharapkan bisa dicapai Maung Bandung dari kerjasama dengan Djanur.
“Akibatnya tidak pernah ada konsistensi di tubuh, terutama dari kacamata teknis dan lebih luasnya pada program pembentukan tim dari musim ke musim,” tandasnya.
(nug)