Jaino Matos berkolaborasi dengan Djanur
Senin, 14 Oktober 2013 - 14:26 WIB
Jaino Matos berkolaborasi dengan Djanur
A
A
A
Sindonews.com - Perubahan akan dilakukan Persib Bandung di posisi staf kepelatihan yang bakal mendampingi kinerja Djadjang Nurdjaman musim depan. Kabarnya, Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan (Diklat) Persib, Jaino Matos sudah diminta oleh PT. PBB untuk mendampingi Djanur dalam merumuskan siapa saja sosok yang pantas duduk di kursi staf kepelatihan.
Kabar penunjukkan pria asal Brasil tersebut, sedikit menjawab pertanyaan seperti apa komposisi staf pelatih Persib musim depan. Sebab, PT. PBB meminta Djanur untuk merombak komposisi staf pelatih. Sebelumnya, tersiar kabar jika Djanur hanya akan mempertahankan satu dari tiga asisten pelatih yang mendampinginya sepanjang kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012/2013.
Jaino Matos merupakan putra dari Jairo Matos, pelatih yang lama malang melintang berkarier di Indonesia dengan menangani sejumlah klub di antaranya pernah dipercaya menangani klub Galatama, Medan Jaya dan PSMS Medan.
Jaino sendiri sudah lama bekerja di Persib. Ia mulai terlibat di Persib sebagai konsultan teknis di skuat Persib U-21 dan ikut mengawasi penggunaan alat pendeteksi stamina pemain yakni Global Position System (GPS).
Direktur Marketing dan Promosi PT. PBB, Muhammad Farhan meski tidak secara eksplisit, mengatakan selain mengurus Diklat Persib, Jaino akan diperbantukan di tim senior. Farhan pun tidak secara gamblang menyebut jika Jaino bakal berada di posisi asisten pelatih.
''Lebih ke konsultan teknik, dia juga akan bekerja mengawasi tapi tidak banyak melakukan implementasi. Kalau untuk posisi asisten pelatih (bidang teknis), mungkin lebih jelasnya silakan tanyakan ke pelatih. Sebab, mereka sebelumnya melakukan pertemuan secara internal,” terang Farhan.
Farhan mengungkapkan justru Jaino bakal bertugas membantu Djanur menentukan siapa saja sosok yang kira-kira layak berada di posisi asisten pelatih. ''Mereka disatukan karena kita berharap ada korelasi antara kepentingan Persib dengan Diklat Persib,” tandasnya.
Ada tujuan lebih luas dan panjang yang diharapkan PT. PBB dari kolaborasi Djanur dengan Jaino. Yakni tujuan menghasilkan output andal dari program pembinaan bernama Diklat Persib. Meski terlambat dilanjutkan oleh PT. PBB, tapi petinggi Maung Bandung tak ingin uang yang mereka keluarkan untuk program ini menjadi sia-sia.
Diklat Persib adalah program yang sebelumnya pernah berjalan dan diprakarsai pada tahun 2006 ketika Persib masih berada dalam pengelolaan Pemerintah Kota Bandung. Saat itu, Pemkot Bandung menggelontorkan program ini lewat kerja sama dengan Pengcab PSSI Kota Bandung.
Hasilnya cukup memuaskan, sejumlah pemain handal mampu dilahirkan dari program ini. Begitu juga dari sisi prestasi, karena dari terhitung sejak kompetisi Indonesia Super League (ISL) U-21 digelar pada musim 2008/2009 hingga musim 2010/2011, Persib tak pernah absen berkiprah di putaran final.
Bahkan pada musim 2009/2010, Maung Ngora sukses menggondol gelar juara ISL U-21 setelah di laga puncak mengandaskan Pelita Jaya U-21 di Stadion Siliwangi. Sayangnya alumnus skuad U-21 banyak yang sulit berkembang ketika mendapatkan kesempatan berkarier di Persib senior.
Sementara itu, isunya posisi asisten pelatih fisik yang sebelumnya dijabat Dino Sefriyanto, kemungkinan besar bakal diisi muka baru. Dino sendiri menyatakan belum melakukan komunikasi dan pembicaraan dengan manajemen. Padahal kontraknya di Persib hanya tinggal hitungan hari.
