PSM segera bongkar pasang tim
Selasa, 29 Oktober 2013 - 14:55 WIB
PSM segera bongkar pasang tim
A
A
A
Sindonews.com -- Tinggal selangkah lagi, PSM Makassar akan berkompetisi dikasta tertinggi Indonesesia Super League (ISL) musim depan, untuk itu managemen PSM akan melakukan perombakan diskuad Juku Eja, sebelum kompetisi kembali bergulir Januari mendatang.
Agenda evaluasi memang sengaja dilakukan, untuk menghadapi ISL musim depan, meski PSM masih mengikuti tahap verifikasi karena sebelumnya telah dinyatakan lolos dibabak play-off setelah Andi Oddang dkk finis diurutan kedua klasemen grup K yang dilakukan di Jepara Jawa Tengah. Bukan hanya itu, perambungan berkar da pemenuhan syarat evaluasi sudah dilakukan pihak managemen.
Rully Habibie, Cheif Eksekutif Officer PSM membenarkan jika pihak managemen saat ini akan merencanakan evaluasi tim meski saat ini masih sementara sibuk mempersiapkan berkar verifikasi yang akan dilakukan pekan ketiga November mendatang. Evaluasi ini dimaksudkan untuk mempersiapkan tim ke ISL musim depan. "Iya kita nantinya akan melakukanm evaluasi tim," kata Rully tanpa merinci kapan pihaknya akan melakukannya.
Berkompetisi dikasta tertinggi, PSM harus cepat berbenah, karena di ISL persaingan sangat ketat, berbeda pada kompetisi Indonesia Premier League (IPL) yang dilakoni PSM selama tiga musim. Apalagi diskuad Juku Eja saat ini 80 persen dihuni pemain muda yang masih tergolong belum berpengalaman.
Dibabak play-off yang dilakukan pada pertengahan pekan lalu, tim kepelatihan memang membawa 24 pemain PSM, namun hingga empat pertandingan hanya sekitar 15 pemain yang selalu diamainkan. Selebihnya hanya menjadi penghangat bangku cadangan.
Sementara itu, Imran Amirullah pelatih sementara PSM menagatakan, memang seharusnya pihak managemen melakukan evaluasi terhadap tim yang akan berkompetisi di ISL musim depan. "Iya harus ada evaluasi karena dikompetisi ISL lebih berkualitas dan dibutuhkan pemain yang berkualitas juga," kata pelatih yang membawa PSM lolos dibabak play-off ini.
Dirinya menjelaskan, tim kepelatihan tentunya akan dipanggil untuk membicarakan soal evaluasi tim yang akan dilakukan sebelum PSM kembali berkompetisi ke kastanya musim depan. "Mungkin tim kepelatihan juga akan dipanggil, tapi saya belum tahu juga," ujar mantan pemain PSM ini.
Rusdi Bahalwan tim medis PSM mengatakan jika memang kembali akan dilakukan evaluasi oleh pihak managemen dirinya siap memberikan laporan kesehatan para pemain sejak paruh musim kompetisi IPL tahun ini. "Yang akan dilaporkan ke managemen hanya kondisi pemain atau kebugarannya. Bukan hanya itu, riwayat cedera yang pernah dialami pemain juga akan dilaporkan. Selebihnya adalah penilaian dari pelatih," paparnya.
Saat ini, sebanyak 25 klub akan diverifikasi oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) 18 klub dari ISL dan tujuh klub dari IPL. Sementara untuk di IPL masih akan dikurangi hingga akan didapat empat klub terbaik yang berhak berkompetisi dipenyatuan liga musim depan. Tujuh klub tersebut yakni, Semen Padang, Pro Duta FC, Persiba Bantul, PSM, Perseman, Persepar Palangkaraya dan Persijap Jepara.
Agenda evaluasi memang sengaja dilakukan, untuk menghadapi ISL musim depan, meski PSM masih mengikuti tahap verifikasi karena sebelumnya telah dinyatakan lolos dibabak play-off setelah Andi Oddang dkk finis diurutan kedua klasemen grup K yang dilakukan di Jepara Jawa Tengah. Bukan hanya itu, perambungan berkar da pemenuhan syarat evaluasi sudah dilakukan pihak managemen.
Rully Habibie, Cheif Eksekutif Officer PSM membenarkan jika pihak managemen saat ini akan merencanakan evaluasi tim meski saat ini masih sementara sibuk mempersiapkan berkar verifikasi yang akan dilakukan pekan ketiga November mendatang. Evaluasi ini dimaksudkan untuk mempersiapkan tim ke ISL musim depan. "Iya kita nantinya akan melakukanm evaluasi tim," kata Rully tanpa merinci kapan pihaknya akan melakukannya.
Berkompetisi dikasta tertinggi, PSM harus cepat berbenah, karena di ISL persaingan sangat ketat, berbeda pada kompetisi Indonesia Premier League (IPL) yang dilakoni PSM selama tiga musim. Apalagi diskuad Juku Eja saat ini 80 persen dihuni pemain muda yang masih tergolong belum berpengalaman.
Dibabak play-off yang dilakukan pada pertengahan pekan lalu, tim kepelatihan memang membawa 24 pemain PSM, namun hingga empat pertandingan hanya sekitar 15 pemain yang selalu diamainkan. Selebihnya hanya menjadi penghangat bangku cadangan.
Sementara itu, Imran Amirullah pelatih sementara PSM menagatakan, memang seharusnya pihak managemen melakukan evaluasi terhadap tim yang akan berkompetisi di ISL musim depan. "Iya harus ada evaluasi karena dikompetisi ISL lebih berkualitas dan dibutuhkan pemain yang berkualitas juga," kata pelatih yang membawa PSM lolos dibabak play-off ini.
Dirinya menjelaskan, tim kepelatihan tentunya akan dipanggil untuk membicarakan soal evaluasi tim yang akan dilakukan sebelum PSM kembali berkompetisi ke kastanya musim depan. "Mungkin tim kepelatihan juga akan dipanggil, tapi saya belum tahu juga," ujar mantan pemain PSM ini.
Rusdi Bahalwan tim medis PSM mengatakan jika memang kembali akan dilakukan evaluasi oleh pihak managemen dirinya siap memberikan laporan kesehatan para pemain sejak paruh musim kompetisi IPL tahun ini. "Yang akan dilaporkan ke managemen hanya kondisi pemain atau kebugarannya. Bukan hanya itu, riwayat cedera yang pernah dialami pemain juga akan dilaporkan. Selebihnya adalah penilaian dari pelatih," paparnya.
Saat ini, sebanyak 25 klub akan diverifikasi oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) 18 klub dari ISL dan tujuh klub dari IPL. Sementara untuk di IPL masih akan dikurangi hingga akan didapat empat klub terbaik yang berhak berkompetisi dipenyatuan liga musim depan. Tujuh klub tersebut yakni, Semen Padang, Pro Duta FC, Persiba Bantul, PSM, Perseman, Persepar Palangkaraya dan Persijap Jepara.
(wbs)