Managemen PSM belum umumkan bos baru
Selasa, 05 November 2013 - 17:47 WIB
Managemen PSM belum umumkan bos baru
A
A
A
Sindonews.com -- Pihak managemen PSM, hingga saat ini belum mengumumkan siapa yang menjabat tiga direktur yang dibentuk oleh internal managemen PT Pagolona Sulawesi Mandiri yang menaungi PSM, sebagai syarat verifikasi yang akan dilakukan oleh Persatuan Sepak Bola Seluruh indonesia (PSSI).
Pihak managemen PSM sendiri, mengakui jika tiga direksi tersebut sudah ada yang akan menempatinya, namun hingga saat ini pihaknya belum bisa mengumumkan siapa-siapa orangnnya. "Soal direksi sudah ada, tapi kita belum bisa umumkan," kata Sadikin Aksa komisaris PSM saat dikonfirmasi.
Sebelumnya, pembentukan tiga direksi di internal managemen tersebut direncanakan rampung sebelum tahap verifikasi yang akan dilakukan dipekan ketiga bulan ini. Apalagi hal ini merupakan syarat verifikasi soal pengelolaan klub secara profesional. Ketiga direksi yang akan dibentuk yakni Direktur Olahraga, yang membawahi Tim dan pembinaan, Direktur Bisnis, yang membawahi komersial dan event, serta Direktur keuangan dan administrasi, yang membawahi masalah keuangan san umum.
Saat Sadikin ditanyakan soal kapan akan diumumkan, pemilik spnsor utama PSM ini masih enggan membocorkannya. Bukan hanya itu, saat ditanya apa yang akan mengisi nantinya merupakan mantan pemain PSM dia belum mau berspekulasi. "Nanti aja yah, kalau semua sudah siap, karena banyak yang mengajukan," paparnya.
Untuk di PSM saat ini, memang tiga direksi tersebut belum ada, hingga semua hal masih bergantung pada Chief Eksekutif Officer (CEO) dan ketua umum PSM. Namun persoalan tersebut direspon dengan baik oleh CEO. Menurutnya hal itu memang harus ada, untuk mengefisiensikan kinerja di internal managemen. "Memang sudah diusulkan tiga direksi, namun kita masih harus lihat kebutuhannya," kata dia.
Meski demikian, dirinya menjelaskan, di internal PSM tidak bisa juga terlalu banyak direksi, pasalnya yang dibutuhkan kata dia adalah efisiensi kerja yang maksimal. "Jadi untuk itu, kita harus melihat efisiensinya. Namun semuanya masih akan dibicarakan di internal managemen," paparnya.
Terkhusus untuk persoalan tim saat ini, semua masih bergantung dengan tim kepelatihan, setelah itu diserahkan ke laporan para pemain ke CEO PSM dan ketua umum lalu dievaluasi. Padahal jika ada direktur olahraga seharusnya semua persoalan tim harus ditanganinya. "Jadi nanti semuanya tidak ke saya lagi, baik itu soal tim, karena sudah ada ahlinya," ungkap Rully.
Pihak managemen PSM sendiri, mengakui jika tiga direksi tersebut sudah ada yang akan menempatinya, namun hingga saat ini pihaknya belum bisa mengumumkan siapa-siapa orangnnya. "Soal direksi sudah ada, tapi kita belum bisa umumkan," kata Sadikin Aksa komisaris PSM saat dikonfirmasi.
Sebelumnya, pembentukan tiga direksi di internal managemen tersebut direncanakan rampung sebelum tahap verifikasi yang akan dilakukan dipekan ketiga bulan ini. Apalagi hal ini merupakan syarat verifikasi soal pengelolaan klub secara profesional. Ketiga direksi yang akan dibentuk yakni Direktur Olahraga, yang membawahi Tim dan pembinaan, Direktur Bisnis, yang membawahi komersial dan event, serta Direktur keuangan dan administrasi, yang membawahi masalah keuangan san umum.
Saat Sadikin ditanyakan soal kapan akan diumumkan, pemilik spnsor utama PSM ini masih enggan membocorkannya. Bukan hanya itu, saat ditanya apa yang akan mengisi nantinya merupakan mantan pemain PSM dia belum mau berspekulasi. "Nanti aja yah, kalau semua sudah siap, karena banyak yang mengajukan," paparnya.
Untuk di PSM saat ini, memang tiga direksi tersebut belum ada, hingga semua hal masih bergantung pada Chief Eksekutif Officer (CEO) dan ketua umum PSM. Namun persoalan tersebut direspon dengan baik oleh CEO. Menurutnya hal itu memang harus ada, untuk mengefisiensikan kinerja di internal managemen. "Memang sudah diusulkan tiga direksi, namun kita masih harus lihat kebutuhannya," kata dia.
Meski demikian, dirinya menjelaskan, di internal PSM tidak bisa juga terlalu banyak direksi, pasalnya yang dibutuhkan kata dia adalah efisiensi kerja yang maksimal. "Jadi untuk itu, kita harus melihat efisiensinya. Namun semuanya masih akan dibicarakan di internal managemen," paparnya.
Terkhusus untuk persoalan tim saat ini, semua masih bergantung dengan tim kepelatihan, setelah itu diserahkan ke laporan para pemain ke CEO PSM dan ketua umum lalu dievaluasi. Padahal jika ada direktur olahraga seharusnya semua persoalan tim harus ditanganinya. "Jadi nanti semuanya tidak ke saya lagi, baik itu soal tim, karena sudah ada ahlinya," ungkap Rully.
(wbs)