Pemain Persebaya belum terpikir perkarakan manajemen
Rabu, 23 Oktober 2013 - 15:37 WIB
Pemain Persebaya belum terpikir perkarakan manajemen
A
A
A
Sindonews.com - Kemarahan para pemain Persebaya IPL terhadap CEO Persebaya 1927 Cholid Ghoromah sudah di ubun-ubun. Namun, para penggawa Bajul Ijo belum ingin melakukan langkah hukum untuk mendapatkan haknya yang belum terbayar.
Pemain senior Persebaya Mat Halil mengatakan para pemain memang sudah tidak sabar segera mendapatkan pencairan gaji. Namun untuk melaporkan manajemen ke meja hukum belum terpikirkan. "Kami masih menunggu sampai bisa bertemu dulu, "ucap pemain yang ditunjuk sebagai juru bicara ini.
Pada Selasa (22/10), para pemain Persebaya nekat mendatangi rumah CEO Cholid Goromah yang berada di kawasan Ampel Surabaya. Kedatangan mereka untuk menanyakan kejelasan pembayaran gaji sekaligus nasib mereka musim depan. Kabarnya, para pemain juga bergiliran untuk mengawasi rumah Cholid Ghoromah,
Dari keterangan Halil, manajemen hanya membayar separo gaji selama lima bulan. Terhitung mulai dari bulan Desember 2012, Januari, Februari, Mei dan Agustus. Sedangkan bulan Juni, Juli, September, Oktober dan November gaji pemain belum terbayar sama sekali. "Kami menuntut gaji sesuai draf kontrak yang berakhir November," ucapnya.
Jika mengacu keterangan manajemen beberapa waktu lalu yang mengaku mengeluarkan Rp500 juta setiap bulan untuk membayar gaji pemain. Maka total manajemen harus menyiapkan geluarkan dana sekira Rp3,5 miliar sesuai permintaan pemain.
Sampai saat ini, manajemen Persebaya memang belum resmi membubarkan tim setelah tidak diikutkan dalam laga playoff IPL yang digelar PSSI. "Hanya diliburkan, selama ini hanya janji akan bertemu tapi juga tidak bisa dihubungi. Kami hanya butuh kepastian, " tandasnya.
Hal senada juga diucapkan Taufig. Gelandang Timnas Senior yang kabarnya diincar Persebaya ISL itu mengaju juga sudah bosan karena hanya mendapat janji-janji dari Cholid. "Selama ini kita coba telepon, tapi tidak pernah diangkat," sesalnya.
Akibat status di Persebaya IPL belum jelas, para pemain juga belum bisa mencari klub baru. Sebab, masih terikat kontrak dengan sampai bulan November mendatang. Bisa jadi mereka khawatir gaji tidak akan dibayar jika meneken kontrak dengan tim baru sebelum bulan Desember.
Pemain senior Persebaya Mat Halil mengatakan para pemain memang sudah tidak sabar segera mendapatkan pencairan gaji. Namun untuk melaporkan manajemen ke meja hukum belum terpikirkan. "Kami masih menunggu sampai bisa bertemu dulu, "ucap pemain yang ditunjuk sebagai juru bicara ini.
Pada Selasa (22/10), para pemain Persebaya nekat mendatangi rumah CEO Cholid Goromah yang berada di kawasan Ampel Surabaya. Kedatangan mereka untuk menanyakan kejelasan pembayaran gaji sekaligus nasib mereka musim depan. Kabarnya, para pemain juga bergiliran untuk mengawasi rumah Cholid Ghoromah,
Dari keterangan Halil, manajemen hanya membayar separo gaji selama lima bulan. Terhitung mulai dari bulan Desember 2012, Januari, Februari, Mei dan Agustus. Sedangkan bulan Juni, Juli, September, Oktober dan November gaji pemain belum terbayar sama sekali. "Kami menuntut gaji sesuai draf kontrak yang berakhir November," ucapnya.
Jika mengacu keterangan manajemen beberapa waktu lalu yang mengaku mengeluarkan Rp500 juta setiap bulan untuk membayar gaji pemain. Maka total manajemen harus menyiapkan geluarkan dana sekira Rp3,5 miliar sesuai permintaan pemain.
Sampai saat ini, manajemen Persebaya memang belum resmi membubarkan tim setelah tidak diikutkan dalam laga playoff IPL yang digelar PSSI. "Hanya diliburkan, selama ini hanya janji akan bertemu tapi juga tidak bisa dihubungi. Kami hanya butuh kepastian, " tandasnya.
Hal senada juga diucapkan Taufig. Gelandang Timnas Senior yang kabarnya diincar Persebaya ISL itu mengaju juga sudah bosan karena hanya mendapat janji-janji dari Cholid. "Selama ini kita coba telepon, tapi tidak pernah diangkat," sesalnya.
Akibat status di Persebaya IPL belum jelas, para pemain juga belum bisa mencari klub baru. Sebab, masih terikat kontrak dengan sampai bulan November mendatang. Bisa jadi mereka khawatir gaji tidak akan dibayar jika meneken kontrak dengan tim baru sebelum bulan Desember.
(aww)