''Belum ada pembicaraan apa pun dengan manajemen. Tapi saya ucapkan banyak terimakasih karena bisa melewati musim lalu lebih baik dibandingkan musim lalu,” tandas mantan asisten pelatih fisik Persebaya Surabaya tersebut.
Kabar penunjukkan pria asal Brasil tersebut, sedikit menjawab pertanyaan seperti apa komposisi staf pelatih Persib musim depan. Sebab, PT. PBB meminta Djanur untuk merombak komposisi staf pelatih. Sebelumnya, tersiar kabar jika Djanur hanya akan mempertahankan satu dari tiga asisten pelatih yang mendampinginya sepanjang kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim 2012/2013.
Jaino Matos merupakan putra dari Jairo Matos, pelatih yang lama malang melintang berkarier di Indonesia dengan menangani sejumlah klub di antaranya pernah dipercaya menangani klub Galatama, Medan Jaya dan PSMS Medan.
Jaino sendiri sudah lama bekerja di Persib. Ia mulai terlibat di Persib sebagai konsultan teknis di skuat Persib U-21 dan ikut mengawasi penggunaan alat pendeteksi stamina pemain yakni Global Position System (GPS).
Direktur Marketing dan Promosi PT. PBB, Muhammad Farhan meski tidak secara eksplisit, mengatakan selain mengurus Diklat Persib, Jaino akan diperbantukan di tim senior. Farhan pun tidak secara gamblang menyebut jika Jaino bakal berada di posisi asisten pelatih.
''Lebih ke konsultan teknik, dia juga akan bekerja mengawasi tapi tidak banyak melakukan implementasi. Kalau untuk posisi asisten pelatih (bidang teknis), mungkin lebih jelasnya silakan tanyakan ke pelatih. Sebab, mereka sebelumnya melakukan pertemuan secara internal,” terang Farhan.
Farhan mengungkapkan justru Jaino bakal bertugas membantu Djanur menentukan siapa saja sosok yang kira-kira layak berada di posisi asisten pelatih. ''Mereka disatukan karena kita berharap ada korelasi antara kepentingan Persib dengan Diklat Persib,” tandasnya.
Ada tujuan lebih luas dan panjang yang diharapkan PT. PBB dari kolaborasi Djanur dengan Jaino. Yakni tujuan menghasilkan output andal dari program pembinaan bernama Diklat Persib. Meski terlambat dilanjutkan oleh PT. PBB, tapi petinggi Maung Bandung tak ingin uang yang mereka keluarkan untuk program ini menjadi sia-sia.
Diklat Persib adalah program yang sebelumnya pernah berjalan dan diprakarsai pada tahun 2006 ketika Persib masih berada dalam pengelolaan Pemerintah Kota Bandung. Saat itu, Pemkot Bandung menggelontorkan program ini lewat kerja sama dengan Pengcab PSSI Kota Bandung.
Hasilnya cukup memuaskan, sejumlah pemain handal mampu dilahirkan dari program ini. Begitu juga dari sisi prestasi, karena dari terhitung sejak kompetisi Indonesia Super League (ISL) U-21 digelar pada musim 2008/2009 hingga musim 2010/2011, Persib tak pernah absen berkiprah di putaran final.
Bahkan pada musim 2009/2010, Maung Ngora sukses menggondol gelar juara ISL U-21 setelah di laga puncak mengandaskan Pelita Jaya U-21 di Stadion Siliwangi. Sayangnya alumnus skuad U-21 banyak yang sulit berkembang ketika mendapatkan kesempatan berkarier di Persib senior.
Sementara itu, isunya posisi asisten pelatih fisik yang sebelumnya dijabat Dino Sefriyanto, kemungkinan besar bakal diisi muka baru. Dino sendiri menyatakan belum melakukan komunikasi dan pembicaraan dengan manajemen. Padahal kontraknya di Persib hanya tinggal hitungan hari.
''Belum ada pembicaraan apa pun dengan manajemen. Tapi saya ucapkan banyak terimakasih karena bisa melewati musim lalu lebih baik dibandingkan musim lalu,” tandas mantan asisten pelatih fisik Persebaya Surabaya tersebut.
(aww)