Belum ambil sikap soal pelatih PSM
Selasa, 05 November 2013 - 17:40 WIB
Belum ambil sikap soal pelatih PSM
A
A
A
Sindonews.com - Managemen PT Pagolona Sulawesi Mandiri yang menaungi PSM Makassar, hingga saat ini belum mengambil sikap soal jabatan pelatih kepala skuad Juku Eja, apa masih mempertahankan Imran Amirullah yang masih berstatus carateker atau mencari pelatih lain.
Padahal, belakangan ini sudah ada dua pelatih asing yang menyatakan siap untuk menukangi Andi Oddang dkk, sebelum mempersiapkan tim menuju kompetisi tertinggi yakni Indonesia Super League (ISL) musim depan. Padahal, sejumlah kontestan di ISL saat ini sudah mulai berburuh juru taktik untuk skuadnya masing-masing. Sebut saja Persebaya, saat ini memburu pelatih anyar tim nasional under 23 Rahmad Darmawan.
Memang PSM, belum dinyatakan secara resmi untuk berkompetisi di kasta tertinggi tersebut, namun kans PSM untuk lolos sangatlah besar diantara seluruh kontestan dari kompetisi Indonesia Premier League (IPL), yang lolos dibabak play-off. Apalagi Pasukan Ramang ditahun sebelumnya telah lolos verifikasi oleh Asian Football Confederation (AFC). Untuk itu, seharusnya managemen PSM mempersiapkan tim sedini mungkin agar bisa lebih baik dikompetisi ke depannya.
Ketua umum PSM Sadikin Aksa, yang dikonfirmasi mengenai sikap managemen PSM terkait pelatih asing yang melamar di PSM belum mau berkomentar. Menurutnya hal tersebut belum dibahas oleh internal managemen sendiri. Bahkan, soal pelatih Andi Oddang dkk ke depannya apa pelatih asing atau lokal belum bisa dipastikan. "Kita belum bisa jawab itu," kata dia saat dikonfirmasi.
Saat ini, Imran Amirullah masih berstatus carateker alias sementara, namun sentuhan tangan dingin pelatih lokal ini sudah membuktikan diri bisa lebih baik ketimbang pendahulunya yang notabene pelatih asing. Yakni Petar Segrt yang berasal dari Kroasia. Berdasarkan cacatan, pada zaman kepelatihan Petar Andi Oddang dkk tidak pernah memperoleh kemenangan tiga kali secara beruntun. Sementara Imran Amirullah, bahkan mendulang kemenangan hingga tujuh kali dalam setiap laga.
Bukan hanya itu, Rully Habibie Chief Eksekutif Officer (CEO) PSM juga mengungkapkan sebelumnya, persoalan pelatih bukan hanya dirinya yang memutuskannya melainkan seluruh aspek di internal managemen harus terlibat. "Bukan hanya itu, kita juga belum mengetahui soal lisensi pelatih yang akan digunakan. Jadi sabar dulu setelah sosialisari regulasi nantinya," papar dia.
Sementara itu, Syamsul Khaeruddin, salah satu pemain senior yang ada di PSM mengatakan, persoalan pelatih ke depannya PSM dirinya menyerahkan sepenuhnya pada pihak managemen. Namun, menututnya yang jelas menjadi pelatih bisa membawa PSM lebih baik lagi ke depannya. "Siapa pun pelatih yang tangani PSM nantinya berarti dia punya kualitas dan bisa memberikan yang terbaik buat PSM," ujarnya saat dikonfirmasi.
Padahal, belakangan ini sudah ada dua pelatih asing yang menyatakan siap untuk menukangi Andi Oddang dkk, sebelum mempersiapkan tim menuju kompetisi tertinggi yakni Indonesia Super League (ISL) musim depan. Padahal, sejumlah kontestan di ISL saat ini sudah mulai berburuh juru taktik untuk skuadnya masing-masing. Sebut saja Persebaya, saat ini memburu pelatih anyar tim nasional under 23 Rahmad Darmawan.
Memang PSM, belum dinyatakan secara resmi untuk berkompetisi di kasta tertinggi tersebut, namun kans PSM untuk lolos sangatlah besar diantara seluruh kontestan dari kompetisi Indonesia Premier League (IPL), yang lolos dibabak play-off. Apalagi Pasukan Ramang ditahun sebelumnya telah lolos verifikasi oleh Asian Football Confederation (AFC). Untuk itu, seharusnya managemen PSM mempersiapkan tim sedini mungkin agar bisa lebih baik dikompetisi ke depannya.
Ketua umum PSM Sadikin Aksa, yang dikonfirmasi mengenai sikap managemen PSM terkait pelatih asing yang melamar di PSM belum mau berkomentar. Menurutnya hal tersebut belum dibahas oleh internal managemen sendiri. Bahkan, soal pelatih Andi Oddang dkk ke depannya apa pelatih asing atau lokal belum bisa dipastikan. "Kita belum bisa jawab itu," kata dia saat dikonfirmasi.
Saat ini, Imran Amirullah masih berstatus carateker alias sementara, namun sentuhan tangan dingin pelatih lokal ini sudah membuktikan diri bisa lebih baik ketimbang pendahulunya yang notabene pelatih asing. Yakni Petar Segrt yang berasal dari Kroasia. Berdasarkan cacatan, pada zaman kepelatihan Petar Andi Oddang dkk tidak pernah memperoleh kemenangan tiga kali secara beruntun. Sementara Imran Amirullah, bahkan mendulang kemenangan hingga tujuh kali dalam setiap laga.
Bukan hanya itu, Rully Habibie Chief Eksekutif Officer (CEO) PSM juga mengungkapkan sebelumnya, persoalan pelatih bukan hanya dirinya yang memutuskannya melainkan seluruh aspek di internal managemen harus terlibat. "Bukan hanya itu, kita juga belum mengetahui soal lisensi pelatih yang akan digunakan. Jadi sabar dulu setelah sosialisari regulasi nantinya," papar dia.
Sementara itu, Syamsul Khaeruddin, salah satu pemain senior yang ada di PSM mengatakan, persoalan pelatih ke depannya PSM dirinya menyerahkan sepenuhnya pada pihak managemen. Namun, menututnya yang jelas menjadi pelatih bisa membawa PSM lebih baik lagi ke depannya. "Siapa pun pelatih yang tangani PSM nantinya berarti dia punya kualitas dan bisa memberikan yang terbaik buat PSM," ujarnya saat dikonfirmasi.
(wbs)